{"id":47906,"date":"2026-05-26T12:26:45","date_gmt":"2026-05-26T12:26:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/bukan-ekspor-atau-hasil-kekayaan-alam-ternyata-ini-tulang-punggung-ekonomi-indonesia\/"},"modified":"2026-05-26T12:26:45","modified_gmt":"2026-05-26T12:26:45","slug":"bukan-ekspor-atau-hasil-kekayaan-alam-ternyata-ini-tulang-punggung-ekonomi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/bukan-ekspor-atau-hasil-kekayaan-alam-ternyata-ini-tulang-punggung-ekonomi-indonesia\/","title":{"rendered":"Bukan Ekspor atau Hasil Kekayaan Alam, Ternyata Ini Tulang Punggung Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/26\/1779798136_170eb3c14eb4ee625bb4.png\" alt=\"Bukan Ekspor atau Hasil Kekayaan Alam, Ternyata Ini Tulang Punggung Ekonomi Indonesia\"\/><figcaption>ilustrasi(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KEPALA Badan Pusat Statistik (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bps\" title=\"BPS\">BPS<\/a>) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amalia-adininggar-widyasanti\" title=\"Amalia Adininggar Widyasanti\">Amalia Adininggar Widyasanti<\/a> mengatakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fundamental-ekonomi\" title=\"fundamental ekonomi\">fundamental ekonomi<\/a> Indonesia pada Triwulan I-2026 masih solid, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi dan percepatan belanja pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cFundamental ekonomi Indonesia sepanjang triwulan I Januari sampai dengan Maret 2026 itu masih terlihat solid,\u201d kata Amalia di Jakarta, Selasa.<\/p>\n<p>BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan pada Triwulan I-2026, didorong aktivitas konsumsi masyarakat, investasi dan stimulus fiskal pemerintah pada awal tahun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886877\/pertumbuhan-561-persen-jadi-bukti-ketangguhan-ekonomi-ri-di-tengah-tekanan-ketidakpastian-global\" title=\"Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Bukti Ketangguhan Ekonomi RI di Tengah Tekanan Ketidakpastian Global\" target=\"_blank\">Pertumbuhan 5,61 Persen Jadi Bukti Ketangguhan Ekonomi RI di Tengah Tekanan Ketidakpastian Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Amalia menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan karena menyumbang lebih dari separuh perekonomian nasional dari sisi pengeluaran. \u201cKonsumsi rumah tangga memang menopang lebih dari setengah ekonomi Indonesia yang tumbuh di triwulan I 2026,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52% dengan kontribusi 54,38% terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyumbang 2,94% poin terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-ekonomi\" title=\"Pertumbuhan Ekonomi\">pertumbuhan ekonomi<\/a>. Menurut Amalia, daya beli masyarakat masih cukup terjaga dan didukung meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.<\/p>\n<p>Ia menambahkan pertumbuhan konsumsi juga terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan, transportasi, restoran, hotel, serta transaksi ekonomi digital selama periode libur panjang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886772\/pertanyakan-pertumbuhan-ekonomi-561-ekonom-tak-sinkron-dengan-lapangan\" title=\"Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi 5,61%, Ekonom: Tak Sinkron dengan Lapangan\" target=\"_blank\">Pertanyakan Pertumbuhan Ekonomi 5,61%, Ekonom: Tak Sinkron dengan Lapangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 5,96% dengan kontribusi 28,29% terhadap PDB. Investasi turut menyumbang 1,79% poin terhadap pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026.<\/p>\n<p>Amalia mengatakan pertumbuhan investasi ditopang peningkatan permintaan barang modal seperti mesin, perlengkapan, dan kendaraan untuk mendukung aktivitas produksi dan ekspansi usaha.<\/p>\n<p>\u201cImpor barang modal itu tumbuhnya 14,27%. Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) 7,2%. Dan belanja modal pemerintah tumbuh 36,7%,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 21,81% dan menyumbang 1,26% poin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Amalia, percepatan belanja pemerintah pada awal tahun menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya di triwulan pertama pengeluaran pemerintah itu terbatas, tetapi khusus di triwulan I 2026 ini ada kebijakan stimulus pemerintah yang kemudian realisasi belanja anggaran pemerintah di era Bapak Presiden Prabowo ini mendorong stimulus pemerintah, sehingga di triwulan I ini pengeluaran pemerintahnya menjadi jauh lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan percepatan realisasi belanja barang dan jasa serta berbagai insentif pemerintah memberi efek pengganda terhadap aktivitas ekonomi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh tertinggi sebesar 8,04%, diikuti perdagangan 6,26%, industri pengolahan 5,04% dan pertanian 4,97% pada Triwulan I-2026.<\/p>\n<p>Amalia mengatakan pertumbuhan sejumlah sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/894094\/bukan-ekspor-atau-hasil-kekayaan-alam-ternyata-ini-tulang-punggung-ekonomi-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(MI) KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan fundamental ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 masih solid, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi dan percepatan belanja pemerintah. \u201cFundamental ekonomi Indonesia sepanjang triwulan I Januari sampai dengan Maret 2026 itu masih terlihat solid,\u201d kata Amalia di Jakarta, Selasa. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47907,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-47906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}