{"id":48240,"date":"2026-05-27T05:09:25","date_gmt":"2026-05-27T05:09:25","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/pakar-ipb-university-ingatkan-risiko-kontaminasi-daging-kurban-saat-distribusi\/"},"modified":"2026-05-27T05:09:25","modified_gmt":"2026-05-27T05:09:25","slug":"pakar-ipb-university-ingatkan-risiko-kontaminasi-daging-kurban-saat-distribusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/pakar-ipb-university-ingatkan-risiko-kontaminasi-daging-kurban-saat-distribusi\/","title":{"rendered":"Pakar IPB University Ingatkan Risiko Kontaminasi Daging Kurban saat Distribusi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779857877_cc5c1ba04c781c379027.jpeg\" alt=\"Pakar IPB University Ingatkan Risiko Kontaminasi Daging Kurban saat Distribusi\"\/><figcaption>Petugas memasukkan daging kurban ke dalam brongsong (keranjang bambu) untuk dibagikan ke warga di kompleks Majid Agung Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (6\/6\/2025).(ANTARA\/ANIS EFIZUDIN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DOSEN Fakultas Peternakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ipb-university\" title=\"IPB University\">IPB University<\/a>, Dr Muhamad Baihaqi, mengingatkan pentingnya penanganan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hewan-kurban\" title=\"Hewan Kurban\">hewan kurban<\/a> yang higienis untuk menjaga kualitas daging tetap aman dikonsumsi hingga diterima masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Baihaqi, proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban di lapangan masih kerap dilakukan di ruang terbuka dengan standar sanitasi yang minim. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kontaminasi mikroba pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daging-kurban\" title=\"daging kurban\">daging kurban<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cPenyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba,\u201d ujarnya, Rabu (26\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/780487\/lorin-group-solo-salurkan-1100-kantong-daging-kurban-idul-adha\" title=\"Lorin Group Solo Salurkan 1.100 Kantong Daging Kurban Idul Adha\" target=\"_blank\">Lorin Group Solo Salurkan 1.100 Kantong Daging Kurban Idul Adha<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, panitia kurban perlu memisahkan area kotor seperti lokasi penyembelihan dan pengulitan dengan area bersih untuk pemotongan serta pengemasan daging. Langkah itu dinilai penting guna menekan potensi pencemaran mikroba selama proses pengolahan.<\/p>\n<p>Selain itu, Baihaqi juga menyoroti praktik pengemasan daging yang masih mencampurkan daging dengan jeroan dalam satu wadah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempercepat kontaminasi dan menurunkan kualitas daging.<\/p>\n<p>\u201cDaging sering kali dicampur dengan jeroan saat dikemas. Ini berisiko tinggi karena jeroan dapat mempercepat kontaminasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/678993\/menaker-ida-fauziyah-nilai-berkurban-sebagai-simbol-solidaritas-nilai-nilai-sosial\" title=\"Menaker Ida Fauziyah Nilai Berkurban Sebagai Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial\" target=\"_blank\">Menaker Ida Fauziyah Nilai Berkurban Sebagai Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menyarankan agar daging yang telah dipotong segera dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat. Untuk penerima daging kurban, Baihaqi mengimbau agar daging dipisahkan dari jeroan dan tulang, kemudian dibersihkan dan disimpan di freezer apabila belum akan diolah.<\/p>\n<p>Baihaqi menambahkan, kualitas daging juga dipengaruhi kondisi ternak sebelum disembelih. Karena itu, penggunaan transportasi yang layak, pemberian pakan dan minum yang cukup, serta waktu istirahat bagi ternak perlu diperhatikan untuk mengurangi stres pada hewan kurban.<\/p>\n<p>Ia juga menilai distribusi daging kurban perlu dilakukan secara cepat karena umumnya tidak melalui proses pendinginan. Jika terlalu lama berada di suhu ruang, daging berisiko mengalami penurunan kualitas.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, sejumlah lembaga kurban mulai mengembangkan inovasi pengolahan daging menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng. Namun, cara tersebut membutuhkan biaya dan peralatan lebih besar dibanding pembagian daging mentah.<\/p>\n<p>\u201cPenanganan yang baik tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab,\u201d tuturnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894271\/pakar-ipb-university-ingatkan-risiko-kontaminasi-daging-kurban-saat-distribusi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas memasukkan daging kurban ke dalam brongsong (keranjang bambu) untuk dibagikan ke warga di kompleks Majid Agung Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (6\/6\/2025).(ANTARA\/ANIS EFIZUDIN) DOSEN Fakultas Peternakan IPB University, Dr Muhamad Baihaqi, mengingatkan pentingnya penanganan hewan kurban yang higienis untuk menjaga kualitas daging tetap aman dikonsumsi hingga diterima masyarakat. Menurut Baihaqi, proses penyembelihan dan pengolahan hewan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48240"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48240\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}