{"id":51490,"date":"2026-06-03T00:40:40","date_gmt":"2026-06-03T00:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/waspada-infeksi-jantung-pada-anak-gejala-penyebab-dan-cara-mencegahnya\/"},"modified":"2026-06-03T00:40:40","modified_gmt":"2026-06-03T00:40:40","slug":"waspada-infeksi-jantung-pada-anak-gejala-penyebab-dan-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/waspada-infeksi-jantung-pada-anak-gejala-penyebab-dan-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Waspada Infeksi Jantung pada Anak Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/03\/1780447103_bfff6e6ff71ba824907a.jpg\" alt=\"Waspada Infeksi Jantung pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENYAKIT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/infeksi\" title=\"infeksi\">infeksi<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jantung\" title=\"jantung\">jantung<\/a> pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">anak<\/a> sering kali tidak disadari oleh orangtua karena gejalanya yang samar dan menyerupai flu biasa. Namun, keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang buah hati.<\/p>\n<p>Dokter spesialis anak konsultan kardiologi, dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi fisik anak.<\/p>\n<p>Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/idai\" title=\"IDAI\">IDAI<\/a>) pada Selasa (2\/6), ia menjelaskan bahwa infeksi jantung bisa dipicu oleh kuman maupun reaksi autoimun setelah infeksi di bagian tubuh lain.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/877160\/marcella-zalianty-dan-idai-dorong-skrining-jantung-anak-difabel-dan-waspada-mikroplastik\" title=\"Marcella Zalianty dan IDAI Dorong Skrining Jantung Anak Difabel dan Waspada Mikroplastik\" target=\"_blank\">Marcella Zalianty dan IDAI Dorong Skrining Jantung Anak Difabel dan Waspada Mikroplastik<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Gejala yang Perlu Diwaspadai<\/h3>\n<p>Menurut Sarah, gejala awal sering kali terlihat ringan seperti demam yang tidak kunjung sembuh atau lemas. Namun, jika kondisi mulai memberat, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai kalau keluhannya sudah memberat baru dibawa ke dokter. Contohnya bila sesak napas makin memberat atau bibir dan kukunya tampak kebiruan. Ini artinya perfusi atau aliran darah ke ujung-ujung tubuh sudah terganggu,\u201d ujar Sarah yang juga anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI.<\/p>\n<p>Berikut adalah rangkuman gejala infeksi jantung pada anak berdasarkan tingkat keparahannya:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889288\/idai-kasus-campak-dan-difteri-lebih-darurat-dibanding-hantavirus\" title=\"IDAI: Kasus Campak dan Difteri Lebih Darurat Dibanding Hantavirus\" target=\"_blank\">IDAI: Kasus Campak dan Difteri Lebih Darurat Dibanding Hantavirus<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Kategori Gejala<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Tanda-Tanda Klinis<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Gejala Umum\/Awal<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Demam lama, lemas, penurunan berat badan, kondisi fisik menurun drastis.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Gejala Akut\/Mendadak<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Nyeri dada, jantung berdebar, hingga pingsan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Gejala Berat (Kritis)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Sesak napas hebat, bibir dan kuku membiru (sianosis).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Penyebab dan Jenis Infeksi Jantung<\/h3>\n<p>Infeksi jantung tidak selalu berasal dari jantung itu sendiri. Sering kali, pemicunya adalah infeksi di organ lain yang tidak ditangani dengan tuntas, seperti infeksi kulit atau radang tenggorokan.<\/p>\n<p>Bakteri <em>Streptococcus<\/em> grup A pada radang tenggorokan, misalnya, jika tidak diobati dengan antibiotik secara tuntas dapat memicu demam reumatik akut yang merusak katup jantung. Selain kuman, sistem imun tubuh yang salah sasaran (autoimun) setelah infeksi juga bisa menyerang jaringan jantung.<\/p>\n<p>Terdapat empat jenis utama infeksi jantung pada anak yang perlu diketahui:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Perikarditis:<\/strong> Infeksi pada lapisan pembungkus jantung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Miokarditis:<\/strong> Infeksi pada otot jantung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Endokarditis:<\/strong> Infeksi pada lapisan dalam dan katup jantung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Penyakit Jantung Rematik (RHD):<\/strong> Kerusakan jantung akibat komplikasi radang tenggorokan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h3>Langkah Deteksi dan Pencegahan<\/h3>\n<p>Untuk memastikan diagnosis, terutama pada bayi yang gejalanya sangat tidak khas, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti EKG (rekam jantung), ekokardiografi (USG jantung), atau rontgen toraks.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2196F3; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Tips Pencegahan dari Pakar:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Imunisasi Lengkap:<\/strong> Melindungi anak dari kuman penyebab miokarditis dan perikarditis tuberkulosis.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pengobatan Tuntas:<\/strong> Jangan menyepelekan radang tenggorokan; pastikan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kontrol Rutin:<\/strong> Bagi penderita jantung rematik, pemberian antibiotik BPG rutin setiap 3-4 minggu sangat krusial untuk mencegah kekambuhan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>\u201cInfeksi jantung pada anak sifatnya bisa serius, tapi sebagian besar komplikasinya bisa dicegah dengan pengenalan gejala yang cepat dan penanganan yang tepat. Kita harus melindungi jantung anak karena mereka masih akan terus bertumbuh,\u201d pungkas Sarah. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896367\/waspada-infeksi-jantung-pada-anak-gejala-penyebab-dan-cara-mencegahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) PENYAKIT infeksi jantung pada anak sering kali tidak disadari oleh orangtua karena gejalanya yang samar dan menyerupai flu biasa. Namun, keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang buah hati. Dokter spesialis anak konsultan kardiologi, dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi fisik anak. Dalam webinar bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51491,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51490"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51490\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}