{"id":48318,"date":"2026-05-27T08:54:05","date_gmt":"2026-05-27T08:54:05","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/puluhan-santriwati-di-pondok-pesantren-di-kabupaten-pekalongan-jadi-korban-asusila\/"},"modified":"2026-05-27T08:54:05","modified_gmt":"2026-05-27T08:54:05","slug":"puluhan-santriwati-di-pondok-pesantren-di-kabupaten-pekalongan-jadi-korban-asusila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/puluhan-santriwati-di-pondok-pesantren-di-kabupaten-pekalongan-jadi-korban-asusila\/","title":{"rendered":"Puluhan Santriwati di Pondok Pesantren di Kabupaten Pekalongan Jadi Korban Asusila"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779870618_76ee438e61f86c08ac62.jpg\" alt=\"Puluhan Santriwati di Pondok Pesantren di Kabupaten Pekalongan Jadi Korban Asusila\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KASUS dugaan asusila kembali terjadi, sejumlah santriwati di sebuah padepokan (ponpes) di Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pekalongan\" title=\"pekalongan\">Pekalongan<\/a> melaporkan ke kepolisian telah menjadi korban tindak asusila oleh \u00a0pengasuh sekaligus pimpinan padepokan yang berada di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Pekalongan Rabu (27\/5).<\/p>\n<p>Pemantauan Media Indonesia Rabu (27\/5) seorang pengasuh dan sekaligus pimpinan padepokan di \u00a0Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan AKF ditangkap dan dibawa ke Kantor Polres Pekalongan Kota, setelah sejumlah santriwati melaporkan dugaan tindak asusila yang terjadi di padepokan tersebut.<\/p>\n<p>Setelah ditangkap dan dibawa ke Kantor Polres Pekalongan Kota pukul 06.30 WIB, AKF yang mengenakan baju Koko berwarna putih dan berkopiah putih tersebut langsung dibawa ke ruangan Satuan Reskrim untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mengungkap kasus dugaan asusila yang terjadi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/706079\/aktivis-minta-polisi-usut-dan-tindak-tegas-guru-terduga-pelaku-pelecehan-seksual\" title=\"Aktivis Minta Polisi Usut dan Tindak Tegas Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual\" target=\"_blank\">Aktivis Minta Polisi Usut dan Tindak Tegas Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Bebar, terduga kura tangkap setelah proses penyelidikan berlangsung cukup panjang terkait laporan sejumlah santriwati yang menjadi korban tindak asusila,&#8221; kata Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi Rabu (27\/5).<\/p>\n<p>Proses pengusutan terhadap kasus dugaan asusila ini, lanjut Riki Yariandi, berlangsung cukup panjang, karena para korban merupakan santriwati di padepokan tersebut sebelumnya mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor, sehingga penyidik cukup mengalami hambatan.<\/p>\n<p>Pada awalnya, menurut Riki Yariandi, para korban asusila tersebut sangat tertutup, sehingga diperintahkan jajaran Reskrim untuk melakukan pendekatan secara person to person kepada keluarga korban hingga akhirnya ada beberapa korban yang bersedia memberikan laporan resmi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/705534\/puluhan-siswi-sman-3-kota-pekalongan-diduga-mengalami-pelecehan-verbal-dari-guru-bk\" title=\"Puluhan Siswi SMAN 3 Kota Pekalongan Diduga Mengalami Pelecehan Verbal dari Guru BK\" target=\"_blank\">Puluhan Siswi SMAN 3 Kota Pekalongan Diduga Mengalami Pelecehan Verbal dari Guru BK<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan catatan kepolisian sementara, ungkap Riki Yariandi, ada 6 korban berasal dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang rata-rata berusia di bawah umur telah melaporkan telah menjadi korban tindak asusila oleh pelaku yang kini ditangkap polisi.<\/p>\n<p>Terungkapnya kasus ini, berawal ketika organisasi Yakuza Maneges dari Kediri, Jawa Timur, mendatangi lokasi padepokan yang juga sekaligus ponpes beberapa jam sebelum polisi melakukan penangkapan.l, karena menerima banyak aduan dari para korban melalui media sosial dan pesan singkat.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah mendapatkan banyak aduan dari para korban melalui media sosial, kami langsung turun ke padepokan yang juga merupakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pondok-pesantren\" title=\"pondok pesantren\">pondok pesantren<\/a> untuk memberikan pendampingan terhadap korban yang berani memberikan kesaksian,&#8221; ujar Perwakilan Yakuza Maneges Eko Ebes.<\/p>\n<p>Setelah melakukan validasi terhadap laporan asusila ini, demikian Eko Ebes, hingga diturunkan tim untuk memberikan pendampingan hingga terungkapnya kasus itu yang ternyata sudah berlangsung cukup lama dan jumlah santriwati yang diduga menjadi korban bisa mencapai 23-25 orang.<\/p>\n<p>Modys dugaan asusila ini, lanjut Eko Ebes, berdasarkan pengakuan para korban awalnya diminta melakukan pijat, lalu dalam kondisi sepi dan tertutup pelaku diduga meminta korban melakukan tindakan yang mengarah pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelecehan-seksual\" title=\"pelecehan seksual\">pelecehan seksual<\/a>. &#8221; Namun sebagian tidak berani terbuka dan baru enam orang yang berani bicara secara terbuka,&#8221; imbuhnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/894305\/puluhan-santriwati-di-pondok-pesantren-di-kabupaten-pekalongan-jadi-korban-asusila\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) KASUS dugaan asusila kembali terjadi, sejumlah santriwati di sebuah padepokan (ponpes) di Kabupaten Pekalongan melaporkan ke kepolisian telah menjadi korban tindak asusila oleh \u00a0pengasuh sekaligus pimpinan padepokan yang berada di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Pekalongan Rabu (27\/5). Pemantauan Media Indonesia Rabu (27\/5) seorang pengasuh dan sekaligus pimpinan padepokan di \u00a0Desa Simbang Kulon, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}