{"id":48322,"date":"2026-05-27T09:05:17","date_gmt":"2026-05-27T09:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/waspada-kejahatan-jual-beli-emas-di-bali-capai-rp24-miliar\/"},"modified":"2026-05-27T09:05:17","modified_gmt":"2026-05-27T09:05:17","slug":"waspada-kejahatan-jual-beli-emas-di-bali-capai-rp24-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/waspada-kejahatan-jual-beli-emas-di-bali-capai-rp24-miliar\/","title":{"rendered":"Waspada Kejahatan Jual Beli Emas di Bali Capai Rp2,4 Miliar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779871742_eb7983250d700dfd112e.jpg\" alt=\"Waspada! Kejahatan Jual Beli Emas di Bali Capai Rp2,4 Miliar\"\/><figcaption>Simakrama Kamtibmas dengan Polda Bali dengan tema &#8220;Wujud Aktif Pengawasan Dalam Menekan Peredaran Emas Hasil Kejahatan di Wilayah Bali&#8221; di ruang rapat LPD Desa Adat Denpasar, Rabu (27\/5\/2026).(MI\/Arnoldus Dhae)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Para\u00a0pedagang emas di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bali\" title=\"bali\">Bali<\/a>, yang akrab disapa pengamplung, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi peredaran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/emas-hasil-kejahatan\" title=\"emas hasil kejahatan\">emas hasil kejahatan<\/a>. Dalam transaksi sehari-hari, pedagang kini diwajibkan meminta identitas resmi penjual untuk menghindari jeratan hukum.<\/p>\n<p>Permintaan ini disampaikan oleh Koordinator Tri Mandala, I Kadek Mekel Suratnaya, dalam kegiatan Simakrama Kamtibmas bersama Polda Bali bertema &#8220;Wujud Aktif Pengawasan Dalam Menekan Peredaran Emas Hasil Kejahatan di Wilayah Bali&#8221; di Denpasar, Rabu (27\/5).<\/p>\n<h2>Risiko Hukum Pasal 480 KUHP bagi Pedagang<\/h2>\n<p>Polda Bali yang diwakili oleh Panit I Subdit IV Dit Intelkam, IPTU I Made Wawan, menjelaskan bahwa ketidaktahuan bukan merupakan alasan hukum. Membeli barang yang patut diduga berasal dari tindak kejahatan dapat dikategorikan sebagai penadah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kuliner\/894231\/restoran-fine-dining-bali-kian-mendunia-eksplorasi-bahan-lokal-jadi-sorotan\" title=\"Restoran Fine Dining Bali Kian Mendunia, Eksplorasi Bahan Lokal Jadi Sorotan\" target=\"_blank\">Restoran Fine Dining Bali Kian Mendunia, Eksplorasi Bahan Lokal Jadi Sorotan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDampak membeli emas hasil kejahatan adalah jeratan Pasal 480 KUHP sebagai penadah. Kami meminta ibu-ibu pengamplung di lapangan lebih selektif. Jangan sampai usaha Anda justru menjadi sarang penampungan barang curian,\u201d tegas Made Wawan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data kepolisian, sepanjang tahun 2026 telah tercatat empat kasus pencurian emas di wilayah Bali. Kasus paling menonjol terjadi di Kabupaten Jembrana dengan nilai kerugian mencapai Rp2,4 miliar.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f8f9fa; padding: 20px; border-left: 5px solid #d32f2f; margin: 20px 0;\">\n<h3>Ciri-Ciri Emas Hasil Kejahatan yang Wajib Diwaspadai:<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Dijual tanpa disertai kwitansi asli dari toko.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penjual menolak saat dimintai identitas diri (KTP\/SIM).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penjual mengajak transaksi di tempat yang sempit, tersembunyi, atau tidak mau di pinggir jalan\/area terbuka.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Harga jual ditawarkan jauh di bawah harga pasaran emas hari ini.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penjual menunjukkan gelagat gugup atau langsung kabur saat ditanya detail asal-usul barang.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Pentingnya Dokumentasi dan Surat Pernyataan<\/h2>\n<p>Seorang pengamplung emas, Luh Sri, menceritakan pengalamannya menghadapi penjual yang mencurigakan. Ia sering menemukan penjual yang berdalih kwitansi hilang atau dompet tertinggal saat diminta identitas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/894005\/enam-film-hongkong-diputar-di-balinale-2026\" title=\"Enam Film Hongkong Diputar di Balinale 2026\" target=\"_blank\">Enam Film Hongkong Diputar di Balinale 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKalau penjual seperti itu, saya tegas tidak mau beli. Namun, jika mereka kooperatif menunjukkan KTP dan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa emas itu bukan hasil kejahatan, baru saya berani transaksi,\u201d ujar Luh Sri.<\/p>\n<p>Bendesa Adat Desa Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma, turut mendukung langkah penertiban ini. Ia meminta para pedagang di wilayahnya untuk saling menjaga dan berkolaborasi aktif dengan pihak kepolisian agar lingkungan usaha tetap aman dan jauh dari masalah hukum.<\/p>\n<p>Masyarakat atau pedagang yang menemukan transaksi mencurigakan diimbau untuk segera mendokumentasikan wajah penjual dan melaporkannya ke pihak berwajib atau koordinator kelompok pasar terdekat. (OL\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/894312\/waspada-kejahatan-jual-beli-emas-di-bali-capai-rp24-miliar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simakrama Kamtibmas dengan Polda Bali dengan tema &#8220;Wujud Aktif Pengawasan Dalam Menekan Peredaran Emas Hasil Kejahatan di Wilayah Bali&#8221; di ruang rapat LPD Desa Adat Denpasar, Rabu (27\/5\/2026).(MI\/Arnoldus Dhae) Para\u00a0pedagang emas di Bali, yang akrab disapa pengamplung, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi peredaran emas hasil kejahatan. Dalam transaksi sehari-hari, pedagang kini diwajibkan meminta identitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48322"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48322\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}