{"id":51078,"date":"2026-06-02T06:32:56","date_gmt":"2026-06-02T06:32:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/pendanaan-mandek-program-konservasi-wolperine-swedia-yang-tersohor-kini-terancam-gagal\/"},"modified":"2026-06-02T06:32:56","modified_gmt":"2026-06-02T06:32:56","slug":"pendanaan-mandek-program-konservasi-wolperine-swedia-yang-tersohor-kini-terancam-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/pendanaan-mandek-program-konservasi-wolperine-swedia-yang-tersohor-kini-terancam-gagal\/","title":{"rendered":"Pendanaan Mandek, Program Konservasi Wolperine Swedia yang Tersohor Kini Terancam Gagal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780356491_9d0bd22cd9c53c201126.jpg\" alt=\"Pendanaan Mandek, Program Konservasi Wolperine Swedia yang Tersohor Kini Terancam Gagal\"\/><figcaption>Dr. Pettersson mengikuti para penjaga hutan di Arktik. Sumber:(Universitas York)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PROGRAM konservasi terkenal di dunia yang sempat menyelamatkan wolverine (sigung sejenis musang besar) dari kepunahan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/swedia\" title=\"Swedia\">Swedia<\/a> kini tengah mengalami kesulitan. Berdasarkan penelitian terbaru, mandeknya pendanaan dari pemerintah dan terkikisnya kepercayaan masyarakat lokal menjadi pemicu utama kemunduran tersebut.<\/p>\n<p>Pada 2015, Swedia menarik perhatian internasional melalui kesuksesan program Conservation Performance Payment (CPP). Program tertua di jenisnya ini awalnya dirancang untuk menguntungkan populasi wolverine sekaligus masyarakat adat herder (peternak) rusa kutub S\u00e1mi yang berbagi ruang hidup dengan predator tersebut. Berbeda dengan sistem kompensasi tradisional yang membayar ganti rugi setelah terjadi kerusakan, CPP membayar komunitas karena berhasil hidup berdampingan dengan predator.<\/p>\n<p>Namun, studi jangka panjang dari University of York dan Swedish Agricultural University yang diterbitkan dalam jurnal Conservation Letters menunjukkan keberhasilan awal tersebut kini sulit dipertahankan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/888211\/pemerintah-siapkan-inpres-penyelamatan-gajah-sumatera-dan-kalimantan\" title=\"Pemerintah Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan\" target=\"_blank\">Pemerintah Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Hanna Pettersson dari Leverhulme Centre for Anthropocene Biodiversity, University of York, menjelaskan bagaimana program ini bekerja pada awalnya. &#8220;Diterapkan pada \u00a01996, skema ini pada saat itu revolusioner. Daripada membayar peternak rusa kutub untuk kerusakan yang disebabkan oleh predator, pemerintah membayar komunitas untuk hidup berdampingan dengan mereka, terlepas dari apakah kerusakan itu benar-benar terjadi atau tidak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Idenya adalah mengaitkan pendapatan dengan keberadaan predator, memberikan insentif untuk menemukan cara hidup berdampingan dengan mereka, sehingga mengurangi konflik dan meningkatkan keadilan sosial. Temuan awal menunjukkan hasil yang membesarkan hati dari skema ini, yaitu peningkatan nyata populasi wolverine, tetapi setelah mempelajari 30 tahun data dari skema tersebut, kami telah menunjukkan bahwa keberhasilan ini tidak berkelanjutan,&#8221; tambah Dr. Pettersson.<\/p>\n<p>Data ekologis menunjukkan populasi wolverine kini menurun tajam di wilayah utara Swedia yang dulunya menjadi habitat terkuat mereka, seperti di County Norrbotten. Pada awal tahun 2000-an, Norrbotten menyumbang sekitar dua pertiga dari seluruh reproduksi wolverine yang didokumentasikan di Swedia. Kini, angka tersebut merosot hingga kurang dari sepertiga, dan wilayah tersebut berulang kali gagal memenuhi target minimum konservasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/836022\/terancam-punah-gajah-sumatra-ditemukan-hanyut-karena-banjir-diduga-dampak-deforestasi\" title=\"Terancam Punah, Gajah Sumatra Ditemukan Hanyut Karena Banjir, Diduga Dampak Deforestasi\" target=\"_blank\">Terancam Punah, Gajah Sumatra Ditemukan Hanyut Karena Banjir, Diduga Dampak Deforestasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Masalah keuangan menjadi faktor krusial. &#8220;Pembayaran kepada peternak rusa kutub dari skema ini telah dibekukan sebesar 200.000 SEK (sekitar Rp290 juta) per reproduksi predator sejak tahun 2002, tetapi karena kenaikan biaya dan harga daging, nilai riil dari pembayaran tersebut telah berkurang sekitar setengahnya selama dua dekade terakhir,&#8221; ujar Dr. Pettersson.<\/p>\n<p>Ia melanjutkan bahwa sementara Parlemen S\u00e1mi menghitung pembayaran legal seharusnya minimal 480,000 SEK untuk mematuhi undang-undang, pemerintah hanya menawarkan kenaikan sebesar 25.000 SEK pada 2024.<\/p>\n<p>Selain masalah dana, perubahan iklim juga menjadi hambatan baru. Kondisi salju yang berubah di kawasan Arktik membuat jejak wolverine semakin sulit dideteksi dan didokumentasikan secara resmi, sehingga banyak laporan pengamatan ditolak karena tidak memenuhi persyaratan dokumentasi yang ketat.<\/p>\n<p>Menurut Dr. Pettersson, situasi di Swedia menjadi peringatan keras bagi program konservasi global lainnya. &#8220;Jika pemerintah gagal menyesuaikan pembayaran dengan meningkatnya biaya hidup berdampingan, beban tersebut dialihkan kepada komunitas lokal yang sering kali terpinggirkan, yang dalam kasus ini sudah terbebani oleh dampak kumulatif dari pertambangan, kehutanan, dan perubahan iklim. Ini adalah tanda peringatan untuk upaya konservasi global lainnya. Pemerintah harus merencanakan masa depan dan menyesuaikan intervensi terhadap perubahan kondisi serta kebutuhan lokal,&#8221; pungkasnya. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895910\/pendanaan-mandek-program-konservasi-wolperine-swedia-yang-tersohor-kini-terancam-gagal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Pettersson mengikuti para penjaga hutan di Arktik. Sumber:(Universitas York) PROGRAM konservasi terkenal di dunia yang sempat menyelamatkan wolverine (sigung sejenis musang besar) dari kepunahan di Swedia kini tengah mengalami kesulitan. Berdasarkan penelitian terbaru, mandeknya pendanaan dari pemerintah dan terkikisnya kepercayaan masyarakat lokal menjadi pemicu utama kemunduran tersebut. Pada 2015, Swedia menarik perhatian internasional melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51079,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51079"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}