{"id":48165,"date":"2026-05-27T00:59:49","date_gmt":"2026-05-27T00:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/dibayangi-perang-saham-bank-tetap-terbang\/"},"modified":"2026-05-27T00:59:49","modified_gmt":"2026-05-27T00:59:49","slug":"dibayangi-perang-saham-bank-tetap-terbang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/dibayangi-perang-saham-bank-tetap-terbang\/","title":{"rendered":"Dibayangi Perang, Saham Bank Tetap Terbang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><em>Konflik Timur Tengah dinilai berdampak minor terhadap dunia perbankan. Kendati koreksi di awal tahun, namun saham bank tetap menawarakan cuan tinggi.<\/em><\/p>\n<p>Ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali menguji ketahanan sektor keuangan global. Perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bukan sekadar memanaskan suhu politik kawasan, tetapi juga memicu gelombang ketidakpastian yang menjalar ke pasar energi, nilai tukar, hingga arus modal global.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, yang ekonominya terbuka dan terhubung erat dengan dinamika global, gejolak ini menjadi ujian tersendiri\u2014salah satunya industri perbankan.<\/p>\n<p>Namun, di tengah bayang-bayang risiko tersebut, regulator menilai fondasi perbankan nasional masih kokoh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap bank di Indonesia relatif terbatas. Hal ini tak lepas dari kecilnya eksposur perbankan nasional terhadap pihak nonresiden di kawasan konflik. \u201cDampak langsung dari konflik Timur Tengah terhadap perbankan Indonesia itu sebetulnya relatif terbatas,\u201d ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, baru-baru ini kepada media.<\/p>\n<p>Meski demikian, ketenangan itu tidak serta-merta meniadakan risiko. Dalam lanskap global yang saling terhubung, efek rambatan justru menjadi perhatian utama. Salah satu titik krusial adalah potensi gangguan distribusi energi dunia. Karena ada Selat Hormuz di dalamnya. Jalur yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi global.<\/p>\n<p>Namun lagi-lagi, data OJK membuat publik masih tersenyum. Hingga Februari 2026, indikator utama perbankan Indonesia menunjukkan daya tahan solid. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat tinggi di level 25,83%, jauh di atas standar minimum.<\/p>\n<p>Dengan <em>NPL gross <\/em>tetap terjaga di kisaran 2,17%. Likuiditas pun relatif longgar, terlihat <em>loan to deposit ratio (LDR) <\/em>sebesar 84,72% \u2014masih dalam rentang sehat\u2014 dan <em>liquidity coverage ratio<\/em> (LCR) mencapai 195,64%. Masih jauh di atas ketentuan.<\/p>\n<p><strong>Sempat Tak Mulus<\/strong><\/p>\n<p>Namun, sempat ada cerita tak mulus di pasar modal. Saham-saham perbankan alami tekanan sejak awal tahun. Mengutip <em>IDNFinancials.com,<\/em> per 20 April 2026, saham BBCA mengalami penurunan paling dalam, sebesar 19,20% secara <em>year-to-date <\/em>ke level Rp6.425 per lembar. Padahal, bank swasta terbesar ini menawarkan <em>yield <\/em>dividen yang relatif menarik, 5,15% untuk tahun buku 2025. Tekanan jual asing menjadi faktor dominan, dengan <em>net sell <\/em>mencapai Rp21,90 triliun.<\/p>\n<p>Saham BBRI terkoreksi 5,74% sejak awal tahun. Padahal bank ini sebenarnya menawarkan <em>yield <\/em>dividen sangat kompetitif, mencapai 10,03%. Namun, arus keluar dana asing tetap terjadi sebesar Rp5,02 triliun.<\/p>\n<p>Nasib serupa dialami BMRI yang merosot 9,22% sejak awal tahun, dengan <em>net sell <\/em>asing mencapai Rp4,72 triliun, meski tetap membagikan dividen dengan <em>yield <\/em>2,16%.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50-683x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-129530\" srcset=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50-683x1024.png 683w, https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50-200x300.png 200w, https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50-768x1152.png 768w, https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50-750x1125.png 750w, https:\/\/www.topbusiness.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/ChatGPT-Image-27-Mei-2026-07.28.50.png 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\"\/><\/a><figcaption>Data dari Berbagai Sumber Diolah Menggunakan Open AI<\/figcaption><\/figure>\n<p>Meski begitu, kata Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman, saham perbankan berpeluang pulih. Terutama setelah faktor teknikal sepert<em>i rebalancing<\/em> indeks global oleh MSCI menjadi lebih jelas.