{"id":50748,"date":"2026-06-01T15:27:13","date_gmt":"2026-06-01T15:27:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/sebelum-ekspansi-ke-jeddah-penyempurnaan-mbg-di-dalam-negeri-harus-jadi-prioritas\/"},"modified":"2026-06-01T15:27:13","modified_gmt":"2026-06-01T15:27:13","slug":"sebelum-ekspansi-ke-jeddah-penyempurnaan-mbg-di-dalam-negeri-harus-jadi-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/sebelum-ekspansi-ke-jeddah-penyempurnaan-mbg-di-dalam-negeri-harus-jadi-prioritas\/","title":{"rendered":"Sebelum Ekspansi ke Jeddah, Penyempurnaan MBG di Dalam Negeri Harus Jadi Prioritas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/01\/1780327359_224f8bf6ec0ce95cc18e.png\" alt=\"Sebelum Ekspansi ke Jeddah, Penyempurnaan MBG di Dalam Negeri Harus Jadi Prioritas \"\/><figcaption>menu MBG(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>ASOSIASI Pengusaha dan Pengelola Dapur <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-bergizi-gratis\" title=\"Makan Bergizi Gratis\">Makan Bergizi Gratis<\/a> Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/appmbgi\" title=\"APPMBGI\">APPMBGI<\/a>) meminta pemerintah memprioritaskan penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mbg\" title=\"MBG\">MBG<\/a>) di dalam negeri sebelum melakukan ekspansi layanan ke Jeddah, Arab Saudi.<\/p>\n<p>APPMBGI menilai penguatan kualitas, pengawasan, dan pemerataan program di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras mengatakan pihaknya mendukung visi pemerintah memperluas manfaat program MBG, termasuk bagi anak-anak WNI di luar negeri. Namun, menurutnya, kondisi pelaksanaan program di dalam negeri saat ini belum sepenuhnya siap untuk ekspansi internasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/878599\/hashim-djojohadikusumo-jadi-ketua-penasihat-appmbgi-perkuat-program-makan-bergizi-gratis\" title=\"Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua Penasihat APPMBGI, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis\" target=\"_blank\">Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua Penasihat APPMBGI, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKam\u0456 mendukung penuh visi pemerintah untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis, termasuk kepada anak-anak WNI di luar negeri. Namun, dengan kondisi saat ini di mana hampir 30 persen dapur MBG pernah disuspend dan lebih dari 2.200 dapur masih dibekukan, serta cakupan di daerah terpencil yang masih sangat terbatas, ekspansi ke Jeddah terasa prematur,\u201d ujar Abdul Rivai dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1\/6).<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan pemerintah perlu memastikan keberhasilan program di dalam negeri sebelum memperluas cakupan ke luar negeri agar terjadi keberlanjutan yang dapat dipercaya publik. \u201cKita harus membuktikan keberhasilan di Indonesia terlebih dahulu sebelum melangkah ke luar negeri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), dari sekitar 27.208 dapur MBG yang beroperasi sejak Januari 2025, sebanyak 8.182 unit pernah dikenai sanksi penangguhan akibat berbagai pelanggaran.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/892513\/kpk-kawal-seluruh-program-pemerintahan-prabowo-gibran-tak-terkecuali-mbg\" title=\"KPK Kawal Seluruh Program Pemerintahan Prabowo-Gibran, tak Terkecuali MBG\" target=\"_blank\">KPK Kawal Seluruh Program Pemerintahan Prabowo-Gibran, tak Terkecuali MBG<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pelanggaran tersebut meliputi kasus keracunan pangan, dugaan markup harga bahan baku, hingga ketidakpatuhan terhadap standar sanitasi dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga akhir Mei 2026, tercatat masih ada 2.213 dapur yang berstatus dibekukan.<\/p>\n<p>Selain itu, Abdul Rivai menilai persoalan pemerataan layanan di wilayah 3T juga belum terselesaikan. Menurutnya, anak-anak di daerah yang paling rentan mengalami stunting justru masih menghadapi keterbatasan akses terhadap program MBG.<\/p>\n<p>\u201cDi daerah 3T, anak-anak yang paling rentan stunting justru belum mendapatkan akses yang memadai. Bukan hanya soal kuantitas dapur, tapi kualitas gizi, keamanan pangan, dan keberlanjutan distribusi yang masih menjadi tantangan besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, ekspansi program ke luar negeri sebaiknya dilakukan setelah pemerintah memiliki model pelaksanaan yang berhasil di wilayah terpencil dalam negeri. \u201cEkspansi internasional sebaiknya dilakukan setelah kita memiliki model percontohan sukses di wilayah terpencil dalam negeri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai mitra strategis pemerintah, APPMBGI menyatakan siap membantu memperkuat tata kelola program MBG. Organisasi tersebut mendorong peningkatan kapasitas mitra pengelola dapur, penguatan pengawasan dan transparansi rantai pasok, serta pengembangan model dapur khusus untuk wilayah 3T yang disesuaikan dengan tantangan logistik dan infrastruktur.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Abdul Rivai berharap Badan Gizi Nasional dapat mempertimbangkan rekomendasi tersebut agar program MBG benar-benar memberikan dampak maksimal terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Dev\/P-3)\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895865\/sebelum-ekspansi-ke-jeddah-penyempurnaan-mbg-di-dalam-negeri-harus-jadi-prioritas-\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>menu MBG(MI) ASOSIASI Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) meminta pemerintah memprioritaskan penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dalam negeri sebelum melakukan ekspansi layanan ke Jeddah, Arab Saudi. APPMBGI menilai penguatan kualitas, pengawasan, dan pemerataan program di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-50748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}