{"id":46614,"date":"2026-05-24T02:10:03","date_gmt":"2026-05-24T02:10:03","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/penyebab-masa-karantina-hantavirus-sangat-lama-kalahkan-covid-19\/"},"modified":"2026-05-24T02:10:03","modified_gmt":"2026-05-24T02:10:03","slug":"penyebab-masa-karantina-hantavirus-sangat-lama-kalahkan-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/24\/penyebab-masa-karantina-hantavirus-sangat-lama-kalahkan-covid-19\/","title":{"rendered":"Penyebab Masa Karantina Hantavirus sangat Lama Kalahkan Covid-19"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/24\/1779588411_3e5b79ed06a49c73b44b.jpg\" alt=\"Penyebab Masa Karantina Hantavirus sangat Lama Kalahkan Covid-19\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>WABAH<b>\u00a0<\/b>mematikan yang melibatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hantavirus\" title=\"hantavirus\">hantavirus<\/a> dilaporkan melanda kapal pesiar asal Belanda yang berlayar dari Argentina di Samudra Atlantik. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini tercatat 11 orang terinfeksi, dengan tiga di antara mereka\u00a0dinyatakan meninggal dunia. Meskipun belum ada kasus tambahan yang dilaporkan di wilayah daratan, otoritas kesehatan mengambil langkah pencegahan yang sangat ketat.<\/p>\n<p>Sebanyak 18 penumpang asal Amerika Serikat yang berada di kapal tersebut hingga 10 Mei kini menjalani masa karantina di University of Nebraska Medical Center. Yang menarik perhatian publik ialah durasi karantina yang ditetapkan selama 42 hari alias jauh lebih lama dibandingkan karantina standar 14 hari yang diterapkan pada masa awal pandemi covid-19 tahun 2020.<\/p>\n<h2>Mengenal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/virus-andes\" title=\"virus Andes\">Virus Andes<\/a>: Hantavirus yang Menular Antarmanusia<\/h2>\n<p>Hantavirus umumnya merupakan keluarga virus yang dibawa oleh hewan pengerat (tikus) melalui urine, kotoran, dan air liur. Namun, jenis yang menyebar di kapal pesiar ini diidentifikasi sebagai <strong>Virus Andes<\/strong>, varian asal Amerika Selatan yang memiliki karakteristik unik dibandingkan jenis hantavirus lain.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891644\/bahaya-hantavirus-jangan-langsung-sapu-kotoran-tikus-kering\" target=\"_blank\" title=\"Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!\">Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Fakta Medis:<\/strong> Virus Andes adalah satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Penularannya terjadi melalui kontak dengan sekresi tubuh, bukan melalui udara (airborne) seperti virus korona atau campak.<\/p>\n<p>Gejala awal infeksi Virus Andes menyerupai flu, seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot. Namun, dalam kasus yang parah, pasien dapat mengalami <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hantavirus-pulmonary-syndrome\" title=\"Hantavirus Pulmonary Syndrome\">Hantavirus Pulmonary Syndrome<\/a><\/em> (HPS), kondisi paru-paru mengalami peradangan hebat dan terisi cairan, yang menyebabkan kesulitan bernapas akut.<\/p>\n<h2>Alasan Medis di Balik Karantina 42 Hari<\/h2>\n<p>Durasi karantina yang mencapai enam minggu ini didasarkan pada masa inkubasi virus yang tidak lazim. Dan Shirley, pakar pencegahan infeksi dari UW Health, menjelaskan bahwa Virus Andes memiliki jendela waktu inkubasi antara 4 hingga 42 hari sebelum gejala muncul.<\/p>\n<p>Beberapa alasan masa inkubasi dan karantina ini begitu lama meliputi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890351\/ilmuwan-hampir-berhasil-temukan-vaksin-hantavirus-tapi-kehabisan-dana\" target=\"_blank\" title=\"Ilmuwan Hampir Berhasil Temukan Vaksin Hantavirus tapi Kehabisan Dana\">Ilmuwan Hampir Berhasil Temukan Vaksin Hantavirus tapi Kehabisan Dana<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Replikasi Lambat:<\/strong> Virus ini menginfeksi dan bereplikasi di sel endotel yang melapisi pembuluh darah kapiler dan limfatik. Proses ini berjalan lambat pada tahap awal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Risiko Penularan Gejala Awal:<\/strong> Penularan diduga mulai terjadi segera setelah seseorang menunjukkan gejala. Karena jendela waktu antara munculnya gejala dan kondisi parah sangat sempit, isolasi dini menjadi krusial.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Standar Maksimum:<\/strong> Otoritas kesehatan menetapkan masa karantina berdasarkan periode inkubasi maksimum yang pernah tercatat untuk memastikan tidak ada pembawa virus (carrier) yang lolos ke masyarakat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Risiko Global dan Pencegahan<\/h2>\n<p>Meskipun wabah ini mematikan, para ahli menekankan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah. Luis Ostrosky, kepala penyakit menular di UTHealth Houston, menyatakan bahwa paparan ini sangat terlokalisasi pada satu kapal pesiar dan semua individu yang berisiko telah diidentifikasi.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pencegahan umum terhadap hantavirus, masyarakat diimbau untuk:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menutup celah atau lubang di rumah yang bisa menjadi akses masuk hewan pengerat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menggunakan masker dan disinfektan saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran tikus.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Wabah ini menjadi pengingat bagi dunia kesehatan global bahwa mobilitas manusia yang tinggi dapat membawa virus dari satu belahan dunia ke belahan dunia lain hanya dalam hitungan hari, menuntut kesiapsiagaan sistem karantina yang adaptif terhadap karakteristik unik setiap patogen. (Washington Post\/I-2)<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">Karakteristik<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">Virus Andes (Hantavirus)<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px; text-align: left;\">COVID-19 (SARS-CoV-2)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Masa Karantina<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Hingga 42 Hari<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Umumnya 14 Hari<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Metode Penularan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Sekresi tubuh (Manusia ke Manusia)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Droplet &amp; Airborne<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Inang Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Hewan Pengerat (Rodent)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 10px;\">Zoonotik (Diduga Kelelawar)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/893304\/penyebab-masa-karantina-hantavirus-sangat-lama-kalahkan-covid-19\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) WABAH\u00a0mematikan yang melibatkan hantavirus dilaporkan melanda kapal pesiar asal Belanda yang berlayar dari Argentina di Samudra Atlantik. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini tercatat 11 orang terinfeksi, dengan tiga di antara mereka\u00a0dinyatakan meninggal dunia. Meskipun belum ada kasus tambahan yang dilaporkan di wilayah daratan, otoritas kesehatan mengambil langkah pencegahan yang sangat ketat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-46614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}