{"id":48830,"date":"2026-05-28T08:45:23","date_gmt":"2026-05-28T08:45:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/rupiah-berpotensi-rebound-ke-rp16-800-jika-koordinasi-fiskal-moneter-solid\/"},"modified":"2026-05-28T08:45:23","modified_gmt":"2026-05-28T08:45:23","slug":"rupiah-berpotensi-rebound-ke-rp16-800-jika-koordinasi-fiskal-moneter-solid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/rupiah-berpotensi-rebound-ke-rp16-800-jika-koordinasi-fiskal-moneter-solid\/","title":{"rendered":"Rupiah Berpotensi Rebound ke Rp16.800 Jika Koordinasi Fiskal-Moneter Solid"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/28\/1779957554_6d3eac0adf256c1e7979.jpg\" alt=\"Rupiah Berpotensi Rebound ke Rp16.800 Jika Koordinasi Fiskal-Moneter Solid\"\/><figcaption>Posisi Rupiah di pasar offshore sempat menembus level Rp17.800 per dolar AS, Kamis (28\/5).(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nilai-tukar-rupiah\" title=\"Nilai Tukar Rupiah\">NILAI tukar rupiah<\/a> dinilai memiliki ruang penguatan atau <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rebound\" title=\"rebound\">rebound<\/a><\/i> yang signifikan di tengah tekanan global. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa potensi penguatan tersebut sangat bergantung pada perbaikan bauran kebijakan (<i>policy mix<\/i>) serta pembagian beban (<i>burden sharing<\/i>) yang seimbang antara otoritas fiskal dan moneter.<\/p>\n<p>Fakhrul memproyeksikan nilai tukar rupiah dapat kembali ke level Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS apabila koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bi\" title=\"BI\">BI<\/a>) berjalan solid.<\/p>\n<p>Saat ini, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/posisi-rupiah\" title=\"posisi rupiah\">posisi Rupiah<\/a> di pasar <i>offshore<\/i> sempat menembus level Rp17.800 per dolar AS, bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada 27-28 Mei 2026.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/882320\/intervensi-bank-indonesia-rem-darurat-redam-gejolak-nilai-tukar-rupiah\" title=\"Intervensi Bank Indonesia Rem Darurat Redam Gejolak Nilai Tukar Rupiah\" target=\"_blank\">Intervensi Bank Indonesia Rem Darurat Redam Gejolak Nilai Tukar Rupiah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cLevel Rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya,\u201d ujar Fakhrul dilansir dari <em>Antara<\/em>, Kamis (28\/5).<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa stabilisasi nilai tukar tidak bisa hanya mengandalkan instrumen Bank Indonesia. Menurutnya, pasar saat ini sangat mencermati konsistensi arah kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>Jika pengetatan moneter oleh BI tidak dibarengi dengan <i>fiscal stance<\/i> dan komunikasi kebijakan yang sinkron, tekanan terhadap Rupiah diprediksi akan tetap besar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/892167\/bri-sambut-positif-kenaikan-bi-rate-demi-stabilitas-ekonomi\" title=\"BRI Sambut Positif Kenaikan BI-Rate demi Stabilitas Ekonomi\" target=\"_blank\">BRI Sambut Positif Kenaikan BI-Rate demi Stabilitas Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Terkait langkah moneter, Fakhrul mengapresiasi keputusan BI yang menaikkan suku bunga acuan (<em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bi-rate\" title=\"BI-Rate\">BI-Rate<\/a><\/em>) sebesar 50 basis poin ke level 5,25% baru-baru ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan kredibilitas pasar dan menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas inflasi jangka menengah.<\/p>\n<p>\u201cBI mulai kembali ke pendekatan <i>pre-emptive<\/i>, <i>front loading<\/i>, dan <i>ahead the curve<\/i> seperti era 2018,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Fakhrul mengingatkan bahwa pasar obligasi sangat sensitif terhadap persepsi arah fiskal, terutama terkait pembiayaan APBN dan subsidi. Kenaikan <i>yield<\/i> obligasi dapat terjadi jika investor khawatir terhadap stabilitas eksternal.<\/p>\n<p>Sebagai solusi jangka panjang, Fakhrul mendorong terciptanya struktur ekonomi yang lebih <i>anti-fragile<\/i> melalui keseimbangan beban di berbagai sektor. \u201cKita perlu <i>burden sharing<\/i> yang lebih seimbang antara fiskal, moneter, sektor energi, dan sektor riil agar Rupiah tidak terus menjadi penanggung terakhir dari semua tekanan ekonomi,\u201d pungkasnya. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/894655\/rupiah-berpotensi-rebound-ke-rp16800-jika-koordinasi-fiskal-moneter-solid\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Posisi Rupiah di pasar offshore sempat menembus level Rp17.800 per dolar AS, Kamis (28\/5).(Dok. Antara) NILAI tukar rupiah dinilai memiliki ruang penguatan atau rebound yang signifikan di tengah tekanan global. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa potensi penguatan tersebut sangat bergantung pada perbaikan bauran kebijakan (policy mix) serta pembagian beban (burden sharing) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48830"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48830\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}