{"id":47689,"date":"2026-05-26T03:42:48","date_gmt":"2026-05-26T03:42:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/komnas-ham-desak-revisi-uu-tppo-hadapi-darurat-perdagangan-orang-berbasis-siber\/"},"modified":"2026-05-26T03:42:48","modified_gmt":"2026-05-26T03:42:48","slug":"komnas-ham-desak-revisi-uu-tppo-hadapi-darurat-perdagangan-orang-berbasis-siber","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/26\/komnas-ham-desak-revisi-uu-tppo-hadapi-darurat-perdagangan-orang-berbasis-siber\/","title":{"rendered":"Komnas HAM Desak Revisi UU TPPO Hadapi Darurat Perdagangan Orang Berbasis Siber"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/26\/1779766506_a301e0036d9867541536.jpg\" alt=\"Komnas HAM Desak Revisi UU TPPO Hadapi Darurat Perdagangan Orang Berbasis Siber\"\/><figcaption>Ketua Komnas HAM Anis Hidayah(MI\/Susanto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMISI<b> <\/b>Nasional Hak Asasi Manusia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komnas-ham\" title=\"Komnas HAM\">Komnas HAM<\/a>) secara resmi mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perdagangan-orang\" title=\"Perdagangan Orang\">Perdagangan Orang<\/a> (TPPO). Langkah ini dinilai krusial mengingat pola kejahatan perdagangan manusia telah bertransformasi menjadi lebih kompleks dengan memanfaatkan teknologi digital.<\/p>\n<p>Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas lembaga bersama Komisi XIII DPR RI pada Senin (25\/5). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Komnas HAM, Komnas Perempuan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.<\/p>\n<h3>Indonesia Darurat Perdagangan Orang<\/h3>\n<p>Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam status darurat perdagangan orang. Ia menyoroti lonjakan jumlah korban yang mayoritas berasal dari kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan pekerja migran.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/889394\/natalius-pigai-konflik-papua-butuh-solusi-besar-dan-pendekatan-damai\" title=\"Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar dan Pendekatan Damai\" target=\"_blank\">Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar dan Pendekatan Damai<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSituasi perdagangan orang di Indonesia menunjukkan kondisi darurat. Korban dari kelompok rentan mengalami peningkatan tajam,\u201d ujar Anis di hadapan anggota Komisi XIII DPR RI.<\/p>\n<p>Menurut Anis, regulasi yang ada saat ini sudah tertinggal zaman. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/uu-tppo\" title=\"uu tppo\">UU TPPO<\/a> tahun 2007 dianggap tidak lagi mampu menjangkau modus operandi baru yang kini berbasis siber, seperti praktik <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/online-scam\" title=\"online scam\">online scam<\/a><\/em> yang menjerat banyak warga negara Indonesia (WNI) baik di dalam maupun luar negeri.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Poin Utama Desakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/revisi-uu-tppo\" title=\"Revisi UU TPPO\">Revisi UU TPPO<\/a>:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #2c3e50; color: white;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kondisi Saat Ini<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kebutuhan Masa Depan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Modus Operandi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Konvensional\/Fisik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Berbasis Siber (Online Scam)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Target Serangan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Eksploitasi Fisik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kemampuan Kognitif &amp; Digital<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Regulasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">UU No. 21 Tahun 2007<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Revisi UU TPPO yang Adaptif<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Akar Masalah: Ekonomi dan Kesejahteraan<\/h3>\n<p>Selain faktor teknologi, Komnas HAM juga menyoroti lemahnya penanganan kasus di daerah, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah konkret, Komnas HAM telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi implementasi undang-undang serta memperkuat upaya pencegahan di lapangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/887406\/8000-wni-terkait-sindikat-penipuan-daring-di-kamboja-minta-pulang\" title=\"8.000 WNI Terkait Sindikat Penipuan Daring di Kamboja Minta Pulang\" target=\"_blank\">8.000 WNI Terkait Sindikat Penipuan Daring di Kamboja Minta Pulang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Anis mengingatkan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Negara harus hadir menyelesaikan akar persoalan yang memicu maraknya TPPO, yakni kemiskinan dan minimnya akses terhadap lapangan kerja yang layak.<\/p>\n<p>\u201cAkar masalah dari TPPO sejatinya terkait dengan hak atas kesejahteraan dan pekerjaan. Apabila negara mampu memenuhi kedua hak tersebut, maka perdagangan orang akan berkurang secara signifikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Melalui revisi UU TPPO, diharapkan tercipta payung hukum yang lebih kuat untuk melindungi hak asasi manusia, meningkatkan efektivitas pemulihan korban, serta memberikan sanksi berat bagi pelaku kejahatan lintas negara yang kini bersembunyi di balik ruang digital. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/893890\/komnas-ham-desak-revisi-uu-tppo-hadapi-darurat-perdagangan-orang-berbasis-siber\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Komnas HAM Anis Hidayah(MI\/Susanto) KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) secara resmi mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera melakukan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Langkah ini dinilai krusial mengingat pola kejahatan perdagangan manusia telah bertransformasi menjadi lebih kompleks dengan memanfaatkan teknologi digital. Desakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-47689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}