{"id":50620,"date":"2026-06-01T09:44:09","date_gmt":"2026-06-01T09:44:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/karhutla-riau-di-wilayah-sokoi-pelalawan-semakin-membara\/"},"modified":"2026-06-01T09:44:09","modified_gmt":"2026-06-01T09:44:09","slug":"karhutla-riau-di-wilayah-sokoi-pelalawan-semakin-membara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/karhutla-riau-di-wilayah-sokoi-pelalawan-semakin-membara\/","title":{"rendered":"Karhutla Riau di Wilayah Sokoi Pelalawan Semakin Membara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/01\/1780306474_d098174a76ac42b39605.jpg\" alt=\"Karhutla Riau di Wilayah Sokoi Pelalawan Semakin Membara\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sokoi, Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelalawan\" title=\"pelalawan\">Pelalawan<\/a>, Riau, terus berlanjut. Kondisi vegetasi yang melimpah serta angin kencang yang kerap berubah arah menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian api di lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, dua tim <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/manggala-agni\" title=\"Manggala Agni\">Manggala Agni<\/a> Daops Rengat masih terus berjibaku melaksanakan operasi pemadaman di kawasan yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering di atas lahan gambut.<\/p>\n<p>Asap Karhutla masih terlihat keluar dari sejumlah titik sehingga personel bergerak cepat dari pagi hari untuk mencegah api berkembang lebih luas saat suhu udara meningkat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/895044\/karhutla-riau-meluas-ke-pelalawan-manggala-agni-perkuat-pemadaman-di-lahan-gambut\" target=\"_blank\" title=\"Karhutla Riau Meluas ke Pelalawan, Manggala Agni Perkuat Pemadaman di Lahan Gambut\">Karhutla Riau Meluas ke Pelalawan, Manggala Agni Perkuat Pemadaman di Lahan Gambut<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi lapangan mengharuskan tim pemadam bekerja lebih awal karena cuaca pada pagi hari relatif lebih mendukung proses pemadaman dibandingkan siang hari.<\/p>\n<p>&#8220;Di wilayah Sokoi, dua tim Daops Rengat sudah mulai beroperasi sebelum pukul 08.00 WIB. Kondisi pagi ini asap masih terlihat sehingga membutuhkan gerakan cepat sebelum siang agar lebih mudah dikendalikan. Kami memanfaatkan waktu pagi untuk menekan perkembangan api sebelum cuaca menjadi lebih ekstrem,&#8221; kata Ferdian, Senin (1\/6).<\/p>\n<p>Dijelaskannya, tantangan terbesar yang dihadapi personel adalah melimpahnya bahan bakaran alami berupa semak dan vegetasi kering yang sangat mudah terbakar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/892170\/luas-karhutla-riau-telah-capai-14855-hektare-manggala-agni-ini-warning-keras\" target=\"_blank\" title=\"Luas Karhutla Riau Telah Capai 14.855 Hektare, Manggala Agni: Ini Warning Keras\">Luas Karhutla Riau Telah Capai 14.855 Hektare, Manggala Agni: Ini Warning Keras<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi tersebut diperparah dengan karakteristik angin di lokasi yang sering berubah arah dan berputar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.<\/p>\n<p>&#8220;Bahan bakaran di lokasi cukup melimpah dan mudah terbakar. Selain itu, saat siang hari angin sering bertiup kencang dan berubah arah atau berputar sehingga harus selalu diwaspadai. Kondisi ini membuat strategi pemadaman harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, tim Manggala Agni Daops Pekanbaru melaksanakan tahap mopping up atau pendinginan lanjutan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemantauan udara, kondisi kebakaran menunjukkan perkembangan yang signifikan ke arah pengendalian, namun penyapuan akhir tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Kandis, progres pengendalian terlihat cukup baik dari hasil pemantauan udara. Namun tim tetap melakukan penyapuan dan pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran kembali,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Adapun di lokasi lainnya, yakni Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra harus menambah kekuatan pemadaman dengan mengerahkan satu tim tambahan dari Daops Dumai guna memperkuat personel yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini satu tim tambahan dari Daops Dumai bergabung untuk memperkuat operasi di Rantau Bais. Kami juga masih menyiagakan personel tambahan apabila sewaktu-waktu diperlukan. Kondisi di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga memastikan seluruh personel Manggala Agni tetap siaga penuh dalam menghadapi perkembangan Karhutla di sejumlah wilayah Riau.<\/p>\n<p>\u201cTerutama pada area dengan vegetasi kering dan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyebaran api,\u201d pungkasnya.(H-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/895744\/karhutla-riau-di-wilayah-sokoi-pelalawan-semakin-membara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus berlanjut. Kondisi vegetasi yang melimpah serta angin kencang yang kerap berubah arah menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian api di lokasi tersebut. Hingga saat ini, dua tim Manggala Agni Daops Rengat masih terus berjibaku melaksanakan operasi pemadaman di kawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-50620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}