{"id":48416,"date":"2026-05-27T13:47:14","date_gmt":"2026-05-27T13:47:14","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/mengenal-atrofi-vagina-kondisi-yang-sering-terjadi-saat-menopause\/"},"modified":"2026-05-27T13:47:14","modified_gmt":"2026-05-27T13:47:14","slug":"mengenal-atrofi-vagina-kondisi-yang-sering-terjadi-saat-menopause","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/mengenal-atrofi-vagina-kondisi-yang-sering-terjadi-saat-menopause\/","title":{"rendered":"Mengenal Atrofi Vagina, Kondisi yang Sering Terjadi saat Menopause"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779888964_9faf436a00bdc329c4da.jpg\" alt=\"Mengenal Atrofi Vagina, Kondisi yang Sering Terjadi saat Menopause\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/atrofi-vagina\" title=\"Atrofi vagina\">Atrofi vagina<\/a> merupakan kondisi ketika lapisan dinding vagina menipis, mengering, dan mengalami peradangan akibat menurunnya kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hormon-estrogen\" title=\"Hormon Estrogen\">hormon estrogen<\/a> dalam tubuh. Kondisi ini cukup sering dialami perempuan, terutama mereka yang telah memasuki masa menopause.<\/p>\n<p>Hormon estrogen memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jaringan vagina agar tetap tebal, lembap, elastis, dan tidak mudah mengalami iritasi. Ketika kadar hormon tersebut menurun, jaringan vagina bisa menjadi lebih rapuh dan kehilangan kelembapan alaminya.<\/p>\n<p>Akibatnya, perempuan yang mengalami atrofi vagina dapat merasakan berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kehidupan seksual.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/883005\/alasan-medis-perempuan-sensitif-saat-menstruasi-menurut-psikiater\" title=\"Alasan Medis Perempuan Sensitif Saat Menstruasi Menurut Psikiater\" target=\"_blank\">Alasan Medis Perempuan Sensitif Saat Menstruasi Menurut Psikiater<\/a><\/strong><\/p>\n<h4><strong>Tidak Hanya Menopause, Kondisi Ini Juga Bisa Dipicu Faktor Lain<\/strong><\/h4>\n<p>Meski paling sering terjadi pada perempuan menopause, atrofi vagina juga dapat dialami wanita dalam kondisi tertentu lainnya. Penurunan hormon estrogen setelah melahirkan dan selama masa menyusui diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya kondisi ini.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti kontrasepsi hormonal maupun terapi yang menekan produksi estrogen juga bisa menjadi pemicu. Wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan ovarium atau sedang menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami atrofi vagina.<\/p>\n<p>Beberapa faktor gaya hidup turut dikaitkan dengan kondisi ini, seperti kebiasaan merokok, belum pernah melahirkan normal, hingga jarang melakukan hubungan seksual.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/880833\/dampak--menopause-terhadap-kesehatan-tulang-dan-jantung\" title=\"Dampak  Menopause terhadap Kesehatan Tulang dan Jantung\" target=\"_blank\">Dampak  Menopause terhadap Kesehatan Tulang dan Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Gejala pada Atrofi Vagina<\/strong><\/h3>\n<p>Atrofi vagina dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa gejala yang paling sering dialami perempuan:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Vagina terasa kering, gatal, dan perih<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Keputihan berwarna kecokelatan atau kemerahan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Rasa terbakar saat buang air kecil<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lebih sering buang air kecil<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sulit menahan buang air kecil atau inkontinensia urine<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Infeksi saluran kemih yang berulang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Infeksi jamur pada vagina yang sering kambuh<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Muncul perdarahan ringan atau flek setelah berhubungan intim<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Nyeri saat berhubungan seksual akibat berkurangnya pelumas alami vagina<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pada beberapa perempuan, gejala awal atrofi vagina terkadang tidak terlalu terasa. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang semakin berat, termasuk iritasi berulang hingga gangguan saat berhubungan intim.<\/p>\n<p>Pada tahap awal, atrofi vagina terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sebagian perempuan mungkin hanya merasa vagina menjadi kurang lembap saat berhubungan seksual.<\/p>\n<p>Namun, seiring waktu, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak ditangani. Iritasi berulang, rasa nyeri saat berhubungan intim, hingga infeksi yang terus kambuh bisa terjadi dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.<\/p>\n<p>Karena itu, perempuan disarankan untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama jika keluhan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau hubungan dengan pasangan.<\/p>\n<h3><strong>Kapan Waktu Paling Baik Memeriksakan Diri ke Dokter?<\/strong><\/h3>\n<p>Perempuan sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala atrofi vagina yang cukup berat, seperti nyeri saat berhubungan seksual meski sudah menggunakan pelumas, keputihan berbau, perdarahan vagina, atau keluhan lain yang disertai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gejala-menopause\" title=\"gejala menopause\">gejala menopause<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Alodokter<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894443\/mengenal-atrofi-vagina-kondisi-yang-sering-terjadi-saat-menopause\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) Atrofi vagina merupakan kondisi ketika lapisan dinding vagina menipis, mengering, dan mengalami peradangan akibat menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kondisi ini cukup sering dialami perempuan, terutama mereka yang telah memasuki masa menopause. Hormon estrogen memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jaringan vagina agar tetap tebal, lembap, elastis, dan tidak mudah mengalami iritasi. Ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48417,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}