{"id":48161,"date":"2026-05-27T00:43:39","date_gmt":"2026-05-27T00:43:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/tantangan-lupus-di-indonesia-angka-mortalitas-tinggi-dan-inovasi-terapi-terbaru\/"},"modified":"2026-05-27T00:43:39","modified_gmt":"2026-05-27T00:43:39","slug":"tantangan-lupus-di-indonesia-angka-mortalitas-tinggi-dan-inovasi-terapi-terbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/27\/tantangan-lupus-di-indonesia-angka-mortalitas-tinggi-dan-inovasi-terapi-terbaru\/","title":{"rendered":"Tantangan Lupus di Indonesia Angka Mortalitas Tinggi dan Inovasi Terapi Terbaru"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/27\/1779841834_420b5dcdd1c19b570d96.jpg\" alt=\"Tantangan Lupus di Indonesia: Angka Mortalitas Tinggi dan Inovasi Terapi Terbaru\"\/><figcaption>Inisiatif edukasi bertajuk From Burden to Living Well yang diluncurkan di Hari Lupus Sedunia.(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>INDONESIA<b> <\/b>tengah menghadapi tantangan serius dalam penanganan <em>Systemic <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lupus\" title=\"Lupus\">Lupus<\/a> Erythematosus<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sle\" title=\"sle\">SLE<\/a>). Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1,4 juta pasien SLE di tanah air dengan tingkat mortalitas mencapai 8,1%. Angka kematian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu yang tertinggi di tingkat global.<\/p>\n<p>Ironisnya, di balik tingginya angka tersebut, banyak pasien yang terlambat terdiagnosis. Sering kali, kepastian medis baru didapatkan ketika pasien sudah mengalami kerusakan organ permanen. Menanggapi realita ini, AstraZeneca Indonesia memanfaatkan momentum <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hari-lupus-sedunia\" title=\"Hari Lupus Sedunia\">Hari Lupus Sedunia<\/a> untuk memperkuat inisiatif edukasi bertajuk <em>&#8220;From Burden to Living Well&#8221;<\/em>.<\/p>\n<h3>Mengenal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit\" title=\"penyakit\">Penyakit<\/a> Seribu Wajah<\/h3>\n<p>SLE merupakan penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/autoimun\" title=\"autoimun\">autoimun<\/a> kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehatnya sendiri. Penyakit ini memicu peradangan kronis yang dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, hingga sistem saraf pusat. Karena gejalanya yang sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain, SLE kerap dijuluki sebagai &#8220;penyakit seribu wajah&#8221;.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/769591\/hari-lupus-sedunia-10-mei-kenali-gejala-dan-penyebab-penyakitnya\" title=\"Hari Lupus Sedunia 10 Mei, Kenali Gejala dan Penyebab Penyakitnya\" target=\"_blank\">Hari Lupus Sedunia 10 Mei, Kenali Gejala dan Penyebab Penyakitnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, menjelaskan bahwa manifestasi klinis SLE bisa muncul secara bertahap maupun tiba-tiba.<\/p>\n<p>&#8220;Pasien dapat mengalami kelelahan ekstrem, nyeri sendi, hingga ruam kulit. Tantangan utama di praktik klinis adalah keterlambatan diagnosis karena gejalanya tidak spesifik,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Data Epidemiologi dan Dampak SLE di Indonesia<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Indikator<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Statistik \/ Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Estimasi Jumlah Pasien di Indonesia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">1,4 Juta Pasien<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Tingkat Mortalitas (Indonesia)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">8,1% (Salah satu tertinggi global)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Insidensi di Indonesia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">7,4 per 100.000 orang\/tahun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Peringkat Global (Perempuan Usia Produktif)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Peringkat ke-4 Dunia<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Dampak Produktivitas<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">82% pasien mengalami penurunan produktivitas<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Inovasi Terapi dan Target Remisi<\/h3>\n<p>Seiring kemajuan riset medis, fokus penanganan SLE kini bergeser. Jika sebelumnya hanya berfokus pada mengatasi kekambuhan (<em>flare<\/em>), kini target utamanya adalah mencapai remisi atau kondisi di mana aktivitas penyakit tetap rendah secara konsisten.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872805\/mengendalikan-penyakit-autoimun-agar-tetap-sehat-saat-idul-fitri\" title=\"Mengendalikan Penyakit Autoimun agar Tetap Sehat saat Idul Fitri\" target=\"_blank\">Mengendalikan Penyakit Autoimun agar Tetap Sehat saat Idul Fitri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu terobosan terbaru yang hadir di Indonesia adalah <strong>Anifrolumab<\/strong>. Ini merupakan terapi biologis pertama yang bekerja spesifik menargetkan jalur Interferon Tipe I, mekanisme utama yang memicu peradangan terus-menerus pada pasien SLE.<\/p>\n<p>\u201cPemahaman mendalam terhadap peran Interferon Tipe I membuka peluang terapi yang lebih terarah. Tujuannya adalah mengontrol aktivitas penyakit secara cepat, mencapai remisi, serta melindungi pasien dari kerusakan organ jangka panjang,\u201d jelas dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.<\/p>\n<h3>Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor<\/h3>\n<p>Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Melalui kolaborasi lintas sektor, AstraZeneca telah menjangkau lebih dari 87.000 generasi muda di Indonesia melalui program edukasi kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cKami percaya bahwa dengan diagnosis yang lebih dini dan penanganan yang tepat, penyandang SLE di Indonesia dapat bergerak dari beban penyakit menuju kualitas hidup yang lebih baik,\u201d tutup Esra.<\/p>\n<p>Meski bersifat kronis, para ahli menekankan bahwa pasien SLE tetap memiliki harapan hidup yang berkualitas. Kuncinya terletak pada kepatuhan terapi, kontrol rutin ke dokter, dan akses terhadap inovasi medis terbaru yang dapat meminimalkan penggunaan obat-obatan jangka panjang dengan efek samping tinggi seperti Glukokortikoid. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/894224\/tantangan-lupus-di-indonesia-angka-mortalitas-tinggi-dan-inovasi-terapi-terbaru\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inisiatif edukasi bertajuk From Burden to Living Well yang diluncurkan di Hari Lupus Sedunia.(MI\/HO) INDONESIA tengah menghadapi tantangan serius dalam penanganan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1,4 juta pasien SLE di tanah air dengan tingkat mortalitas mencapai 8,1%. Angka kematian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu yang tertinggi di tingkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}