{"id":46875,"date":"2026-05-24T14:22:32","date_gmt":"2026-05-24T14:22:32","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/dari-kapal-ke-tahanan-pulang-bawa-kesaksian\/"},"modified":"2026-05-24T14:22:32","modified_gmt":"2026-05-24T14:22:32","slug":"dari-kapal-ke-tahanan-pulang-bawa-kesaksian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/dari-kapal-ke-tahanan-pulang-bawa-kesaksian\/","title":{"rendered":"Dari Kapal ke Tahanan, Pulang Bawa Kesaksian"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/24\/1779632246_eac71f88af55e4375c93.jpeg\" alt=\"Dari Kapal ke Tahanan, Pulang Bawa Kesaksian\"\/><figcaption>Kesaksian relawan kemanusiaan(Dok. Kemlu)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ronggo-wirasanu\" title=\"ronggo wirasanu\">RONGGO Wirasanu<\/a> akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air. Namun, kepulangannya ke Indonesia bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/global-sumud-flotilla\" title=\"Global Sumud Flotilla\">Global Sumud Flotilla<\/a> 2.0 menuju Gaza. Ia pulang membawa cerita tentang ketegangan di laut, kekerasan dalam penahanan, dan ingatan yang sulit dihapus.<\/p>\n<p>Di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu sore, suara Ronggo terdengar tenang. Tetapi dari kesaksiannya, tergambar situasi mencekam ketika kapal kemanusiaan yang ia tumpangi dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026.<\/p>\n<p>\u201cMulai di-<em>intercept<\/em>\u00a0itu tanggal 19 Mei. Ada kapal militer menghampiri kapal kami, lalu ada dua\u00a0<em>speedboat<\/em>\u00a0bersenjata. Kapal kami di-<em>intercept<\/em>, dibajak, dirusak,\u201d kata Ronggo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893384\/9-wni-relawan-gaza-tiba-di-indonesia-usai-ditahan-israel\" title=\"9 WNI Relawan Gaza Tiba di Indonesia usai Ditahan Israel\" target=\"_blank\">9 WNI Relawan Gaza Tiba di Indonesia usai Ditahan Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perjalanan yang semula membawa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/misi-kemanusiaan\" title=\"misi kemanusiaan\">misi kemanusiaan<\/a> ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jalur-gaza\" title=\"Jalur Gaza\">Jalur Gaza<\/a> berubah menjadi pengalaman pahit. Para relawan dari berbagai negara, kata dia, dipaksa berpindah ke kapal militer. Di sanalah tekanan fisik mulai mereka alami.<\/p>\n<p>\u201cKami mendapatkan pukulan, tendangan di kapal militer. Lalu dipindahkan lagi ke Pelabuhan Ashdod untuk mengurus imigrasi, dan di sana kami mendapatkan pukulan kembali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dari Ashdod, mereka kemudian dibawa ke lokasi penahanan di Negev, wilayah selatan Israel. Ronggo menyebut kekerasan tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga banyak relawan lain.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/891462\/komisi-i-dpr-upaya-pembebasan-wni-yang-disandera-israel-di-kapal-misi-gaza-harus-segera-dilakukan\" title=\"Komisi I DPR: Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Israel di Kapal Misi Gaza Harus Segera Dilakukan\" target=\"_blank\">Komisi I DPR: Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Israel di Kapal Misi Gaza Harus Segera Dilakukan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPenyiksaan, kekerasan terus dilakukan oleh tentara Zionis. Hampir terhadap 400-an orang itu mendapatkan perlakuan yang sama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di antara sembilan WNI yang akhirnya kembali ke Indonesia, ada pula jurnalis Republika sekaligus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/relawan-global-sumud-flotilla\" title=\"relawan Global Sumud Flotilla\">relawan Global Sumud Flotilla<\/a>, Thoudy Badai. Ia bersyukur bisa pulang dengan selamat. Namun, rasa syukur itu bercampur dengan kesadaran lain: apa yang mereka alami, katanya, belum sebanding dengan penderitaan rakyat Palestina.<\/p>\n<p>\u201cApa yang saya alami dan teman-teman alami, kekerasan dan kesedihan yang dilakukan Zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami ribuan tahanan Palestina, yang kebanyakan anak-anak, ibu-ibu, dan ibu hamil,\u201d ungkap Thoudy.<\/p>\n<p>Bagi Thoudy, pengalaman itu bukan alasan untuk berhenti bersuara. Justru sebaliknya, ia berharap masyarakat internasional terus menjaga perhatian terhadap Palestina.<\/p>\n<p>\u201cSaya harap semua masyarakat di dunia tetap dukung, tetap suarakan isu Palestina karena dengan begitu bisa mendorong Palestina untuk terus merdeka,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu sore. Mereka sebelumnya dievakuasi Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI setelah keluar dari penahanan otoritas Israel.<\/p>\n<p>Perjalanan pulang mereka ditempuh lewat rute Istanbul-Dubai pada Sabtu malam, kemudian dilanjutkan Dubai-Jakarta pada Minggu pagi. Pesawat yang membawa mereka tiba di Indonesia sekitar pukul 15.30 WIB.<\/p>\n<p>Di balik kepulangan itu, tersisa kesaksian yang lebih luas dari sekadar perjalanan diplomatik. Mereka pulang sebagai warga negara yang selamat, tetapi juga sebagai saksi atas kekerasan yang disebut menimpa para <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/relawan-kemanusiaan\" title=\"relawan kemanusiaan\">relawan kemanusiaan<\/a>, dan sebagai pengingat bahwa krisis Palestina masih meminta perhatian dunia. (<em>Ant<\/em>\/Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893443\/dari-kapal-ke-tahanan-pulang-bawa-kesaksian\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesaksian relawan kemanusiaan(Dok. Kemlu) RONGGO Wirasanu akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air. Namun, kepulangannya ke Indonesia bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza. Ia pulang membawa cerita tentang ketegangan di laut, kekerasan dalam penahanan, dan ingatan yang sulit dihapus. Di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu sore, suara Ronggo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-46875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}