{"id":46942,"date":"2026-05-24T17:23:53","date_gmt":"2026-05-24T17:23:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/wabah-ebola-di-rd-kongo-ketakutan-dan-penyangkalan-di-tengah-konflik\/"},"modified":"2026-05-24T17:23:53","modified_gmt":"2026-05-24T17:23:53","slug":"wabah-ebola-di-rd-kongo-ketakutan-dan-penyangkalan-di-tengah-konflik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/wabah-ebola-di-rd-kongo-ketakutan-dan-penyangkalan-di-tengah-konflik\/","title":{"rendered":"Wabah Ebola di RD Kongo Ketakutan dan Penyangkalan di Tengah Konflik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/24\/1779640091_b5db1b9706595b7de061.jpg\" alt=\"Wabah Ebola di RD Kongo: Ketakutan dan Penyangkalan di Tengah Konflik\"\/><figcaption>Petugas kesehatan Kongo.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>REPUBLIK Demokratik Kongo (RD Kongo) kembali menghadapi krisis kesehatan hebat. Wabah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ebola\" title=\"ebola\">Ebola<\/a> ke-17 yang melanda wilayah timur negara tersebut kini berada pada titik kritis.\u00a0Ketakutan dan penyangkalan masyarakat menjadi penghalang utama dalam upaya penyelamatan nyawa.<\/p>\n<p>Di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mongbwalu\" title=\"Mongbwalu\">Mongbwalu<\/a>, satu kota di Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah, Laureine Sakiya, 26, ialah satu dari sedikit warga yang percaya bahwa virus mematikan ini nyata. Setelah menyaksikan tetangganya meninggal satu per satu, ia mendesak otoritas untuk segera bertindak. &#8220;Pemerintah harus membawakan kami vaksin,&#8221; ujarnya kepada AFP.<\/p>\n<h2>Varian Bundibugyo: Tanpa Vaksin dan Pengobatan<\/h2>\n<p>Tantangan terbesar dalam wabah kali ini ialah jenis virus yang menyerang. Otoritas kesehatan mengonfirmasi bahwa wabah ini disebabkan oleh <strong>strain Bundibugyo<\/strong>. Berbeda dengan strain Zaire yang memiliki vaksin efektif, saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus yang tersedia untuk varian Bundibugyo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891677\/wabah-virus-bundibugyo-kronologi-temuan-kasus-ebola-di-kongo-dan-uganda\" title=\"Wabah Virus Bundibugyo: Kronologi Temuan Kasus Ebola di Kongo dan Uganda\" target=\"_blank\">Wabah Virus Bundibugyo: Kronologi Temuan Kasus Ebola di Kongo dan Uganda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hingga 24 Mei 2026, wabah ini diyakini menewaskan sedikitnya 204 orang di seluruh negeri. Di Mongbwalu sendiri, dari 322 orang yang diduga terinfeksi, 88 di antaranya meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan epidemi ini sebagai darurat internasional setelah virus menyebar ke provinsi tetangga hingga mencapai wilayah Uganda.<\/p>\n<p><strong>Status Darurat:<\/strong> WHO menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo sebagai darurat kesehatan internasional karena penyebaran lintas batas dan ketiadaan vaksin spesifik.<\/p>\n<h2>Penyangkalan dan Skandal Peti Mati<\/h2>\n<p>Ketidakpercayaan terhadap pemerintah yang berakar dari konflik berkepanjangan dan pengabaian selama puluhan tahun memicu teori konspirasi di tengah masyarakat. Banyak warga menganggap Ebola sebagai penyakit mistis\u00a0atau rekayasa politik.<\/p>\n<p>Jonathan Imbalapay, seorang tokoh masyarakat di Mongbwalu, menceritakan awal mula meluasnya ketakutan yang disebut warga sebagai urusan peti mati. Kasus pertama teridentifikasi di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri. Saat jenazah korban dibawa pulang ke Mongbwalu menempuh perjalanan darat sejauh 80 kilometer, peti mati tersebut rusak akibat kondisi jalan yang buruk.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893101\/who-penyediaan-vaksin-ebola-untuk-wabah-di-kongo-butuh-waktu-sembilan-bulan\" title=\"WHO: Penyediaan Vaksin Ebola untuk Wabah di Kongo Butuh Waktu Sembilan Bulan\" target=\"_blank\">WHO: Penyediaan Vaksin Ebola untuk Wabah di Kongo Butuh Waktu Sembilan Bulan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Paparan jenazah yang terinfeksi ke lingkungan terbuka memicu kepanikan. Ironisnya, tes awal di laboratorium provinsi gagal mendeteksi Ebola, yang membuat warga semakin yakin bahwa penyakit ini bukan virus medis. Konfirmasi resmi baru didapat setelah sampel dikirim ke laboratorium biomedis di Kinshasa, yang berjarak 1.800 kilometer dari lokasi kejadian.<\/p>\n<h2>Kondisi Fasilitas Medis yang Memprihatinkan<\/h2>\n<p>Di rumah sakit lokal Mongbwalu, para petugas medis bekerja dengan fasilitas seadanya. Meskipun mereka mengenakan pakaian pelindung (hazardsuit) lengkap dengan masker dan kacamata, sarana sanitasi dasar masih sangat terbatas. Pembasuhan tangan, misalnya, masih dilakukan menggunakan ember plastik, simbol keterlambatan respons terhadap wabah yang dikhawatirkan menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah.<\/p>\n<p>Lembaga bantuan internasional seperti <i>Doctors Without Borders<\/i> (MSF) memberikan bantuan berupa tenda isolasi untuk memisahkan pasien suspek. Namun, mobilitas tinggi para penambang emas dan pedagang di wilayah kaya mineral ini membuat pelacakan kontak menjadi sangat sulit.<\/p>\n<p>Adam Hussein, perwakilan penyembuh tradisional di Mongbwalu, menyatakan kekhawatirannya terhadap warga yang masih menyangkal keberadaan virus ini. &#8220;Saya khawatir dengan mereka yang mengatakan penyakit ini diciptakan. Kita semua harus mengambil tindakan pencegahan sebelum terlambat,&#8221; tegasnya. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893470\/wabah-ebola-di-rd-kongo-ketakutan-dan-penyangkalan-di-tengah-konflik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas kesehatan Kongo.(Al Jazeera) REPUBLIK Demokratik Kongo (RD Kongo) kembali menghadapi krisis kesehatan hebat. Wabah Ebola ke-17 yang melanda wilayah timur negara tersebut kini berada pada titik kritis.\u00a0Ketakutan dan penyangkalan masyarakat menjadi penghalang utama dalam upaya penyelamatan nyawa. Di Mongbwalu, satu kota di Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah, Laureine Sakiya, 26, ialah satu dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-46942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46942"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46942\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}