{"id":50537,"date":"2026-06-01T06:14:59","date_gmt":"2026-06-01T06:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-900-meter\/"},"modified":"2026-06-01T06:14:59","modified_gmt":"2026-06-01T06:14:59","slug":"gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-900-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/01\/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-900-meter\/","title":{"rendered":"Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/01\/1780294044_dcb6985ed0f17f6d1aa2.jpeg\" alt=\"Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter\"\/><figcaption>Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12\/5\/2026).(ANTARA\/ANDRI SAPUTRA)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-dukono\" title=\"Gunung Dukono\">GUNUNG Dukono<\/a> di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (1\/6) pukul 05.40 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak atau 1.987 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>Dalam laporan PVMBG, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 39,08 detik.<\/p>\n<p>&#8220;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&#8221; demikian keterangan PVMBG.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/890194\/gunung-dukono-erupsi-lagi-kolom-abu-capai-35-kilometer\" title=\"Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 3,5 Kilometer\" target=\"_blank\">Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 3,5 Kilometer<\/a><\/strong><\/p>\n<p>PVMBG menyebutkan status Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan diminta tidak mendekati Kawah Malupang Warirang.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung\/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km,&#8221; tulis PVMBG.<\/p>\n<p>Selain itu, warga juga diminta mewaspadai dampak abu vulkanik yang dapat sewaktu-waktu berubah arah mengikuti kondisi angin.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker\/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&#8221; lanjut PVMBG.<\/p>\n<p>Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas letusan dengan semburan abu vulkanik terjadi secara periodik sehingga masyarakat di sekitar gunung diminta terus mengikuti rekomendasi otoritas vulkanologi. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/895692\/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-900-meter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12\/5\/2026).(ANTARA\/ANDRI SAPUTRA) GUNUNG Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (1\/6) pukul 05.40 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu mencapai sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-50537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}