<\/p>\n<p>Dalam skenario yang lebih optimistis, pelemahan rupiah justru bisa menjadi daya tarik bagi investor asing. \u201cIni sangat bagus di mata asing, karena mereka dapat keuntungan dari dua hal: sisi\u00a0<em>capital gain\u00a0<\/em>dan dividen, dan juga penguatan dari sisi kurs,\u201d tandas Fath.<\/p>\n<p>Dan faktor yang paling menekan kinerja bank pelat merah awal 2026, kata Arianto Muditomo, pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, adalah kompetisi dana yang tetap ketat dan potensi penyempitan margin bunga bersih. Selain itu, risiko eksternal seperti volatilitas global dan nilai tukar dapat menahan <em>appetite <\/em>ekspansi.<\/p>\n<p><strong>Prospektif<\/strong><\/p>\n<p>Sejumlah bank sudah melaporkan kinerjanya selama kuartal I-2026. BMRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6% <em>year on year (yoy), <\/em>dengan profitabilitas yang kokoh tercermin dari<em> Return on Equity (ROE) <\/em>di level 22,1% serta permodalan (CAR) kuat di level 19,7%.<\/p>\n<p>BBTN malah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 22,6% yoy menjadi Rp1,1 triliun. Kenaikan laba ditopang berbagai langkah transformasi, inovasi, serta dukungan solid pemerintah untuk industri pembiayaan perumahan nasional.<\/p>\n<p>Sedang Bank BSI mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang solid pada kuartal I dengan total Rp323 triliun atau tumbuh 14,32%.<\/p>\n<p>Kepada <em>FaktaBerita, <\/em>Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengatakan, dampak perang Iran-AS realtif kecil, karena perbankan Indonesia lebih mengutamakan pasar domestik.<\/p>\n<p>\u201cMemang ada dinamika di Timur Tengah, ada depresiasi rupiah, bahkan di pasar modal masih terjadi <em>capital outflow, <\/em>tapi dari sisi konsumsi domestik masih tumbuh. Karena konsep perbankan Indonesia lebih ke <em>domestic driven,<\/em> bukan <em>external driven <\/em>atau <em>global driven,\u201d<\/em> kata dia.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% menjadi katalis positif. Ini, disebut Nafan, akan menjaga stabilitas <em>net interest margin.<\/em> Lantaran<em> cost of fund<\/em> yang fleksibel membuat bank tak terburu-buru mengerek suku bunga kreditnya.<\/p>\n<p>Apalagi hingga hingga kuartal I, profitabilitas perbankan masih <em>oke. <\/em>\u201cBMRI misalnya, labanya<em> double digit.<\/em> Makanya, saham bank ini masih saya rekomendasi sebagai strategi investasi di kuartal II ini. Jadi kalau bicara diversifikasi protoflio, jangan menaruh semua dana di satu sektor. Sebaiknya kombinasikan saham defensif (sektor perbankan dan konsumsi non siklikal) dengan saham <em>growth (<\/em>pertambangan), misalnya,\u201d tandas dia.<\/p>\n<p>Bahkan dia menyebut, saham bank tetap favorit di kuartal II ini. Dari 10 besar Saham IDX80 dengan kategori <em>\u201cDividen Yield <\/em>yang Menarik\u201d, ada beberapa saham bank. Seperti BJTM diestimasi <em>yield<\/em> 7,8-8,5%. \u201cIni favorit untuk stabilitas, karena harga saham jarang lari, tapi dividen pasti,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lalu ada BJBR, dengan estimasi <em>yield<\/em> 7.5% \u2013 8.2%. Mirip BJTM, cocok untuk koleksi jangka panjang. Juga ada BBRI, dengan estimasi <em>yield<\/em> 4.6% \u2013 5.2%, karena dividen interim plus final menjadikannya sangat menarik untuk institusi. Dan BMRI dengan estimasi<em> yield <\/em>di 3.8% \u2013 4.5%. \u201cIni menarik jadi pilihan, karena ffisiensi tinggi membuat laba naik, dividen pun ikut terdongkrak,\u201d pungkas dia.<\/p>\n<p><em>*Tulisan Ini Sebelumnya Dimuat di Majalah FaktaBerita<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/129528\/dibayangi-perang-saham-bank-tetap-terbang.html\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konflik Timur Tengah dinilai berdampak minor terhadap dunia perbankan. Kendati koreksi di awal tahun, namun saham bank tetap menawarakan cuan tinggi. Ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali menguji ketahanan sektor keuangan global. Perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bukan sekadar memanaskan suhu politik kawasan, tetapi juga memicu gelombang ketidakpastian yang menjalar ke pasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5],"tags":[],"class_list":["post-48165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48165\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}