{"id":48067,"date":"2026-05-26T18:58:16","date_gmt":"2026-05-26T18:58:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/medan-magnet-ganymede-diduga-terbentuk-dari-inti-yang-masih-tumbuh\/"},"modified":"2026-05-26T18:58:16","modified_gmt":"2026-05-26T18:58:16","slug":"medan-magnet-ganymede-diduga-terbentuk-dari-inti-yang-masih-tumbuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/medan-magnet-ganymede-diduga-terbentuk-dari-inti-yang-masih-tumbuh\/","title":{"rendered":"Medan Magnet Ganymede Diduga Terbentuk dari Inti yang Masih Tumbuh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/26\/1779804995_42ade250874c5f71a79a.jpg\" alt=\"Medan Magnet Ganymede Diduga Terbentuk dari Inti yang Masih \u201cTumbuh\u201d\"\/><figcaption>Ilustrasi medan magnet Ganymede(Science Advances)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BULAN terbesar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jupiter\" title=\"Jupiter\">Jupiter<\/a>, Ganymede, kembali menarik perhatian ilmuwan. Studi terbaru mengungkap bahwa medan magnet unik Ganymede kemungkinan bukan berasal dari inti yang telah mendingin, melainkan dari proses pembentukan inti yang masih berlangsung hingga sekarang.<\/p>\n<p>Selama ini, ilmuwan meyakini <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/medan-magnet-ganymede\" title=\"Medan Magnet Ganymede\">medan magnet Ganymede<\/a> dihasilkan oleh konveksi \u201csalju besi\u201d di inti logam cairnya. Namun, penelitian baru yang diterbitkan di Science Advances menunjukkan kemungkinan berbeda: inti Ganymede ternyata masih terus terbentuk secara perlahan.<\/p>\n<p>Ganymede menjadi satu-satunya bulan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tata-surya\" title=\"Tata Surya\">tata surya<\/a> yang diketahui memiliki medan magnet internal aktif. Biasanya, medan magnet benda langit muncul dari proses dinamo magnetik, yakni pergerakan fluida penghantar listrik seperti besi cair di dalam inti.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/776640\/jupiter-menyusut-apa-pengaruhnya-terhadap-alam-semesta\" title=\"Jupiter Menyusut, Apa Pengaruhnya Terhadap Alam Semesta?\" target=\"_blank\">Jupiter Menyusut, Apa Pengaruhnya Terhadap Alam Semesta?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada banyak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/planet\" title=\"Planet\">planet<\/a> dan bulan lain, proses pembentukan inti sudah selesai miliaran tahun lalu sehingga medan magnetnya menghilang. Contohnya adalah Mars yang kini tidak lagi memiliki medan magnet global aktif.<\/p>\n<p>Melalui model evolusi termal satu dimensi, para peneliti mensimulasikan berbagai kondisi interior Ganymede, termasuk kandungan air, komposisi awal, dan efek pemanasan pasang surut. Hasilnya menunjukkan bahwa bagian dalam Ganymede kemungkinan mengalami \u201cawal dingin\u201d, sehingga proses pemisahan besi dan pembentukan inti berlangsung sangat lambat namun tetap aktif hingga sekarang.<\/p>\n<p>Menurut model tersebut, besi cair secara bertahap terus tenggelam menuju inti dan mengaduk logam cair di dalamnya. Proses ini menjaga dinamo magnetik tetap hidup selama miliaran tahun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/650296\/ilmuwan-jajaki-kehidupan-di-bintang-kematian\" title=\"Ilmuwan Jajaki Kehidupan di Bintang Kematian\" target=\"_blank\">Ilmuwan Jajaki Kehidupan di Bintang Kematian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti menyebut sumber panas yang mempertahankan proses itu berasal dari isotop radioaktif, energi gravitasi akibat pembentukan inti, dan pemanasan pasang surut. Model ini juga mengasumsikan Ganymede memiliki sistem inti Fe-FeS yang memiliki titik leleh lebih rendah dibanding campuran besi lainnya.<\/p>\n<p>Temuan ini juga memberi petunjuk baru mengenai evolusi bulan-bulan lain di sekitar Jupiter. Peneliti memperkirakan Europa kemungkinan mengalami evolusi internal yang lebih hangat, sedangkan Callisto justru berkembang lebih dingin sehingga sulit mempertahankan dinamo magnetik aktif.<\/p>\n<p>Studi ini membuka kemungkinan bahwa proses pembentukan inti planet atau bulan tidak selalu selesai di awal sejarah tata surya, melainkan dapat berlangsung sangat lama dan terus memengaruhi aktivitas internal benda langit hingga miliaran tahun kemudian.<\/p>\n<p>(Sumber: Phsy\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/894154\/medan-magnet-ganymede-diduga-terbentuk-dari-inti-yang-masih-tumbuh\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi medan magnet Ganymede(Science Advances) BULAN terbesar Jupiter, Ganymede, kembali menarik perhatian ilmuwan. Studi terbaru mengungkap bahwa medan magnet unik Ganymede kemungkinan bukan berasal dari inti yang telah mendingin, melainkan dari proses pembentukan inti yang masih berlangsung hingga sekarang. Selama ini, ilmuwan meyakini medan magnet Ganymede dihasilkan oleh konveksi \u201csalju besi\u201d di inti logam cairnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}