{"id":46299,"date":"2026-05-23T09:09:04","date_gmt":"2026-05-23T09:09:04","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/23\/pengamat-sarankan-komunitas-ojol-alihkan-energi-untuk-kawal-regulasi-tarif-layanan\/"},"modified":"2026-05-23T09:09:04","modified_gmt":"2026-05-23T09:09:04","slug":"pengamat-sarankan-komunitas-ojol-alihkan-energi-untuk-kawal-regulasi-tarif-layanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/23\/pengamat-sarankan-komunitas-ojol-alihkan-energi-untuk-kawal-regulasi-tarif-layanan\/","title":{"rendered":"Pengamat Sarankan Komunitas Ojol Alihkan Energi untuk Kawal Regulasi Tarif Layanan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/23\/1779527131_02af5874209a16cc22bf.jpeg\" alt=\"Pengamat Sarankan Komunitas Ojol Alihkan Energi untuk Kawal Regulasi Tarif Layanan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENGAMAT Kebijakan Publik, Yanuar Winarko, menilai aksi solidaritas sejumlah pengemudi ojek online (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ojol\" title=\"ojol\">ojol<\/a>) yang mengawal jalannya sidang kasus dugaan korupsi mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nadiem-makarim\" title=\"nadiem makarim\">Nadiem Makarim<\/a>, merupakan langkah yang kurang tepat dan salah alamat.<\/p>\n<p>Menurut Yanuar, energi kolektif dan solidaritas komunitas pengemudi ojol jauh lebih berharga jika dialihkan untuk mengawal kebijakan strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka, seperti regulasi potongan biaya layanan (sharing fee) aplikator yang kini tengah diintervensi oleh pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat ironis ketika para driver yang setiap hari memeras keringat di jalanan, justru menggalang simpati untuk seseorang yang sedang menghadapi dakwaan korupsi bernilai triliunan rupiah. Padahal, selama bertahun-tahun, relasi antara korporasi dengan para driver tidak pernah benar-benar mencerminkan kemitraan yang sehat,&#8221; ujar Yanuar saat dihubungi, Sabtu (23\/5\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/311310\/mas-menteri-nadiem-lantik-stafsusnya-jadi-dirjen-kemdikbud\" target=\"_blank\" title=\"Mas Menteri Nadiem Lantik Stafsusnya Jadi Dirjen Kemdikbud\">Mas Menteri Nadiem Lantik Stafsusnya Jadi Dirjen Kemdikbud<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Yanuar menambahkan, posisi pengemudi ojol dalam skema kemitraan selama ini berada di titik yang rentan. Seluruh beban operasional harian mulai dari perawatan kendaraan, bahan bakar, hingga kuota internet seluruhnya ditanggung mandiri dari kantong pribadi mitra tanpa adanya subsidi riil yang signifikan dari pihak aplikator.<\/p>\n<p>Keluhan para driver mengenai tingginya potongan komisi aplikator telah menjadi persoalan menahun. Puncaknya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung melakukan intervensi regulasi guna membatasi besaran potongan biaya layanan agar tidak mencekik pendapatan para pengemudi.<\/p>\n<p>Bagi Yanuar, langkah tegas kepala negara tersebut menjadi bukti sahih adanya sumbatan regulasi di tingkat manajemen aplikator yang gagal menghadirkan formula bisnis yang adil dan humanis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/310693\/merdeka-belajar-kolaborasi-tatap-muka-dengan-teknologi\" target=\"_blank\" title=\"Merdeka Belajar, Kolaborasi Tatap Muka dengan Teknologi\">Merdeka Belajar, Kolaborasi Tatap Muka dengan Teknologi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKalau korporasi itu sejak awal peduli pada mitranya, tidak perlu ada intervensi dari Presiden Prabowo untuk memangkas atau membatasi potongan biaya layanan yang terlalu besar itu,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia mendorong asosiasi dan komunitas pengemudi ojol untuk mempertegas arah perjuangan mereka. Ketimbang teralihkan oleh kasus hukum personal di kementerian, energi komunitas dinilai lebih bermanfaat untuk mendesak DPR dan pemerintah merumuskan Undang-Undang Kemitraan yang kuat guna melindungi status hukum pekerja ojol.<\/p>\n<h2>Realitas Pendapatan di Atas Aspal<\/h2>\n<p>Suara senada juga datang dari akar rumput. Supriyadi (43), seorang pengemudi ojol di kawasan Jakarta Selatan, mengaku riuh tuntutan hukum di pengadilan terasa sangat jauh dari realitas pemenuhan kebutuhan dapur keluarganya sehari-hari.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, situasi di lapangan saat ini semakin kompetitif dengan skema bonus yang kian ketat, sehingga menuntut pengemudi bekerja hingga 12-14 jam sehari demi mendapatkan pendapatan bersih yang layak.<\/p>\n<p>\u201cBuat apa kita bela-belain datang ke sidang? Yang perlu dibela itu ya nasib kita sendiri, urusan tarif, urusan perut anak-istri,&#8221; kata Supriyadi.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat terkait kasus dugaan korupsi pengadaan gawai Chromebook periode 2020\u20132022. (H-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/893110\/pengamat-sarankan-komunitas-ojol-alihkan-energi-untuk-kawal-regulasi-tarif-layanan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) PENGAMAT Kebijakan Publik, Yanuar Winarko, menilai aksi solidaritas sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang mengawal jalannya sidang kasus dugaan korupsi mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, merupakan langkah yang kurang tepat dan salah alamat. Menurut Yanuar, energi kolektif dan solidaritas komunitas pengemudi ojol jauh lebih berharga jika dialihkan untuk mengawal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46300,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-46299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46299"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46299\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}