{"id":48497,"date":"2026-05-27T17:37:55","date_gmt":"2026-05-27T17:37:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/palembang-tertinggi-kasus-campak-di-sumsel-tembus-809-hingga-mei-2026\/"},"modified":"2026-05-27T17:37:55","modified_gmt":"2026-05-27T17:37:55","slug":"palembang-tertinggi-kasus-campak-di-sumsel-tembus-809-hingga-mei-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/palembang-tertinggi-kasus-campak-di-sumsel-tembus-809-hingga-mei-2026\/","title":{"rendered":"Palembang Tertinggi Kasus Campak di Sumsel Tembus 809 Hingga Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779894647_3478c7ec885e6530e949.jpeg\" alt=\" Palembang Tertinggi! Kasus Campak di Sumsel Tembus 809 Hingga Mei 2026\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan lonjakan kasus penyakit campak yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Mei 2026, tercatat sebanyak 809 kasus konfirmasi positif campak ditemukan di berbagai wilayah di Bumi Sriwijaya.<\/p>\n<p>Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi dibandingkan kabupaten\/kota lainnya. Data ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk memperketat kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.<\/p>\n<h2>Sebaran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kasus-campak\" title=\"kasus campak\">Kasus Campak<\/a> di Sumatera Selatan<\/h2>\n<p>Berdasarkan data yang dirilis oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, total suspek campak yang ditemukan mencapai 2.882 kasus, dengan 809 di antaranya dinyatakan positif melalui uji laboratorium.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/888150\/stok-vaksin-mr-kosong-anak-anak-sumut-terancam-campak\" title=\"Stok Vaksin MR Kosong, Anak-Anak Sumut Terancam Campak\" target=\"_blank\">Stok Vaksin MR Kosong, Anak-Anak Sumut Terancam Campak<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #d32f2f; margin: 20px 0;\"><strong>Daftar Wilayah dengan Kasus Positif Campak Tertinggi di Sumsel:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kota Palembang:<\/strong> 442 kasus positif<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kota Prabumulih:<\/strong> 57 kasus positif<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kabupaten Musi Rawas:<\/strong> 54 kasus positif<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kabupaten Muara Enim:<\/strong> 39 kasus positif<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kabupaten Ogan Ilir:<\/strong> 39 kasus positif<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Sementara itu, hanya tiga daerah di Sumsel yang sejauh ini masih nihil kasus positif, yakni Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan.<\/p>\n<h2>Tren Menurun Namun Tetap Waspada<\/h2>\n<p>Kepala Bidang P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menjelaskan bahwa meski angka akumulatif terlihat tinggi, tren bulanan sebenarnya mulai menunjukkan penurunan dibandingkan periode triwulan pertama (Januari-Maret) 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Kasus campak mulai mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini adalah hasil kerja keras petugas kesehatan dan peran aktif masyarakat dalam imunisasi,&#8221; ujar Ira dalam keterangannya, Selasa (26\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/887918\/kasus-meningkat-drastis-tiga-daerah-di-sumut-status-klb-campak\" title=\"Kasus Meningkat Drastis, Tiga Daerah di Sumut Status KLB Campak\" target=\"_blank\">Kasus Meningkat Drastis, Tiga Daerah di Sumut Status KLB Campak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kendati demikian, Ira menegaskan bahwa status waspada tidak boleh diturunkan. Mengingat campak adalah penyakit yang sangat menular melalui <em>droplet<\/em> (percikan ludah), potensi lonjakan kasus baru tetap ada jika cakupan imunisasi menurun.<\/p>\n<h2>Pentingnya Imunisasi MR<\/h2>\n<p>Dinkes Sumsel terus mendorong para orang tua untuk segera melengkapi status imunisasi anak-anak mereka di Puskesmas atau Posyandu terdekat. Rendahnya cakupan imunisasi tambahan di beberapa wilayah ditengarai menjadi pemicu utama sulitnya memutus rantai penularan.<\/p>\n<p>Gejala awal campak yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, batuk, pilek, serta munculnya ruam merah yang dimulai dari area wajah dan belakang telinga. Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala tersebut guna mencegah komplikasi serius.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894466\/-palembang-tertinggi-kasus-campak-di-sumsel-tembus-809-hingga-mei-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific.com) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan lonjakan kasus penyakit campak yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Mei 2026, tercatat sebanyak 809 kasus konfirmasi positif campak ditemukan di berbagai wilayah di Bumi Sriwijaya. Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi dibandingkan kabupaten\/kota lainnya. Data ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk memperketat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}