{"id":48662,"date":"2026-05-28T01:35:41","date_gmt":"2026-05-28T01:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/manfaat-daging-merah-untuk-kualitas-embrio-dan-tips-nutrisi-program-hamil\/"},"modified":"2026-05-28T01:35:41","modified_gmt":"2026-05-28T01:35:41","slug":"manfaat-daging-merah-untuk-kualitas-embrio-dan-tips-nutrisi-program-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/28\/manfaat-daging-merah-untuk-kualitas-embrio-dan-tips-nutrisi-program-hamil\/","title":{"rendered":"Manfaat Daging Merah untuk Kualitas Embrio dan Tips Nutrisi Program Hamil"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/28\/1779924135_bb810e4e6f8668af00b6.jpg\" alt=\"Manfaat Daging Merah untuk Kualitas Embrio dan Tips Nutrisi Program Hamil\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KUALITAS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/embrio\" title=\"embrio\">embrio<\/a> menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program kehamilan, termasuk pada metode Fertilisasi in Vitro (IVF) atau bayi tabung. Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., mengungkapkan bahwa asupan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nutrisi\" title=\"nutrisi\">nutrisi<\/a> yang tepat, terutama protein dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daging-merah\" title=\"daging merah\">daging merah<\/a>, memegang peranan krusial dalam proses ini.<\/p>\n<p>Dalam diskusi kesehatan di RSCM Jakarta, dikutip Kamis (28\/5), Prof. Budi menjelaskan bahwa konsumsi daging merah secara rutin sebaiknya dilakukan setidaknya dua minggu hingga dua bulan sebelum memulai perawatan fertilitas. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan kualitas embrio secara signifikan.<\/p>\n<p>\u201cProtein itu sangat dibutuhkan. Kalau di dalam fertilisasi in vitro, mineral dan zinc itu sangat penting untuk pembuahan, kalsium juga sangat penting,\u201d ujar Prof. Budi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/840422\/tidak-bisa-asal-makan-ini-nutrisi-penting-yang-wajib-dipenuhi-ibu-hamil\" title=\"Tidak Bisa Asal Makan, Ini Nutrisi Penting yang Wajib Dipenuhi Ibu Hamil\" target=\"_blank\">Tidak Bisa Asal Makan, Ini Nutrisi Penting yang Wajib Dipenuhi Ibu Hamil<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa nutrisi tidak hanya memengaruhi sel telur, tetapi juga kualitas sperma, sehingga kedua belah pihak harus memperhatikan asupan makanan mereka.<\/p>\n<h3>Keseimbangan Nutrisi dan Kondisi Tubuh<\/h3>\n<p>Prof. Budi juga menyoroti pentingnya menjaga berat badan ideal. Kondisi tubuh yang terlalu obesitas maupun terlalu langsing dinilai kurang baik bagi kualitas sel telur. Oleh karena itu, pengaturan nutrisi seperti protein, kalsium, zinc, dan mineral akan disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi spesifik pasien, terutama jika sebelumnya pernah mengalami kegagalan pembuahan.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, dokter spesialis kandungan subspesialis fertilitas, Dr. dr. Gita Pratama, Sp. OG, Subsp. F.E.R, menambahkan bahwa meski daging merah sangat baik, konsumsinya tidak boleh berlebihan. Hal ini terutama berlaku bagi pasien dengan riwayat endometriosis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/788309\/ini-mikronutrien-yang-dibutuhkan-ibu-hamil\" title=\"Ini Mikronutrien yang Dibutuhkan Ibu Hamil\" target=\"_blank\">Ini Mikronutrien yang Dibutuhkan Ibu Hamil<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPasien dengan endometriosis memiliki kecenderungan mengalami peningkatan faktor inflamasi (peradangan) jika mengonsumsi daging merah terlalu banyak,\u201d jelas dr. Gita. Ia menyarankan adanya kombinasi antara protein hewani (ayam, ikan, telur) dengan protein nabati seperti tempe dan tahu.<\/p>\n<h3>Pentingnya Serat dan Cara Pengolahan<\/h3>\n<p>Selain protein, serat atau <i>fiber<\/i> menjadi komponen yang tidak boleh dilupakan. Kekurangan serat dapat menyebabkan abnormalitas pada usus yang memicu zat inflamasi, yang pada akhirnya menurunkan kualitas sel telur maupun sperma.<\/p>\n<p>Tak kalah penting adalah cara pengolahan makanan. Para pakar menyarankan agar daging tidak diolah dengan cara dibakar atau digoreng hingga kering. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas DNA agar tidak rusak atau terpecah-pecah saat proses pembuahan berlangsung. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Komponen Nutrisi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Manfaat untuk Fertilitas<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Protein (Daging Merah, Ayam, Ikan)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Meningkatkan kualitas embrio, sel telur, dan sperma.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Zinc &amp; Mineral<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sangat penting untuk proses pembuahan yang sukses.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kalsium<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mendukung kesehatan reproduksi secara umum.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Serat (Fiber)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mencegah inflamasi dan menjaga kesehatan usus.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Protein Nabati (Tempe, Tahu)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sebagai penyeimbang asupan protein hewani.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Tips Tambahan untuk Program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hamil\" title=\"hamil\">Hamil<\/a>:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kurangi asupan karbohidrat berlebih dan makanan tinggi kalori.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hindari mengolah daging dengan cara dibakar atau digoreng kering (<i>deep fried<\/i>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan persiapan nutrisi minimal 2 minggu hingga 2 bulan sebelum tindakan medis.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894523\/manfaat-daging-merah-untuk-kualitas-embrio-dan-tips-nutrisi-program-hamil\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KUALITAS embrio menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program kehamilan, termasuk pada metode Fertilisasi in Vitro (IVF) atau bayi tabung. Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., mengungkapkan bahwa asupan nutrisi yang tepat, terutama protein dari daging merah, memegang peranan krusial dalam proses ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48663,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48662"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48662\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}