{"id":51930,"date":"2026-06-03T18:07:50","date_gmt":"2026-06-03T18:07:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/itb-dorong-pemanfaatan-teknologi-untuk-perkuat-penanganan-krisis-komunikasi-di-perguruan-tinggi\/"},"modified":"2026-06-03T18:07:50","modified_gmt":"2026-06-03T18:07:50","slug":"itb-dorong-pemanfaatan-teknologi-untuk-perkuat-penanganan-krisis-komunikasi-di-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/itb-dorong-pemanfaatan-teknologi-untuk-perkuat-penanganan-krisis-komunikasi-di-perguruan-tinggi\/","title":{"rendered":"ITB Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Penanganan Krisis Komunikasi di Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/03\/1780503004_2170377bae04a1ef4e19.jpg\" alt=\"ITB Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Perkuat Penanganan Krisis Komunikasi di Perguruan Tinggi\"\/><figcaption>Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, N. Nurlaela Arief pada acara Rapat Koordinasi Humas dan Protokol Diktisaintek 2016.(Dok.ITB)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara institusi mengelola <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komunikasi-publik\" title=\"komunikasi publik\">komunikasi publik<\/a>, termasuk dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan masif, kemampuan mendeteksi, menganalisis, serta merespons isu secara tepat menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Humas dan Protokol Diktisaintek 2026 yang digelar di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (3\/6). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 praktisi humas perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Institut Teknologi Bandung (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/itb\" title=\"ITB\">ITB<\/a>), Dr. N. Nurlaela Arief, berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam penanganan krisis komunikasi di lingkungan perguruan tinggi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894797\/dugaan-fraud-riset-alumni-di-denmark-tindakan-individu\" title=\"Dugaan Fraud Riset Alumni di Denmark Tindakan Individu\" target=\"_blank\">Dugaan Fraud Riset Alumni di Denmark Tindakan Individu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Nurlaela, pengelolaan komunikasi krisis saat ini tidak lagi cukup mengandalkan intuisi atau respons reaktif semata. Setiap langkah komunikasi harus dibangun berdasarkan data yang akurat dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p><strong>PERAN TEKNOLOGI<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nIa menjelaskan, teknologi memiliki peran strategis dalam membantu institusi memahami perkembangan isu secara lebih komprehensif. Melalui pemanfaatan data dan berbagai perangkat digital, institusi dapat memetakan persepsi publik, memantau percakapan di media sosial, serta mengidentifikasi potensi krisis sejak dini.<\/p>\n<p>\u201cDengan menggunakan teknologi, kita bisa berperan penting dalam hal strategis, seperti berkontribusi untuk pengambilan keputusan yang penting,\u201d ujar Nurlaela.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894606\/itb-prihatin-atas-tindakan-prihantini-yang-diduga-lakukan-penipuan-riset\" title=\"ITB Prihatin Atas Tindakan Prihantini yang Diduga Lakukan Penipuan Riset\" target=\"_blank\">ITB Prihatin Atas Tindakan Prihantini yang Diduga Lakukan Penipuan Riset<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, pemanfaatan teknologi tidak hanya membantu mempercepat respons komunikasi, tetapi juga mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh pimpinan institusi. Dengan data yang tersedia secara real time, berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi krisis yang lebih besar.<\/p>\n<p><strong>KOMUNIKASI DI ITB<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nNurlaela mengungkapkan, strategi komunikasi yang diterapkan di ITB tidak hanya terpusat pada unit humas, tetapi melibatkan seluruh elemen kampus, termasuk fakultas, sekolah, dan berbagai unit kerja lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap unit memiliki kapasitas komunikasi yang memadai ketika menghadapi isu yang berpotensi memengaruhi reputasi institusi.<\/p>\n<p>Menurutnya, penguatan kapasitas komunikasi di tingkat unit menjadi penting karena sumber informasi sering kali berasal dari berbagai lini organisasi. Dengan pemahaman yang sama, respons terhadap isu dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan konsisten.<\/p>\n<p>Meski teknologi menjadi instrumen penting, Nurlaela menegaskan bahwa keberhasilan penanganan krisis tetap bergantung pada koordinasi dan kolaborasi antarpihak. Komunikasi yang intensif antara pimpinan, unit kerja, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor utama dalam menjaga akurasi informasi yang disampaikan kepada publik. \u201cDengan teknologi dan komunikasi intensif, kita tidak berjalan sendiri, tapi melibatkan berbagai pihak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Forum tersebut juga menghadirkan Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional Universitas Indonesia, Erwin Agustian Panigoro, serta Direktur Kerja Sama, Komunikasi dan Pemasaran Institut Pertanian Bogor (IPB), Alfian Helmi, sebagai narasumber.<\/p>\n<p>Selain dihadiri ratusan praktisi humas perguruan tinggi, kegiatan itu turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi\u00a0 Fauzan, sejumlah direktur jenderal di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemendiktisaintek Yos Sunitiyoso.<\/p>\n<p><strong>TANTANGAN KOMUNIKASI PUBLIK<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nDalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan komunikasi publik yang dihadapi perguruan tinggi di era digital. Mulai dari penyebaran informasi yang sangat cepat, meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi institusi, hingga pentingnya menjaga reputasi kampus di tengah persaingan global.<\/p>\n<p>Nurlaela menegaskan, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi lintas unit harus menjadi bagian dari strategi komunikasi perguruan tinggi ke depan. Menurutnya, kombinasi ketiga aspek tersebut akan membantu institusi menghadapi berbagai dinamika komunikasi publik secara lebih responsif, akurat, dan terukur.<\/p>\n<p>\u201cPerguruan tinggi harus siap menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang sangat dinamis. Karena itu, kesiapan SDM dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi,\u201d ujarnya. (E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/896756\/itb-dorong-pemanfaatan-teknologi-untuk-perkuat-penanganan-krisis-komunikasi-di-perguruan-tinggi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, N. Nurlaela Arief pada acara Rapat Koordinasi Humas dan Protokol Diktisaintek 2016.(Dok.ITB) PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara institusi mengelola komunikasi publik, termasuk dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan masif, kemampuan mendeteksi, menganalisis, serta merespons isu secara tepat menjadi kebutuhan penting bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51931,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}