{"id":51988,"date":"2026-06-03T20:41:36","date_gmt":"2026-06-03T20:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/penemuan-fosil-dinosaurus-mirip-burung-unta-berusia-80-juta-tahun-di-kanada\/"},"modified":"2026-06-03T20:41:36","modified_gmt":"2026-06-03T20:41:36","slug":"penemuan-fosil-dinosaurus-mirip-burung-unta-berusia-80-juta-tahun-di-kanada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/penemuan-fosil-dinosaurus-mirip-burung-unta-berusia-80-juta-tahun-di-kanada\/","title":{"rendered":"Penemuan Fosil Dinosaurus Mirip Burung Unta Berusia 80 Juta Tahun di Kanada"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/03\/1780497731_d520bb408a5f8f3df53a.jpg\" alt=\"Penemuan Fosil Dinosaurus Mirip Burung Unta Berusia 80 Juta Tahun di Kanada\"\/><figcaption>Dinosaurus ornithomimosaurus yang hidup selama zaman Maastrichtian pada periode Kapur Akhir, 72-67 juta tahun yang lalu.(PaleoNeolitic\/Sci.News)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PARA<b>\u00a0<\/b>ahli paleontologi berhasil mengidentifikasi temuan langka berupa fosil tulang belakang ekor dinosaurus yang diperkirakan berusia 75 hingga 80 juta tahun. Fosil ini ditemukan di batuan laut sebuah pulau kecil di lepas pantai British Columbia, Kanada, dan memberikan wawasan baru mengenai persebaran dinosaurus di wilayah Pasifik utara.<\/p>\n<p>Penemuan ini menjadi bukti paling kuat sejauh ini bahwa kelompok <em>ornithomimosaurs<\/em>\u2014dinosaurus yang memiliki kemiripan fisik mencolok dengan burung unta modern\u2014pernah mendiami garis pantai Pasifik kuno di Amerika Utara selama periode Kapur.<\/p>\n<h3>Karakteristik Sang Pelari Cepat<\/h3>\n<p><em>Ornithomimosaurs<\/em> merupakan kelompok dinosaurus teropoda yang dikenal karena kemampuan berlarinya yang sangat cepat. Berdasarkan data penelitian, kelompok ini memiliki ciri fisik yang khas, antara lain:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/888072\/dinosaurus-mungkin-muncul-lebih-awal-dari-yang-diperkirakan\" title=\"Dinosaurus Mungkin Muncul Lebih Awal dari yang Diperkirakan\" target=\"_blank\">Dinosaurus Mungkin Muncul Lebih Awal dari yang Diperkirakan<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kaki dan leher yang panjang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tubuh ramping dengan kepala relatif kecil.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Paruh tanpa gigi yang menyerupai burung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kecepatan lari diperkirakan mencapai 50 hingga 60 km\/jam.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Beberapa spesies populer dari kelompok ini, seperti <em>Gallimimus<\/em> dan <em>Ornithomimus<\/em>, diketahui dapat tumbuh hingga panjang lebih dari 4 meter.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Identitas Fosil:<\/strong><br \/>\nBerdasarkan penelitian Dr. David Evans dari University of Toronto dan Royal Ontario Museum, fosil tersebut diidentifikasi sebagai tulang ekor ke-10 dari <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ornithomimosaur\" title=\"Ornithomimosaur\">ornithomimosaur<\/a><\/em> berkaki dua. Tim peneliti menggunakan teknologi pemindaian CT untuk menciptakan model 3D guna memverifikasi spesies tersebut.<\/div>\n<h3>Misteri di Dasar Laut<\/h3>\n<p>Spesimen ini sebenarnya telah dikumpulkan sejak Agustus 1999 dari sedimen laut Formasi Cedar District di Pulau Denman. Keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fosil-dinosaurus\" title=\"fosil dinosaurus\">fosil dinosaurus<\/a> darat di lapisan batuan laut kuno memicu diskusi ilmiah mengenai bagaimana tulang tersebut bisa berpindah lokasi.<\/p>\n<p>Para peneliti menduga bangkai dinosaurus tersebut hanyut ke laut dari tepi barat Amerika Utara kuno. Beberapa skenario yang muncul meliputi pelepasan sendi dari bangkai yang mengapung, transportasi melalui arus laut atau gelombang, hingga peran pemakan bangkai (<em>scavenger<\/em>) yang membawa sisa tubuh tersebut ke perairan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Penemuan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Usia Fosil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">75 &#8211; 80 Juta Tahun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Lokasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pulau Denman, British Columbia, Kanada<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Formasi Geologi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Formasi Cedar District (Kelompok Nanaimo)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Metode Analisis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pemindaian CT &amp; Pemodelan 3D<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah <em>FACETS<\/em> ini membuka babak baru dalam memahami keanekaragaman hayati di pesisir Pasifik purba. Para ahli kini mulai meneliti apakah faktor geografis, seperti pegunungan purba, memengaruhi evolusi dinosaurus di wilayah barat secara terpisah dari wilayah Amerika Utara lainnya. (Independen\/Sci.News)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/896715\/penemuan-fosil-dinosaurus-mirip-burung-unta-berusia-80-juta-tahun-di-kanada\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinosaurus ornithomimosaurus yang hidup selama zaman Maastrichtian pada periode Kapur Akhir, 72-67 juta tahun yang lalu.(PaleoNeolitic\/Sci.News) PARA\u00a0ahli paleontologi berhasil mengidentifikasi temuan langka berupa fosil tulang belakang ekor dinosaurus yang diperkirakan berusia 75 hingga 80 juta tahun. Fosil ini ditemukan di batuan laut sebuah pulau kecil di lepas pantai British Columbia, Kanada, dan memberikan wawasan baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51988"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51988\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}