{"id":51339,"date":"2026-06-02T17:44:09","date_gmt":"2026-06-02T17:44:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/tips-menghindari-burnout-pada-pekerja-pentingnya-me-time-dan-dukungan-sosial\/"},"modified":"2026-06-02T17:44:09","modified_gmt":"2026-06-02T17:44:09","slug":"tips-menghindari-burnout-pada-pekerja-pentingnya-me-time-dan-dukungan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/tips-menghindari-burnout-pada-pekerja-pentingnya-me-time-dan-dukungan-sosial\/","title":{"rendered":"Tips Menghindari Burnout pada Pekerja Pentingnya Me Time dan Dukungan Sosial"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780388858_a62f4f17eeb415d3c432.jpg\" alt=\"Tips Menghindari Burnout pada Pekerja: Pentingnya Me Time dan Dukungan Sosial\"\/><figcaption>Ilustrasi burnout pada pekerja.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KELELAHAN akibat pekerjaan atau <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/burnout\" title=\"burnout\">burnout<\/a><\/i> menjadi ancaman nyata bagi para pekerja di tengah budaya kerja yang menuntut performa tinggi. Dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM),\u00a0Adhitya S Ramadianto,\u00a0mengingatkan pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri atau <i>me time<\/i> sebagai langkah preventif utama masalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"Kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a> tersebut.<\/p>\n<p>Menurut dr. Adhitya, tanda\u00a0<i>burnout<\/i>\u00a0pada pekerja mulai muncul ketika seseorang merasa kehilangan motivasi dan mengalami kelelahan yang tidak proporsional dengan beban kerjanya. Kondisi ini sering kali membuat pekerja tidak lagi menghayati pekerjaannya dan kehilangan rasa pencapaian atas apa yang mereka kerjakan.<\/p>\n<p>Fenomena ini bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan hasil dari ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan individu. Beberapa faktor yang mempercepat kondisi ini antara lain:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896048\/3-gejala-burnout-pada-pekerja-dan-cara-mengatasinya-menurut-psikiater-rscm\" title=\"3 Gejala Burnout pada Pekerja dan Cara Mengatasinya Menurut Psikiater RSCM\" target=\"_blank\">3 Gejala Burnout pada Pekerja dan Cara Mengatasinya Menurut Psikiater RSCM<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Budaya kerja <i>hustle<\/i> yang menekan secara terus-menerus.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Target performa yang tinggi tanpa apresiasi atau <i>reward<\/i> yang cukup.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kurangnya dukungan keterampilan untuk menyelesaikan tugas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u201cSelama kita masih manusia, waktu, energi, dan tenaga kita pasti terbatas. Sangat manusiawi untuk membutuhkan istirahat,\u201d ujar dr. Adhitya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2\/6\/2026).<\/p>\n<h2>Langkah Mengatasi Burnout<\/h2>\n<p>Untuk menghindari dampak yang lebih buruk, dr. Adhitya menyarankan beberapa langkah praktis bagi para pekerja:<\/p>\n<p>1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri<br \/>&#13;<br \/>\nKembali ke lingkup terkecil, yaitu diri sendiri. Cari aktivitas yang bisa membuat tubuh lebih rileks dan membangkitkan semangat kembali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896051\/perbedaan-burnout-dan-post-holiday-blues-serta-dampaknya-menurut-psikolog\" title=\"Perbedaan Burnout dan Post Holiday Blues serta Dampaknya Menurut Psikolog\" target=\"_blank\">Perbedaan Burnout dan Post Holiday Blues serta Dampaknya Menurut Psikolog<\/a><\/strong><\/p>\n<p>2. Menjangkau Orang Terdekat (Reach Out)<br \/>&#13;<br \/>\nJangan memendam beban sendirian. Bercerita atau curhat kepada orang terdekat dapat membantu melepaskan emosi yang menyesakkan pikiran.<\/p>\n<p>3. Diskusi dengan Rekan Kerja<br \/>&#13;<br \/>\nSecara teknis, berdiskusi dengan rekan kerja dapat memberikan perspektif baru atau solusi praktis dalam menghadapi beban pekerjaan yang menumpuk.<\/p>\n<h2>Kapan Harus ke Profesional?<\/h2>\n<p>Jika upaya mandiri dan dukungan sosial belum cukup membantu, dr. Adhitya menyarankan pekerja untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/psikiater\" title=\"Psikiater\">psikiater<\/a> atau psikolog. Bantuan profesional ini bersifat ganda: memberikan dukungan emosional untuk menumpahkan isi hati, sekaligus memberikan solusi praktikal untuk menyelesaikan masalah di tempat kerja.<\/p>\n<p>Menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, namun mengenali batasan diri adalah langkah awal yang paling krusial untuk tetap produktif dalam jangka panjang. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896052\/tips-menghindari-burnout-pada-pekerja-pentingnya-me-time-dan-dukungan-sosial\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi burnout pada pekerja.(Dok. Magnific) KELELAHAN akibat pekerjaan atau burnout menjadi ancaman nyata bagi para pekerja di tengah budaya kerja yang menuntut performa tinggi. Dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM),\u00a0Adhitya S Ramadianto,\u00a0mengingatkan pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time sebagai langkah preventif utama masalah kesehatan mental tersebut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}