{"id":51588,"date":"2026-06-03T04:26:46","date_gmt":"2026-06-03T04:26:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/pmi-manufaktur-naik-apindo-belum-pemulihan-yang-kuat\/"},"modified":"2026-06-03T04:26:46","modified_gmt":"2026-06-03T04:26:46","slug":"pmi-manufaktur-naik-apindo-belum-pemulihan-yang-kuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/pmi-manufaktur-naik-apindo-belum-pemulihan-yang-kuat\/","title":{"rendered":"PMI Manufaktur Naik, Apindo Belum Pemulihan yang Kuat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/03\/1780460765_e32c1a1254d133ff1c39.jpg\" alt=\"PMI Manufaktur Naik, Apindo: Belum Pemulihan yang Kuat\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apindo\" title=\"APINDO\">Apindo<\/a>), Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa capaian Purchasing Managers\u2019 Index (PMI) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/manufaktur\" title=\"Manufaktur\">manufaktur<\/a> Indonesia yang naik dari 49,1 menjadi 50,0 poin sebagai sinyal stabilisasi setelah kontraksi. Namun, kata Shinta, hal tersebut belum dapat diartikan sebagai pemulihan yang sepenuhnya kuat dan berkelanjutan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cAngka 50,0 masih berada tepat di ambang batas antara kontraksi dan ekspansi, sehingga perlu dicermati secara hati-hati. Bahkan jika melihat komponen-komponen di dalam survei, sejumlah indikator masih menunjukkan tekanan, seperti output yang turun selama tiga bulan berturut-turut, penurunan pembelian bahan baku, berkurangnya inventori input, penurunan tenaga kerja, serta kontraksi ekspor yang menjadi yang terdalam sejak Agustus 2021. Karena itu, kami memandang kondisi saat ini lebih mencerminkan proses stabilisasi dibandingkan fase ekspansi yang sudah solid,\u201d ucap Shinta saat dihubungi, Rabu (3\/6).<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, perbaikan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pmi-manufaktur\" title=\"PMI Manufaktur\">PMI manufaktur<\/a> Indonesia pada Mei 2026 terutama ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik dan pesanan baru yang tumbuh selama dua bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi penyangga utama aktivitas manufaktur nasional.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/856471\/manufaktur-menguat-inflasi-terkendali-bukti-sinyal-positif-perekonomian\" title=\"Manufaktur Menguat, Inflasi Terkendali, Bukti Sinyal Positif Perekonomian\" target=\"_blank\">Manufaktur Menguat, Inflasi Terkendali, Bukti Sinyal Positif Perekonomian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun demikian, perbaikan tersebut belum sepenuhnya merata karena permintaan eksternal masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Kondisi global yang belum stabil, termasuk gangguan geopolitik dan perlambatan di sejumlah pasar utama, masih membebani kinerja ekspor manufaktur Indonesia.<\/p>\n<p>Di sisi lain, lanjut Shinta, tantangan terbesar yang saat ini dihadapi dunia usaha justru berasal dari sisi biaya. PMI mencatat inflasi biaya input pada level tertinggi sejak 2013, didorong oleh kenaikan harga bahan baku, keterbatasan pasokan, serta gangguan rantai pasok global. Dalam kondisi tersebut, pelaku industri terus melakukan berbagai langkah efisiensi, diversifikasi sumber pasokan, penguatan manajemen persediaan, serta peningkatan produktivitas untuk menjaga daya saing.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cNamun tekanan biaya tetap menjadi perhatian serius, terlebih dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan harga input impor. Dengan sekitar 70% kebutuhan bahan baku dan barang antara industri nasional masih berasal dari impor, volatilitas nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap struktur biaya produksi manufaktur,\u201d terangnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/826751\/pmi-manufaktur-naik-tapi-aktivitas-industri-belum-sepenuhnya-pulih\" title=\"PMI Manufaktur Naik tapi Aktivitas Industri belum Sepenuhnya Pulih\" target=\"_blank\">PMI Manufaktur Naik tapi Aktivitas Industri belum Sepenuhnya Pulih<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hingga awal Juni 2026, rupiah masih menunjukkan tren tekanan dan telah bergerak di atas level Rp17.850 per dolar AS. Oleh karena itu, Shinta menekankan bahwa stabilitas nilai tukar akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan pemulihan manufaktur ke depan.<\/p>\n<p>\u201cApabila PMI mampu bergerak lebih konsisten ke zona ekspansi dalam beberapa bulan mendatang, kami memperkirakan sektor-sektor yang didorong oleh konsumsi domestik akan menjadi motor utama pertumbuhan,\u201d tuturnya<\/p>\n<p>Shinta menilai, industri makanan dan minuman, serta sektor-sektor yang terkait dengan aktivitas konsumsi rumah tangga dan investasi domestik berpotensi menunjukkan kinerja yang lebih baik. Selain itu, sektor yang memiliki tingkat kandungan lokal lebih tinggi akan relatif lebih resilien terhadap tekanan nilai tukar dan ketidakpastian global.<\/p>\n<p>\u201cDari dunia usaha, optimisme terhadap paruh kedua tahun 2026 memang mulai membaik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Namun optimisme tersebut masih bersifat prudent dan penuh kehati-hatian. Dunia usaha melihat adanya peluang dari membaiknya permintaan domestik, tetapi pada saat yang sama masih harus menghadapi tekanan biaya yang tinggi, volatilitas nilai tukar, ketidakpastian geopolitik global, serta pelemahan pasar ekspor,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, keberlanjutan pemulihan manufaktur akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, memastikan kelancaran pasokan bahan baku, serta menciptakan iklim investasi dan usaha yang semakin kompetitif bagi sektor industri nasional. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/896426\/pmi-manufaktur-naik-apindo-belum-pemulihan-yang-kuat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa capaian Purchasing Managers\u2019 Index (PMI) manufaktur Indonesia yang naik dari 49,1 menjadi 50,0 poin sebagai sinyal stabilisasi setelah kontraksi. Namun, kata Shinta, hal tersebut belum dapat diartikan sebagai pemulihan yang sepenuhnya kuat dan berkelanjutan.\u00a0 \u201cAngka 50,0 masih berada tepat di ambang batas antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51588\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}