{"id":49304,"date":"2026-05-29T07:15:37","date_gmt":"2026-05-29T07:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/29\/dpp-barisan-kader-gus-dur-kecam-keras-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-gms-di-bantul\/"},"modified":"2026-05-29T07:15:37","modified_gmt":"2026-05-29T07:15:37","slug":"dpp-barisan-kader-gus-dur-kecam-keras-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-gms-di-bantul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/29\/dpp-barisan-kader-gus-dur-kecam-keras-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-gms-di-bantul\/","title":{"rendered":"DPP Barisan Kader Gus Dur Kecam Keras Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja GMS di Bantul"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/29\/1780038689_891bb45173c7c69a78d3.jpg\" alt=\"DPP Barisan Kader Gus Dur Kecam Keras Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja GMS di Bantul\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Kisar Rajagukguk)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DEWAN Pimpinan Pusat Barisan Kader Gus Dur (DPPBKGD) mengecam keras aksi pembubaran paksa ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gms\" title=\"GMS\">GMS<\/a>) di Gluyo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Minggu (24\/5).<\/p>\n<p>Aksi itu, dinilai sebagai tindakan intoleran dan \u00a0mencederai hak konstitusional setiap warga negara dalam memeluk agama.<\/p>\n<p>&#8220;Kami DPPBKGD mengecam keras pembubaran ibadah Jemaat GMS di Bantul. Kami tegaskan bahwa segala bentuk intoleransi sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, yang menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk beribadah,&#8221; kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPPBKGD, Pasang Haro Rajagukguk, Kamis (28\/5).<\/p>\n<p>Selain mencederai UU NKRI 1945, Ia mengatakan pembubaran paksa tersebut, juga menimbulkan trauma yang sangat mendalam terlebih terhadap kaum perempuan dan anak-anak di bawah umur.<\/p>\n<p>&#8220;Pembubaran ibadah yang sedang intensif berlangsung ini tengah mengakibatkan trauma psikologis (kekerasan verbal),&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, kata dia DPPBKGD meminta Polri dari mulai Kapolri, Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek, agar segera menangkap para pelaku serta memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>&#8220;Kepolisian diminta untuk segera mengambil langkah tegas terhadap para oknum yang terlibat. Penegakan hukum ini penting agar memberikan efek jera. Masyarakat tentu mendukung Polri lakukan proses hukum para pelaku yang melakukan tindakan intoleransi ini,&#8221; ujar Pasang Haro.<\/p>\n<p>Pasang Haro juga mengingatkan seluruh elemen terkait dituntut serius dalam menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan ada lagi aksi intoleransi, mari jaga kerukunan dan patuhi ketentuan perundang-undangan yang ada guna mewujudkan kehidupan keberagaman, rukun dan damai,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Pasang Haro menekankan pentingnya menjaga predikat Yogyakarta sebagai wilayah yang toleran.<\/p>\n<p>&#8220;Kejadian serupa diharapkan tidak terulang kembali di masa mendatang. Kami DPPBKGD menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga perdamaian dan keamanan,&#8221; tutupnya (KG\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/895009\/dpp-barisan-kader-gus-dur-kecam-keras-pembubaran-ibadah-jemaat-gereja-gms-di-bantul\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Kisar Rajagukguk) DEWAN Pimpinan Pusat Barisan Kader Gus Dur (DPPBKGD) mengecam keras aksi pembubaran paksa ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Gluyo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Minggu (24\/5). Aksi itu, dinilai sebagai tindakan intoleran dan \u00a0mencederai hak konstitusional setiap warga negara dalam memeluk agama. &#8220;Kami DPPBKGD mengecam keras pembubaran ibadah Jemaat GMS di Bantul. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49305,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-49304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49304\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}