{"id":51161,"date":"2026-06-02T10:02:05","date_gmt":"2026-06-02T10:02:05","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/ekonomi-hijau-jadi-kunci-capai-target-pertumbuhan-8-persen\/"},"modified":"2026-06-02T10:02:05","modified_gmt":"2026-06-02T10:02:05","slug":"ekonomi-hijau-jadi-kunci-capai-target-pertumbuhan-8-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/ekonomi-hijau-jadi-kunci-capai-target-pertumbuhan-8-persen\/","title":{"rendered":"Ekonomi Hijau Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan 8 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780394255_2b76638dbd4ce10f591c.jpeg\" alt=\"Ekonomi Hijau Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan 8 Persen\"\/><figcaption>Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Bappenas, Nizhar Marizi, (tengah).(MI\/Naufal Zuhdi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEMERINTAH menempatkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029. Namun, target tersebut membutuhkan dukungan investasi yang lebih besar serta peningkatan kinerja ekspor secara signifikan.<\/p>\n<p>Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Bappenas, Nizhar Marizi, mengatakan pemerintah telah mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau ke dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga Rencana Kerja Pemerintah (RKP).<\/p>\n<p>\u201cUntuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, kebutuhan yang diperlukan cukup besar. Konsekuensinya, harus ada tambahan investasi sekitar 17% dari tingkat investasi yang selama ini dilakukan. Selain itu, ekspor juga perlu tumbuh lebih dari 11% per tahun dibandingkan capaian saat ini,\u201d kata Nizhar di Jakarta, Selasa (2\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/892457\/infrastruktur-digital-pilar-target-pertumbuhan-ekonomi-8-persen\" title=\"Infrastruktur Digital Pilar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen\" target=\"_blank\">Infrastruktur Digital Pilar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, ekonomi hijau tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan dengan tetap menekan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Nizhar menjelaskan visi pembangunan jangka panjang Indonesia mencakup dua sasaran yang sejalan dengan konsep ekonomi hijau, yakni mendorong Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sekaligus menurunkan intensitas emisi karbon.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin pendapatan masyarakat meningkat dan Indonesia menjadi negara maju. Artinya, produk domestik bruto atau GDP harus terus tumbuh. Namun di sisi lain, kita juga memiliki target untuk menurunkan intensitas emisi. Jadi GDP naik, tetapi tingkat emisinya justru berkurang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/880158\/danantara-terobosan-strategis-menuju-pertumbuhan-8-persen-aset-rp14700-t-dikelola-fleksibel\" title=\"Danantara, Terobosan Strategis Menuju Pertumbuhan 8 Persen, Aset Rp14.700 T Dikelola Fleksibel\" target=\"_blank\">Danantara, Terobosan Strategis Menuju Pertumbuhan 8 Persen, Aset Rp14.700 T Dikelola Fleksibel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah menyiapkan dua jalur utama transformasi ekonomi hijau. Jalur pertama adalah melakukan dekarbonisasi terhadap sektor-sektor ekonomi yang sudah ada saat ini, terutama sektor energi yang menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar.<\/p>\n<p>\u201cHaluan pertama adalah mentransformasi aktivitas ekonomi yang ada agar menjadi lebih rendah karbon. Ini terutama dilakukan melalui dekarbonisasi sektor energi,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Sementara jalur kedua adalah menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada kekayaan alam dan keunggulan Indonesia. Pemerintah menilai potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia dapat menjadi fondasi bagi pengembangan sektor ekonomi masa depan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cKami juga ingin menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Caranya dengan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap kekayaan alam Indonesia, terutama keanekaragaman hayati yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal,\u201d pungkasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/896093\/ekonomi-hijau-jadi-kunci-capai-target-pertumbuhan-8-persen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Bappenas, Nizhar Marizi, (tengah).(MI\/Naufal Zuhdi) PEMERINTAH menempatkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029. Namun, target tersebut membutuhkan dukungan investasi yang lebih besar serta peningkatan kinerja ekspor secara signifikan. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Bappenas, Nizhar Marizi, mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}