{"id":48234,"date":"2026-05-27T04:50:49","date_gmt":"2026-05-27T04:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/arca-unfinished-budda-dipindahkan-ke-lokasi-asal-di-borobudur\/"},"modified":"2026-05-27T04:50:49","modified_gmt":"2026-05-27T04:50:49","slug":"arca-unfinished-budda-dipindahkan-ke-lokasi-asal-di-borobudur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/arca-unfinished-budda-dipindahkan-ke-lokasi-asal-di-borobudur\/","title":{"rendered":"Arca Unfinished Budda Dipindahkan ke Lokasi Asal di Borobudur"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779856908_e679fef765f0383fd97f.jpg\" alt=\"Arca Unfinished Budda Dipindahkan ke Lokasi Asal di Borobudur\"\/><figcaption>Arca Unfinished Budhha yang dipindahkan ke lokasi asalnya di Borobudur, Jawa Tengah(Agus Utantoro\/MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/arca\" title=\"arca\">ARCA<\/a> Unfinished <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/buddha\" title=\"buddha\">Buddha<\/a> dikembalikan ke tempat aslinya di Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/borobudur\" title=\"Borobudur\">Borobudur<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-tengah\" title=\"Jawa Tengah\">Jawa Tengah<\/a>, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Pemindahan arca tersebut dilakukan Selasa (25\/5), yang diselenggarakan melalui kolaborasi lintas pihak antara lain Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, komunitas masyarakat adat setempat. Tujuannya guna memastikan aspek pelestarian dan keberlanjutan situs cagar budaya tetap terjaga.<\/p>\n<p>Proses pemindahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/arca-unfinished-buddha\" title=\"Arca Unfinished Buddha\">Arca Unfinished Buddha<\/a> di kawasan Candi Borobudur resmi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/586905\/terbangkan-lampion-di-borobudur-ganjar-rasakan-kebahagiaan-umat-buddha\" title=\"Terbangkan Lampion di Borobudur, Ganjar Rasakan Kebahagiaan Umat Buddha\" target=\"_blank\">Terbangkan Lampion di Borobudur, Ganjar Rasakan Kebahagiaan Umat Buddha<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Museum &amp; Cagar Budaya, Esti Nurjadin menyatakan langkah ini tak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia, namun juga menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSeluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya.<\/p>\n<p>Direktur Utama InJourney Maya Watono menambahkan, Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang memiliki peranan penting bagi umat Buddha namun juga sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/771186\/ribuan-umat-buddha-ikuti-detik-detik-waisak-2569-be-di-borobudur\" title=\"Ribuan umat Buddha Ikuti Detik-Detik Waisak 2569 BE di Borobudur\" target=\"_blank\">Ribuan umat Buddha Ikuti Detik-Detik Waisak 2569 BE di Borobudur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yangg memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas,\u201d tutur Maya Watono.<\/p>\n<p>Prosesi pemindahan arca dilakukan dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. \u00a0Momentum ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.\u00a0<\/p>\n<p>Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPenempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung,\u201d jelas Febrina Intan. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/894266\/arca-unfinished-budda-dipindahkan-ke-lokasi-asal-di-borobudur\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arca Unfinished Budhha yang dipindahkan ke lokasi asalnya di Borobudur, Jawa Tengah(Agus Utantoro\/MI) ARCA Unfinished Buddha dikembalikan ke tempat aslinya di Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48234\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}