{"id":49012,"date":"2026-05-28T16:06:55","date_gmt":"2026-05-28T16:06:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/american-cancer-society-tambahkan-tes-darah-dalam-panduan-skrining-kanker-kolorektal\/"},"modified":"2026-05-28T16:06:55","modified_gmt":"2026-05-28T16:06:55","slug":"american-cancer-society-tambahkan-tes-darah-dalam-panduan-skrining-kanker-kolorektal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/american-cancer-society-tambahkan-tes-darah-dalam-panduan-skrining-kanker-kolorektal\/","title":{"rendered":"American Cancer Society Tambahkan Tes Darah dalam Panduan Skrining Kanker Kolorektal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/28\/1779975803_6a02d2d3ad62257eeb5e.jpg\" alt=\"American Cancer Society Tambahkan Tes Darah dalam Panduan Skrining Kanker Kolorektal\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/american-cancer-society\" title=\"American Cancer Society\">AMERICAN Cancer Society<\/a> (ACS) secara resmi memperbarui panduan skrining <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-kolorektal\" title=\"kanker kolorektal\">kanker kolorektal<\/a> pada Rabu (27\/5\/2026). Pembaruan ini memperluas metode deteksi dengan menyertakan tes darah sederhana sebagai salah satu opsi bagi orang dewasa berusia 45 tahun ke atas.<\/p>\n<p>Langkah ini diambil dengan harapan dapat meningkatkan angka partisipasi skrining. Berdasarkan data ACS, kanker kolorektal merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun. Meski dapat dicegah dan diobati jika ditemukan lebih dini, sekitar sepertiga orang dewasa yang memenuhi syarat saat ini belum melakukan skrining secara rutin.<\/p>\n<h2>Opsi Baru dengan Catatan Penting<\/h2>\n<p>Tes darah yang dimaksud adalah <strong>Shield<\/strong>, tes berbasis darah yang dikembangkan oleh Guardant Health untuk mendeteksi fragmen DNA tumor. Tes ini mendapatkan persetujuan regulator pada tahun 2024. Namun, para ahli menekankan bahwa kemudahan tes darah ini datang dengan catatan medis yang krusial.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/758745\/kolonoskopi-langkah-krusial-dalam-deteksi-dini-kanker-kolon\" title=\"Kolonoskopi: Langkah Krusial dalam Deteksi Dini Kanker Kolon\" target=\"_blank\">Kolonoskopi: Langkah Krusial dalam Deteksi Dini Kanker Kolon<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam panduan yang diterbitkan di <em>CA: A Cancer Journal for Clinicians<\/em>, tes darah ini hanya direkomendasikan bagi individu yang menolak atau tidak dapat menjalani metode skrining standar lain. Hal ini karena\u00a0tes darah memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dalam mendeteksi lesi pra-kanker dibandingkan metode konvensional.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #d32f2f; margin: 20px 0;\"><strong>Perbandingan Efektivitas:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tes-darah-shield\" title=\"Tes Darah Shield\">Tes Darah Shield<\/a>:<\/strong> Mendeteksi 83% kasus kanker usus besar, tetapi\u00a0hanya mampu mendeteksi 13% lesi pra-kanker tingkat lanjut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kolonoskopi\" title=\"kolonoskopi\">Kolonoskopi<\/a>:<\/strong> Tetap menjadi metode standar emas\u00a0yang direkomendasikan setiap 10 tahun.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tes Tinja (At-home stool testing):<\/strong> Mendeteksi darah atau penanda genetik dengan akurasi lebih tinggi dibanding tes darah untuk tahap awal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Pentingnya Skrining Apapun Metodenya<\/h2>\n<p>William Dahut, Chief Scientific Officer ACS, menyatakan bahwa tes skrining yang paling efektif adalah tes yang benar-benar diselesaikan oleh pasien. &#8220;Jika pasien tahu bahwa tes ini tidak terlalu baik dalam mendeteksi kanker stadium 1 atau pra-kanker, tetapi mereka tetap tidak mau melakukan tes lain, mereka harus melakukan tes darah ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kisah Ronald Driggers, 68, seorang pensiunan operator derek, menjadi bukti nyata. Driggers selama bertahun-tahun menolak kolonoskopi dan membuang alat tes tinja karena merasa jijik. Namun, ia setuju saat ditawarkan tes darah pada akhir 2024. Hasil tes darah yang positif mendorongnya melakukan kolonoskopi, yang kemudian mengungkap kanker kolorektal stadium 3.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/714166\/deteksi-kanker-usus-dengan-virtual-colonoscopy-nyaman-dan-cepat\" title=\"Deteksi Kanker Usus dengan Virtual Colonoscopy, Nyaman dan Cepat\" target=\"_blank\">Deteksi Kanker Usus dengan Virtual Colonoscopy, Nyaman dan Cepat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tantangan Asuransi dan Tindak Lanjut<\/h2>\n<p>Meski panduan ACS sangat berpengaruh, hal ini tidak serta-merta menentukan cakupan asuransi. Di bawah <em>Affordable Care Act<\/em>, persyaratan cakupan asuransi mengikuti rekomendasi dari U.S. Preventive Services Task Force, yang saat ini belum merekomendasikan tes berbasis darah untuk skrining rutin.<\/p>\n<p>Para dokter juga mengkhawatirkan risiko pasien yang mendapatkan hasil positif dari tes darah atau tes tinja tetapi tidak melanjutkan ke prosedur kolonoskopi esensial. Padahal, kolonoskopi tetap diperlukan untuk mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker yang mematikan.<\/p>\n<p>Kanker kolorektal diperkirakan menyebabkan hampir 160.000 diagnosis baru dan 55.000 kematian setiap tahun\u00a0di Amerika Serikat. Dengan adanya opsi tes darah, diharapkan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan melalui deteksi yang lebih awal, meskipun diskusi mendalam antara dokter dan pasien tetap menjadi kunci utama. (Washington Post\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/894834\/american-cancer-society-tambahkan-tes-darah-dalam-panduan-skrining-kanker-kolorektal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) AMERICAN Cancer Society (ACS) secara resmi memperbarui panduan skrining kanker kolorektal pada Rabu (27\/5\/2026). Pembaruan ini memperluas metode deteksi dengan menyertakan tes darah sederhana sebagai salah satu opsi bagi orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Langkah ini diambil dengan harapan dapat meningkatkan angka partisipasi skrining. Berdasarkan data ACS, kanker kolorektal merupakan penyebab utama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-49012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49012"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49012\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}