{"id":51251,"date":"2026-06-02T13:53:16","date_gmt":"2026-06-02T13:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/4-jenis-penyakit-infeksi-jantung-pada-anak-kenali-gejalanya\/"},"modified":"2026-06-02T13:53:16","modified_gmt":"2026-06-02T13:53:16","slug":"4-jenis-penyakit-infeksi-jantung-pada-anak-kenali-gejalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/4-jenis-penyakit-infeksi-jantung-pada-anak-kenali-gejalanya\/","title":{"rendered":"4 Jenis Penyakit Infeksi Jantung pada Anak, Kenali Gejalanya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780407907_b23c59eaef908fd4f1cf.jpg\" alt=\"4 Jenis Penyakit Infeksi Jantung pada Anak, Kenali Gejalanya!\"\/><figcaption>Empat jenis infeksi jantung pada anak,(Dok. RS UI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dokter spesialis anak Sarah Rafika Nursyirwan, (Sp.A) mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai empat jenis penyakit infeksi jantung yang sering menyerang anak-anak. Infeksi pada bagian-bagian jantung ini dapat mengganggu fungsi pompa darah dan memicu komplikasi serius jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<p>Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa (2\/6), Sarah menjelaskan bahwa keempat jenis infeksi tersebut adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perikarditis\" title=\"perikarditis\">perikarditis<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/miokarditis\" title=\"Miokarditis\">miokarditis<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/endokarditis\" title=\"Endokarditis\">endokarditis<\/a>, serta demam reumatik akut atau <em>Rheumatic Heart Disease<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung-reumatik\" title=\"penyakit jantung reumatik\">penyakit jantung reumatik<\/a>).<\/p>\n<h3>1. Perikarditis (Infeksi Lapisan Luar)<\/h3>\n<p>Perikarditis merupakan peradangan pada perikardium atau lapisan paling luar jantung. Kondisi ini menyebabkan terkumpulnya cairan berisi sel radang di rongga perikardium. &#8220;Paling sering kalau di global penyebabnya virus, tapi di Indonesia kita harus waspada, paling sering karena tuberkulosis,&#8221; ujar Sarah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/825606\/9-jenis-penyakit-jantung-yang-harus-anda-waspadai\" title=\"9 Jenis Penyakit Jantung yang Harus Anda Waspadai\" target=\"_blank\">9 Jenis Penyakit Jantung yang Harus Anda Waspadai<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Miokarditis (Infeksi Otot Jantung)<\/h3>\n<p>Infeksi ini menyerang miokardium atau lapisan otot tengah jantung yang berfungsi memompa darah. Peradangan pada bagian ini secara langsung menurunkan fungsi pompa jantung, sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh terganggu.<\/p>\n<h3>3. Endokarditis Infektif (Infeksi Katup Jantung)<\/h3>\n<p>Endokarditis menyerang lapisan terdalam jantung, termasuk katup-katupnya. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya vegetasi, yaitu gumpalan kuman dan sel darah yang menempel pada katup. Vegetasi ini berbahaya karena bisa lepas dan menyumbat aliran darah ke organ vital seperti otak (stroke), ginjal, hingga paru-paru.<\/p>\n<p>Anak dengan penyakit jantung bawaan dan mereka yang memiliki masalah kesehatan gigi yang tidak tertangani memiliki risiko lebih tinggi terkena endokarditis infektif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896071\/waspada-radang-tenggorokan-pada-anak-bisa-picu-penyakit-jantung-rematik\" title=\"Waspada! Radang Tenggorokan pada Anak Bisa Picu Penyakit Jantung Rematik\" target=\"_blank\">Waspada! Radang Tenggorokan pada Anak Bisa Picu Penyakit Jantung Rematik<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>4. Penyakit Jantung Reumatik (PJR)<\/h3>\n<p>Berbeda dengan infeksi lainnya, PJR dipicu oleh infeksi bakteri <em>Streptococcus<\/em> pada amandel atau tonsil yang tidak tuntas diobati. Alih-alih menyerang kuman, antibodi tubuh justru menyerang katup jantung sendiri. &#8220;Kasus ini pada anak masih cukup sering kita temukan karena Indonesia masih bersifat endemis untuk penyakit jantung reumatik,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p><strong>Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Sesak napas tiba-tiba.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penurunan saturasi oksigen.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mudah lelah saat beraktivitas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Sarah menekankan pentingnya penanganan infeksi dasar, seperti masalah gigi dan radang tenggorokan, guna mencegah kuman masuk ke aliran darah dan merusak jantung anak. (<em>Ant<\/em>\/Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896231\/4-jenis-penyakit-infeksi-jantung-pada-anak-kenali-gejalanya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empat jenis infeksi jantung pada anak,(Dok. RS UI) Dokter spesialis anak Sarah Rafika Nursyirwan, (Sp.A) mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai empat jenis penyakit infeksi jantung yang sering menyerang anak-anak. Infeksi pada bagian-bagian jantung ini dapat mengganggu fungsi pompa darah dan memicu komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}