{"id":51715,"date":"2026-06-03T08:56:58","date_gmt":"2026-06-03T08:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/moodys-beri-outlook-negatif-danantara-investment-management-ini-alasannya\/"},"modified":"2026-06-03T08:56:58","modified_gmt":"2026-06-03T08:56:58","slug":"moodys-beri-outlook-negatif-danantara-investment-management-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/moodys-beri-outlook-negatif-danantara-investment-management-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Moodys Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/03\/1780476843_03da17e4127944898c08.jpg\" alt=\"Moody\u2019s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya\"\/><figcaption>Moody\u2019s Ratings menyematkan peringkat (P) Baa2 untuk program MTN Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook negatif.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>LEMBAGA pemeringkat global <em>Moody\u2019s Ratings <\/em>menetapkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/peringkat\" title=\"peringkat\">peringkat<\/a> sementara atau <em>provisional rating<\/em>\u00a0(P)<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/baa2\" title=\"Baa2\">Baa2<\/a>\u00a0atas program<em>\u00a0Global Medium-Term Note <\/em>(GMTN)\u00a0senior tanpa jaminan milik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/danantara-investment-management\" title=\"Danantara Investment Management\">Danantara Investment Management<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dim\" title=\"DIM\">DIM<\/a>). Moody\u2019s juga memberikan peringkat\u00a0Baa2\u00a0untuk <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/surat-utang\" title=\"surat utang\">surat utang<\/a> senior tanpa jaminan yang akan diterbitkan perusahaan.<\/p>\n<p>Kendati berada pada level yang setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia, Moody\u2019s menetapkan\u00a0prospek negatif\u00a0terhadap seluruh peringkat DIM. Penetapan outlook tersebut mencerminkan kuatnya keterkaitan kredit antara DIM dan Pemerintah Indonesia sebagai pengendali tidak langsung melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/896495\/moodys-beri-outlook-negatif-danantara-investment-management-ini-alasannya\" title=\"Moody\u2019s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya\" target=\"_blank\">Moody\u2019s Beri Outlook Negatif Danantara Investment Management, Ini Alasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Vice President dan Senior Analyst Moody\u2019s Ratings, Rachel Chua, mengatakan peringkat DIM ditopang oleh hubungan kelembagaan yang erat dengan pemerintah, serta ekspektasi adanya dukungan luar biasa atau <em>extraordinary support<\/em> apabila diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cPeringkat penerbit Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif sejalan dengan peringkat kedaulatan Pemerintah Indonesia, yaitu Baa2 dengan prospek negatif. Peringkat tersebut didukung oleh keterkaitan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikan DIM dalam kerangka kelembagaan Danantara, serta ekspektasi kami terhadap dukungan luar biasa dari pemerintah yang diberikan secara tepat waktu,\u201d ujar Chua dalam laporan pemeringkatan Moody\u2019s, dikutip Rabu (3\/6).<\/p>\n<p>Moody\u2019s menilai profil kredit DIM lebih banyak ditopang oleh hubungan institusional dengan pemerintah dibandingkan kekuatan fundamental perusahaan secara mandiri. Lembaga pemeringkat tersebut tidak menetapkan\u00a0Baseline Credit Assessment (BCA)\u00a0untuk DIM, mengingat perusahaan masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum memiliki rekam jejak operasional yang panjang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880587\/nilai-tukar-rupiah-melemah-ke-rp17189-akibat-outlook-negatif-sp\" title=\"Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.189 akibat Outlook Negatif S&amp;P\" target=\"_blank\">Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.189 akibat Outlook Negatif S&amp;P<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam metodologinya, Moody\u2019s mengategorikan DIM sebagai\u00a0Government Related Issuer (GRI)\u00a0atau entitas yang memiliki keterkaitan erat dengan pemerintah. Penilaian itu didasarkan pada status kepemilikan penuh oleh BPI Danantara, dukungan landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, serta tingginya tingkat pengawasan pemerintah terhadap aktivitas perusahaan.<\/p>\n<p>Moody\u2019s menyebut hubungan tersebut diperkuat oleh struktur tata kelola yang terintegrasi. Anggaran tahunan DIM dikonsolidasikan ke dalam anggaran BPI Danantara, yang berada di bawah pengawasan dewan beranggotakan 11 orang, termasuk sembilan menteri aktif. Selain itu, rencana kerja dan anggaran perusahaan juga harus dikonsultasikan dengan DPR.<\/p>\n<p>Dari sisi keuangan, Moody\u2019s menilai posisi likuiditas DIM berada pada level sangat kuat. Pada 2025, perusahaan menerima penyertaan modal awal sebesar Rp70 triliun dari BPI Danantara dan diperkirakan kembali memperoleh tambahan modal Rp50 triliun pada 2026.<\/p>\n<p>Selain dukungan permodalan, DIM juga telah mengakses pendanaan eksternal melalui penerbitan\u00a0Patriot Bonds\u00a0senilai Rp68,4 triliun dan fasilitas kredit bergulir atau\u00a0<em>revolving credit facility\u00a0s<\/em>ebesar US$10 miliar. Dari fasilitas tersebut, sebesar US$1 miliar telah memperoleh komitmen pendanaan dan sebagian telah digunakan untuk mendukung investasi pada <em>private investment funds<\/em> serta sektor properti.<\/p>\n<p>Moody\u2019s juga mencatat DIM tidak memiliki kewajiban pembayaran dividen dan tidak menghadapi jatuh tempo utang dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat profil likuiditas perusahaan.<\/p>\n<p>Meski demikian, prospek negatif mengindikasikan adanya risiko penurunan peringkat yang perlu dicermati pelaku pasar. Moody\u2019s menjelaskan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/outlook-negatif\" title=\"outlook negatif\">outlook negatif<\/a> DIM sepenuhnya mengikuti prospek negatif yang melekat pada peringkat kedaulatan Indonesia.<\/p>\n<p>Moody\u2019s menilai peluang kenaikan peringkat DIM dalam waktu dekat relatif terbatas. Sebaliknya, peringkat perusahaan berpotensi mengalami penurunan apabila peringkat kedaulatan Indonesia diturunkan, atau apabila terdapat pelemahan hubungan kelembagaan antara DIM dan pemerintah.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Moody\u2019s menegaskan bahwa faktor tata kelola atau <em>governance<\/em> menjadi salah satu aspek utama yang menopang peringkat DIM. Kepemilikan penuh pemerintah melalui BPI Danantara, serta tingginya pengawasan terhadap strategi, pendanaan, dan keputusan investasi perusahaan, menjadi dasar ekspektasi Moody\u2019s terhadap potensi dukungan pemerintah apabila diperlukan pada masa mendatang.\u00a0(Fal)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/896512\/moodys-beri-outlook-negatif-danantara-investment-management-ini-alasannya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moody\u2019s Ratings menyematkan peringkat (P) Baa2 untuk program MTN Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook negatif.(Dok. Antara) LEMBAGA pemeringkat global Moody\u2019s Ratings menetapkan peringkat sementara atau provisional rating\u00a0(P)Baa2\u00a0atas program\u00a0Global Medium-Term Note (GMTN)\u00a0senior tanpa jaminan milik Danantara Investment Management (DIM). Moody\u2019s juga memberikan peringkat\u00a0Baa2\u00a0untuk surat utang senior tanpa jaminan yang akan diterbitkan perusahaan. Kendati berada pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}