{"id":51360,"date":"2026-06-02T18:39:48","date_gmt":"2026-06-02T18:39:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/edukasi-tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pada-pengelolaan-sampah-berkelanjutan\/"},"modified":"2026-06-02T18:39:48","modified_gmt":"2026-06-02T18:39:48","slug":"edukasi-tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pada-pengelolaan-sampah-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/edukasi-tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pada-pengelolaan-sampah-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Edukasi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat pada Pengelolaan Sampah Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780415138_0092a9fc2c2358563e59.jpeg\" alt=\"Edukasi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat pada Pengelolaan Sampah Berkelanjutan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pengelolaan limbah domestik menjadi salah satu tantangan lingkungan di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Karena itu, edukasi sederhana tapi aplikatif dinilai penting guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menjawab hal tersebut, Universitas Trisakti menggandeng International Organization for Migration (IOM) Indonesia dalam kegiatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengabdian-kepada-masyarakat\" title=\"pengabdian kepada masyarakat\">Pengabdian kepada Masyarakat<\/a> (PkM) Internasional yang berfokus pada pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan melalui pembuatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/eco-enzyme\" title=\"eco-enzyme\">eco-enzyme<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Dari kegiatan ini, kami ingin menunjukkan limbah organik rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai guna. Dengan pengolahan tepat, sampah dapur dapat diubah menjadi eco-enzyme yang bermanfaat serta mengurangi beban limbah lingkungan,\u201d ujar dosen teknik lingkungan sekaligus Ketua kegiatan PkM Internasional Tazkiaturrizki di Jakarta, Selasa (2\/6\/2026).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896274\/kampus-ini-perkuat-umkm-melalui-pelatihan-accountax-dan-desain-kemasan\" title=\"Kampus ini Perkuat UMKM Melalui Pelatihan AccounTax dan Desain Kemasan\" target=\"_blank\">Kampus ini Perkuat UMKM Melalui Pelatihan AccounTax dan Desain Kemasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, konsep eco-enzyme tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung urban farming di area dengan lahan terbatas.<\/p>\n<p>\u201cKeterbatasan lahan bukan berarti tidak bisa bercocok tanam. Dengan pendekatan urban farming, ruang sempit tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan yang berguna bagi kebutuhan sehari-hari,\u201d kata Tazkiaturrizki.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung di Universitas Trisakti tersebut melibatkan dosen dari Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan (FALTL) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894798\/terapkan-inovasi-zero-waste-akademisi-unwar-ubah-bonggol-pisang-jadi-sumber-pangan-kaya-serat\" title=\"Terapkan Inovasi Zero Waste, Akademisi Unwar Ubah Bonggol Pisang Jadi Sumber Pangan Kaya Serat\" target=\"_blank\">Terapkan Inovasi Zero Waste, Akademisi Unwar Ubah Bonggol Pisang Jadi Sumber Pangan Kaya Serat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Turut terlibat pada program itu yakni, Astari Minarti (dosen Teknik Lingkungan), Olivia Seanders (dosen Arsitektur Lanskap), Dibyanti Danniswari (dosen Arsitektur Lanskap), bersama empat mahasiswa FALTL yaitu Nia Ramadhani, Zaky Nabil Mulia, Bagas Argya Syhabuddin, Al Khansa Zata Amani serta melibatkan 1 alumni yaitu Akuilino Valdimir Laki.<\/p>\n<p>Pada program bertema Community Education on Eco-Enzyme Production and Utilization through Domestic Waste Recycling to Support Greener Urban Farming in Limited Spaces for Members Assisted by The International Organization for Migration ini diikuti 25 peserta binaan IOM Indonesia.<\/p>\n<p>Mereka mengikuti edukasi dan praktik pengolahan limbah organik rumah tangga, khususnya sisa dapur, jadi eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga hingga pertanian perkotaan.\u00a0Selain edukasi pengolahan limbah, peserta dibekali keterampilan urban farming untuk mengoptimalkan ruang terbuka sempit di area hunian sementara para imigran. &#8220;Kami berharap program ini mampu membantu menciptakan lingkungan lebih hijau serta mendukung ketahanan pangan mandiri,&#8221; ujar Tazkiaturrizki.<\/p>\n<p>Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi penyuluhan, praktik pembuatan eco-enzyme, hingga diskusi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan pertanian perkotaan.\u00a0&#8220;Dengan kolaborasi ini, kami dan IOM Indonesia berharap bisa membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah domestik yang ramah lingkungan serta menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya komunitas imigran di area dengan keterbatasan lahan,&#8221; ujarnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896289\/edukasi-tingkatkan-kesadaran-masyarakat-pada-pengelolaan-sampah-berkelanjutan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Pengelolaan limbah domestik menjadi salah satu tantangan lingkungan di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Karena itu, edukasi sederhana tapi aplikatif dinilai penting guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Menjawab hal tersebut, Universitas Trisakti menggandeng International Organization for Migration (IOM) Indonesia dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang berfokus pada pengolahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51360"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51360\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}