{"id":51033,"date":"2026-06-02T04:51:06","date_gmt":"2026-06-02T04:51:06","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/populasi-burung-langka-ini-melonjak-12-kali-lipat-berkat-pagar-listrik-dan-petugas-khusus-di-pantai-inggris\/"},"modified":"2026-06-02T04:51:06","modified_gmt":"2026-06-02T04:51:06","slug":"populasi-burung-langka-ini-melonjak-12-kali-lipat-berkat-pagar-listrik-dan-petugas-khusus-di-pantai-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/02\/populasi-burung-langka-ini-melonjak-12-kali-lipat-berkat-pagar-listrik-dan-petugas-khusus-di-pantai-inggris\/","title":{"rendered":"Populasi Burung Langka Ini Melonjak 12 Kali Lipat Berkat Pagar Listrik dan Petugas Khusus di Pantai Inggris"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/02\/1780352360_473e4263e4cb038d7be3.jpg\" alt=\"Populasi Burung Langka Ini Melonjak 12 Kali Lipat Berkat Pagar Listrik dan Petugas Khusus di Pantai Inggris\"\/><figcaption>Seekor burung camar kecil di sarangnya, atau cekungan tanah, bersama anak-anaknya.(Kevin Simmonds\/RSPB)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SETIAP musim semi, pantai Ross Sands di Cagar Alam Nasional Lindisfarne, Inggris, kedatangan tamu-tamu kecil yang bermigrasi dari belahan dunia lain. Salah satunya adalah little tern (dara-laut kecil), burung langka yang terbang ribuan mil dari Afrika Barat untuk berkembang biak. Sayangnya, kebiasaan unik mereka yang bersarang langsung di atas pasir pantai membuat keberadaan mereka sangat rentan.<\/p>\n<p>Menurut data proyek pemantauan burung laut British Trust for Ornithology, populasi biak little tern di Inggris merosot 19% antara tahun 1986 dan 2024. Penurunan lebih tajam terjadi pada arctic tern sebesar 25%, dan common tern yang anjlok hingga 63%.<\/p>\n<p>Selain ancaman perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut, ancaman terbesar justru datang dari manusia. Tingginya kepemilikan mobil dan minat aktivitas luar ruangan membuat pantai ini dipadati hingga satu juta pengunjung per tahun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/814388\/suara-predator-malam-ganggu-migrasi-burung-robin-eropa\" title=\"Suara Predator Malam Ganggu Migrasi Burung Robin Eropa\" target=\"_blank\">Suara Predator Malam Ganggu Migrasi Burung Robin Eropa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Burung dara-laut sangat buruk dalam memilih tempat bersarang yang aman,&#8221; ujar Ginny Swaile, Wakil Direktur Natural England untuk Northumbria. &#8220;Mereka bersarang di tempat yang paling terbuka, sehingga orang-orang dapat dengan mudah dan tanpa sengaja menginjak mereka.&#8221;<\/p>\n<h2>Inovasi Pagar Jaring dan Edukasi Pengunjung<\/h2>\n<p>Untuk mengatasi masalah ini, Andrew Craggs, Manajer Senior di Lindisfarne, bersama timnya memasang pagar jaring pendek berarus listrik sepanjang 5 kilometer yang tersebar di delapan titik cagar alam. Pagar ini didesain agar burung tetap bisa keluar masuk dengan aman, namun mencegah predator dan manusia mendekat.<\/p>\n<p>&#8220;Di mana pun burung-burung itu mendarat, kami akan memasang pagar,&#8221; kata Craggs. &#8220;Kami melakukan semua yang kami bisa. Kami bukan penjaga kebun binatang, ini dibuat sealami mungkin. Sebagian besar dari apa yang kami lakukan adalah memitigasi gangguan.&#8221;<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/807388\/selandia-baru-vaksinasi-burung-langka-kakapo-untuk-lindungi-dari-virus-flu-burung\" title=\"Selandia Baru Vaksinasi Burung Langka Kakapo untuk Lindungi dari Virus Flu Burung\" target=\"_blank\">Selandia Baru Vaksinasi Burung Langka Kakapo untuk Lindungi dari Virus Flu Burung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tak hanya pagar, pihak pengelola juga mengerahkan petugas musiman berkat dana bantuan Uni Eropa. Petugas yang berjaga di pantai ini bertugas menegur dan mengedukasi pengunjung agar berhati-hati saat melangkah, menjauhi area pagar, dan memastikan anjing peliharaan tetap diikat.<\/p>\n<p>Swaile menambahkan bahwa kehadiran petugas ini sangat penting untuk menjembatani kurangnya pemahaman masyarakat terhadap alam. &#8220;Semakin banyak interaksi yang kami lakukan di cagar alam kami, semakin kami menyadari bahwa orang-orang benar-benar telah kehilangan koneksi [dengan alam],&#8221; jelas Swaile.<\/p>\n<h2>Hasil yang Mengesankan dan Dampak Ekonomi<\/h2>\n<p>Upaya ini membuahkan hasil yang luar biasa. Pada tahun 2020, dari 25 pasang little tern yang tiba di Lindisfarne, hanya 15 yang berhasil menghasilkan anak burung yang bisa terbang (fledglings). Namun pada 2025, jumlahnya melonjak drastis menjadi 138 pasangan yang berhasil menghasilkan 201 anak burung, sebuah peningkatan lebih dari 12 kali lipat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak pernah mengira akan melihat sebanyak itu,&#8221; ungkap Craggs gembira.<\/p>\n<p>Ketua Natural England, Tony Juniper, menekankan bahwa keberhasilan konservasi ini juga berdampak positif bagi ekonomi lokal melalui sektor ekowisata dan pengamat burung.<\/p>\n<p>&#8220;Anda mulai melihat cagar alam nasional bukan sebagai biaya, tetapi sebagai investasi dalam mempertahankan ekonomi regional,&#8221; tutur Juniper. (The Guardian\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895894\/populasi-burung-langka-ini-melonjak-12-kali-lipat-berkat-pagar-listrik-dan-petugas-khusus-di-pantai-inggris\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seekor burung camar kecil di sarangnya, atau cekungan tanah, bersama anak-anaknya.(Kevin Simmonds\/RSPB) SETIAP musim semi, pantai Ross Sands di Cagar Alam Nasional Lindisfarne, Inggris, kedatangan tamu-tamu kecil yang bermigrasi dari belahan dunia lain. Salah satunya adalah little tern (dara-laut kecil), burung langka yang terbang ribuan mil dari Afrika Barat untuk berkembang biak. Sayangnya, kebiasaan unik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-51033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}