{"id":51167,"date":"2026-06-02T10:14:30","date_gmt":"2026-06-02T10:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/semakin-bugar-tubuh-olahraga-perkuat-fungsi-otak-berlipat-lipat\/"},"modified":"2026-06-02T10:14:30","modified_gmt":"2026-06-02T10:14:30","slug":"semakin-bugar-tubuh-olahraga-perkuat-fungsi-otak-berlipat-lipat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/semakin-bugar-tubuh-olahraga-perkuat-fungsi-otak-berlipat-lipat\/","title":{"rendered":"Semakin Bugar Tubuh, Olahraga Perkuat Fungsi Otak Berlipat-lipat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780395015_6170a5ce8a5d0c1fa674.jpg\" alt=\"Semakin Bugar Tubuh, Olahraga Perkuat Fungsi Otak Berlipat-lipat\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BANYAK\u00a0orang berolahraga untuk menurunkan berat badan atau menjaga kesehatan jantung. Namun, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">penelitian<\/a> terbaru menunjukkan bahwa manfaat olahraga bagi otak ternyata jauh lebih besar daripada yang kita duga sebelumnya, terutama bagi mereka yang mencapai tingkat kebugaran tertentu.<\/p>\n<p>Studi yang diterbitkan dalam jurnal <em>Brain Research<\/em> oleh para peneliti dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/university-college-london\" title=\"University College London\">University College London<\/a> (UCL) mengungkapkan fenomena menarik: manfaat otak dari olahraga tidak hanya terakumulasi, tetapi juga berlipat ganda (<em>compound<\/em>) seiring dengan meningkatnya kebugaran fisik seseorang.<\/p>\n<h2>Efek Pupuk Otak\u00a0yang Berlipat Ganda<\/h2>\n<p>Tim peneliti yang dipimpin oleh Flaminia Ronca dari UCL Institute of Sport, Exercise &amp; Health, mengamati sekelompok orang dewasa yang sebelumnya tidak aktif (sedenter) selama program bersepeda 12 minggu. Mereka mengukur kadar protein yang disebut <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bdnf\" title=\"BDNF\">BDNF<\/a><\/strong> (<em>brain-derived neurotrophic factor<\/em>).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895997\/konsumsi-makanan-ultraproses-pada-balita-turunkan-skor-iq-anak\" title=\"Konsumsi Makanan Ultraproses pada Balita Turunkan Skor IQ Anak\" target=\"_blank\">Konsumsi Makanan Ultraproses pada Balita Turunkan Skor IQ Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>BDNF sering dijuluki sebagai pupuk\u00a0bagi otak. Protein ini berperan vital dalam mendukung pertumbuhan neuron baru, memperkuat koneksi antarsel otak, dan menjaga kesehatan sel yang sudah ada. Olahraga aerobik selama minimal 15 menit diketahui menjadi pemicu utama pelepasan protein ini.<\/p>\n<p>Temuan kunci dari studi ini adalah:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kadar BDNF saat istirahat tidak berubah secara signifikan selama 12 minggu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Namun, lonjakan BDNF setelah satu sesi latihan keras menjadi <strong>jauh lebih besar<\/strong> seiring dengan meningkatnya kebugaran peserta.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Peningkatan respons neurologis ini berbanding lurus dengan perbaikan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebugaran-aerobik\" title=\"kebugaran aerobik\">kebugaran aerobik<\/a>.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;Temuan paling menarik adalah jika kita menjadi lebih bugar, otak kita mendapat manfaat lebih banyak lagi dari satu sesi olahraga, dan perubahan ini bisa terjadi hanya dalam enam minggu,&#8221; ujar Ronca dalam pernyataan resminya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895645\/kualitas-makanan-lebih-penting-daripada-diet-rendah-lemak-atau-karbohidrat\" title=\"Kualitas Makanan Lebih Penting daripada Diet Rendah Lemak atau Karbohidrat\" target=\"_blank\">Kualitas Makanan Lebih Penting daripada Diet Rendah Lemak atau Karbohidrat<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Analogi Bunga Majemuk:<\/strong> Semakin bugar Anda, semakin tinggi nilai tukar\u00a0setiap tetes keringat Anda bagi kesehatan otak. Anda tidak hanya mempertahankan manfaat, tetapi meningkatkan nilai dari setiap sesi latihan tambahan.<\/p>\n<h2>Peningkatan Fungsi Kognitif<\/h2>\n<p>Selain lonjakan BDNF, penelitian ini menemukan bahwa respons protein yang lebih tinggi berkaitan erat dengan aktivitas yang lebih baik di <em>prefrontal cortex<\/em>. Ini bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif seperti perhatian, pengambilan keputusan, dan pengendalian diri.<\/p>\n<p>Hal ini mengubah perspektif tentang konsistensi dalam berolahraga. Melewatkan satu sesi latihan bukan hanya kehilangan satu unit manfaat, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk membangun sistem yang membuat latihan berikutnya menjadi lebih berharga bagi otak.<\/p>\n<h2>Catatan Peneliti<\/h2>\n<p>Meskipun hasilnya sangat menjanjikan, para peneliti memberikan beberapa catatan. Studi ini melibatkan sampel kecil (sekitar 20 partisipan) dan menunjukkan korelasi, bukan bukti kausalitas absolut. Belum ditemukan peningkatan memori yang signifikan dalam jendela waktu 12 minggu, sehingga diperlukan uji coba dalam skala yang lebih besar.<\/p>\n<p>Namun, hasil ini memperkuat pola luas dalam riset saraf: otak orang dewasa jauh lebih adaptif daripada yang diasumsikan sebelumnya. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten akan memberikan imbalan yang mungkin tidak terlihat secara instan, tetapi berdampak besar dalam jangka panjang. (Inc.\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896105\/semakin-bugar-tubuh-olahraga-perkuat-fungsi-otak-berlipat-lipat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) BANYAK\u00a0orang berolahraga untuk menurunkan berat badan atau menjaga kesehatan jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat olahraga bagi otak ternyata jauh lebih besar daripada yang kita duga sebelumnya, terutama bagi mereka yang mencapai tingkat kebugaran tertentu. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Brain Research oleh para peneliti dari University College London (UCL) mengungkapkan fenomena menarik: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}