{"id":50624,"date":"2026-06-01T09:55:02","date_gmt":"2026-06-01T09:55:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/ekonom-ugm-soroti-ketimpangan-distribusi-pertumbuhan-ekonomi\/"},"modified":"2026-06-01T09:55:02","modified_gmt":"2026-06-01T09:55:02","slug":"ekonom-ugm-soroti-ketimpangan-distribusi-pertumbuhan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/ekonom-ugm-soroti-ketimpangan-distribusi-pertumbuhan-ekonomi\/","title":{"rendered":"Ekonom UGM Soroti Ketimpangan Distribusi Pertumbuhan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/01\/1780306699_14c695caa1d8733a2725.jpeg\" alt=\"Ekonom UGM Soroti Ketimpangan Distribusi Pertumbuhan Ekonomi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Litbang MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekonom-ugm\" title=\"Ekonom UGM\">EKONOM UGM<\/a> Denni Puspa Purbasari, Ph.D., menilai, Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi tekanan ekonomi global, tetapi juga tantangan domestik yang perlu direspons secara serius agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata. Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat yang tinggi belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat.<\/p>\n<p>Ia menyoroti kenaikan pendapatan pekerja hanya berada di angka 2,2 persen, sementara konsumsi tumbuh hingga 5,5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/distribusi-pertumbuhan-ekonomi\" title=\"distribusi pertumbuhan ekonomi\">distribusi pertumbuhan ekonomi<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKita harus memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar terdistribusi di masyarakat. Jangan sampai konsumsi naik karena masyarakat justru bergantung pada pinjaman untuk mempertahankan daya beli,\u201d ungkap dia dalam \u201cSeminar on ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy\u201d pada Selasa (26\/5) di Kampus FEB UGM.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/892014\/pusat-kucurkan-dana-flyover-gedangan-pemkab-sidoarjo-targetkan-pembebasan-lahan-rampung-2026\" title=\"Pusat Kucurkan Dana Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Pembebasan Lahan Rampung 2026\" target=\"_blank\">Pusat Kucurkan Dana Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Targetkan Pembebasan Lahan Rampung 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia mengingatkan, kondisi tersebut dapat menjadi jebakan berbahaya bagi perekonomian Indonesia apabila terus berlangsung dalam jangka panjang. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan fiskal, terutama dalam meningkatkan efisiensi alokasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anggaran\" title=\"anggaran\">anggaran<\/a> dan menjaga keberlanjutan fiskal negara.<\/p>\n<p>Denni juga menilai, besarnya belanja pemerintah tanpa diimbangi peningkatan penerimaan negara berpotensi memunculkan risiko terhadap keberlanjutan fiskal. \u201cKalau pengeluaran terus meningkat tanpa penguatan penerimaan, itu bisa menjadi risiko besar bagi ketahanan fiskal Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, ia turut menyoroti kualitas investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di Indonesia. Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini bukan hanya menarik investasi asing, tetapi juga memastikan investasi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kapasitas industri dalam negeri.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/890988\/pemprov-jabar-bekukan-anggaran-12-opd-akibat-rapor-merah-kinerja-psdm\" title=\"Pemprov Jabar Bekukan Anggaran 12 OPD akibat Rapor Merah Kinerja PSDM\" target=\"_blank\">Pemprov Jabar Bekukan Anggaran 12 OPD akibat Rapor Merah Kinerja PSDM<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKita belum mampu memanfaatkan investasi asing yang sudah masuk untuk benar-benar meningkatkan produktivitas ekonomi nasional,\u201d tutup dia.<\/p>\n<p>Di lingkup ASEAN, kondisi perubahan ekonomi kawasan ASEAN, kata dia, saat ini bertumpu pada tantangan ekonomi yang sudah jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Menurutnya, perubahan yang terjadi bukan sekadar siklus kenaikan suku bunga atau harga komoditas, melainkan perubahan struktural yang lebih mendasar.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDulu model ekonomi kita bertumpu pada globalisasi, inovasi, biaya produksi rendah, dan permintaan global yang relatif lebih stabil. Sekarang situasinya berbeda. Kita menghadapi fragmentasi, persaingan strategis antarnegara, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Denni menjelaskan bahwa tantangan ASEAN saat ini bukan hanya soal menjaga pertumbuhan ekonomi atau memperkuat ketahanan kawasan, tetapi juga menentukan model pembangunan yang tepat di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung. Ia menilai perubahan struktur ekonomi global turut memengaruhi pola permintaan pasar, termasuk di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebutuhan pasar saat ini semakin mengarah pada sektor-sektor tertentu sehingga membutuhkan strategi pembangunan yang lebih adaptif dan inklusif. \u201cYang kita butuhkan sekarang bukan hanya inklusivitas di tingkat kawasan ASEAN, tetapi juga di dalam Indonesia sendiri,\u201d tutup dia. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/895746\/ekonom-ugm-soroti-ketimpangan-distribusi-pertumbuhan-ekonomi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Litbang MI) EKONOM UGM Denni Puspa Purbasari, Ph.D., menilai, Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi tekanan ekonomi global, tetapi juga tantangan domestik yang perlu direspons secara serius agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata. Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat yang tinggi belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat. Ia menyoroti kenaikan pendapatan pekerja hanya berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-50624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}