{"id":48613,"date":"2026-05-27T23:16:54","date_gmt":"2026-05-27T23:16:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/pakar-psikologi-ugm-orangtua-perlu-latih-kemampuan-mendengarkan-anak\/"},"modified":"2026-05-27T23:16:54","modified_gmt":"2026-05-27T23:16:54","slug":"pakar-psikologi-ugm-orangtua-perlu-latih-kemampuan-mendengarkan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/pakar-psikologi-ugm-orangtua-perlu-latih-kemampuan-mendengarkan-anak\/","title":{"rendered":"Pakar Psikologi UGM Orangtua Perlu Latih Kemampuan Mendengarkan Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/28\/1779923474_520a2f9c0bd45ce911a2.jpg\" alt=\"Pakar Psikologi UGM: Orangtua Perlu Latih Kemampuan Mendengarkan Anak\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MEMBANGUN hubungan yang sehat antara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/orangtua\" title=\"orangtua\">orangtua<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">anak<\/a> di era digital menjadi tantangan tersendiri. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si, Ph.D., Psikolog, menekankan bahwa kemampuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komunikasi\" title=\"komunikasi\">komunikasi<\/a> orangtua, terutama dalam hal mendengarkan, perlu terus dilatih secara konsisten.<\/p>\n<p>Menurut Novi, banyak orangtua saat ini tanpa sadar mengalami kendala komunikasi. Hal ini disebabkan oleh ketidakterbiasaan dalam mendengarkan maupun melakukan dialog mendalam dengan orang lain. Fenomena ini diperparah oleh pola komunikasi masyarakat modern yang cenderung singkat, cepat, dan hanya berorientasi pada kebutuhan praktis.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita diajak ngobrol lama atau mendengarkan orang lain lama, kita betah tidak? Itu sebenarnya bisa jadi ukuran,\u201d ujar Novi dalam keterangannya, Rabu (27\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/809698\/orangtua-merindukan-momen-sederhana-saat-anak-tinggal-terpisah\" title=\"Orangtua Merindukan Momen Sederhana saat Anak Tinggal Terpisah\" target=\"_blank\">Orangtua Merindukan Momen Sederhana saat Anak Tinggal Terpisah<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Anak Butuh Didengar, Bukan Sekadar Dinasihati<\/h3>\n<p>Novi menyoroti kecenderungan orangtua yang terlalu cepat memberikan nasihat atau instruksi sebelum benar-benar memahami perasaan anak. Padahal, kehadiran penuh dan perhatian saat anak bercerita jauh lebih dibutuhkan daripada rentetan solusi instan.<\/p>\n<p>Ia memperingatkan bahwa pola komunikasi yang terlalu didominasi oleh nasihat sepihak dapat membuat anak merasa tidak dipahami. Dampaknya, anak akan enggan untuk terbuka dan merasa rumah bukan lagi menjadi ruang yang aman bagi mereka untuk berekspresi.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak itu tidak butuh dinasihati terus. Mereka butuh didengarkan. Jangan mudah menasihati karena itu menjadikan ruang tidak aman di rumah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Melatih Kemampuan Komunikasi<\/h3>\n<p>Kabar baiknya, kemampuan mendengarkan adalah keterampilan yang bisa dilatih oleh siapa saja, termasuk orang dewasa. Novi menyarankan latihan sederhana dengan membiasakan diri menyimak cerita orang lain tanpa memotong pembicaraan atau merasa terbebani untuk segera memberi solusi.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Tips Melatih Komunikasi Efektif bagi Orangtua:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Langkah Latihan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Tujuan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Mendengarkan tanpa memotong<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Memberikan ruang bagi anak untuk menyelesaikan pemikirannya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Menahan diri memberi solusi instan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Membangun rasa diterima dan dipahami pada anak.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Dialog mendalam (Deep Talk)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Melatih kesabaran dan empati dalam berinteraksi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Menjadi teladan (Role Model)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Karena anak cenderung meniru kebiasaan orang tua sehari-hari.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Novi menutup dengan pesan bahwa perubahan pola komunikasi dalam keluarga harus dimulai dari orang tua (<em>the change starts from the parents<\/em>). Komunikasi yang hangat dan harmonis tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan melalui kesadaran dan latihan yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894520\/pakar-psikologi-ugm-orangtua-perlu-latih-kemampuan-mendengarkan-anak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) MEMBANGUN hubungan yang sehat antara orangtua dan anak di era digital menjadi tantangan tersendiri. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si, Ph.D., Psikolog, menekankan bahwa kemampuan komunikasi orangtua, terutama dalam hal mendengarkan, perlu terus dilatih secara konsisten. Menurut Novi, banyak orangtua saat ini tanpa sadar mengalami kendala komunikasi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48614,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}