{"id":45637,"date":"2026-05-22T03:06:43","date_gmt":"2026-05-22T03:06:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/22\/fakta-penagkapan-aseng-bos-tambang-di-kalbar-jadi-tersangka-korupsi-ini-modusnya\/"},"modified":"2026-05-22T03:06:43","modified_gmt":"2026-05-22T03:06:43","slug":"fakta-penagkapan-aseng-bos-tambang-di-kalbar-jadi-tersangka-korupsi-ini-modusnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/22\/fakta-penagkapan-aseng-bos-tambang-di-kalbar-jadi-tersangka-korupsi-ini-modusnya\/","title":{"rendered":"Fakta Penagkapan Aseng Bos Tambang di Kalbar Jadi Tersangka Korupsi, Ini Modusnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/22\/1779419012_cc707ef451edd002611a.jpg\" alt=\"Fakta Penagkapan Aseng Bos Tambang di Kalbar Jadi Tersangka Korupsi, Ini Modusnya\"\/><figcaption>Sudianto alias Aseng, tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT QSS di Kalimantan Barat tahun 2017\u20132025, SDT (tengah), digiring oleh petugas menuju mobil tahanan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Kamis (2(ANTARA\/Nadia Putri Rahmani)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KEJAKSAAN\u00a0Agung (Kejagung) resmi menetapkan pengusaha <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tambang\" title=\"Tambang\">tambang<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sudianto\" title=\"Sudianto\">Sudianto<\/a> alias <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aseng\" title=\"aseng\">Aseng<\/a> sebagai tersangka dalam kasus dugaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korupsi\" title=\"korupsi\">korupsi<\/a>\u00a0tata kelola Izin Usaha Pertambangan atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iup\" title=\"IUP\">IUP<\/a>\u00a0PT Quality Success Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat (Kalbar). Penetapan ini dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat adanya aktivitas penambangan ilegal di luar koordinat izin yang diberikan.<\/p>\n<p>Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa Sudianto merupakan <em>beneficial owner<\/em> atau pemilik manfaat dari PT QSS yang diduga mengendalikan langsung penyimpangan tersebut.<\/p>\n<p>Berikut adalah fakta-fakta utama terkait kasus dugaan korupsi IUP PT QSS:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/654927\/kejagung-periksa-pejabat-dinas-esdm-kutai-barat-terkait-dugaan-korupsi-izin-tambang\" title=\"Kejagung Periksa Pejabat Dinas ESDM Kutai Barat Terkait Dugaan Korupsi Izin Tambang\" target=\"_blank\">Kejagung Periksa Pejabat Dinas ESDM Kutai Barat Terkait Dugaan Korupsi Izin Tambang<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>1. Modus Penambangan di Luar Wilayah Izin<\/h3>\n<p>Penyidik mengungkapkan bahwa PT QSS sebenarnya memiliki IUP yang sah. Namun, dalam praktiknya, perusahaan tersebut justru melakukan penambangan bauksit di lokasi yang tidak tertera dalam dokumen perizinan. Hasil tambang dari luar wilayah izin tersebut kemudian diekspor menggunakan dokumen resmi PT QSS.<\/p>\n<p>Aksi ini diduga berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sejak tahun 2017 hingga 2025. Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga bekerja sama dengan oknum penyelenggara negara untuk memuluskan administrasi dan operasional di lapangan.<\/p>\n<h3>2. Penetapan Tersangka dan Penahanan<\/h3>\n<p>Sudianto alias Aseng ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penyidikan tertanggal 12 Mei 2026. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Kejagung langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/626823\/ini-respons-kejagung-soal-artis-celine-evangelista-panggil-papa-ke-jaksa-agung\" title=\"Ini Respons Kejagung Soal Artis Celine Evangelista Panggil 'Papa' ke Jaksa Agung\" target=\"_blank\">Ini Respons Kejagung Soal Artis Celine Evangelista Panggil &#8216;Papa&#8217; ke Jaksa Agung<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Status Penahanan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tersangka:<\/strong> Sudianto alias Aseng (Beneficial Owner PT QSS)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lokasi Penahanan:<\/strong> Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Masa Penahanan:<\/strong> 20 hari ke depan (terhitung sejak 21 Mei 2026)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h3>3. Kerugian Negara dalam Penghitungan BPKP<\/h3>\n<p>Meski telah menetapkan tersangka, Kejagung belum merilis angka pasti kerugian keuangan negara akibat praktik lancung ini. Saat ini, tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedang melakukan audit investigatif untuk menghitung total kerugian yang ditimbulkan dari eksploitasi sumber daya alam yang tidak sesuai aturan tersebut.<\/p>\n<h3>4. Penggeledahan di Jakarta dan Pontianak<\/h3>\n<p>Guna memperkuat pembuktian, tim penyidik Jampidsus melakukan penggeledahan serentak di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perkara ini. Penggeledahan menyasar kantor dan rumah tinggal di dua kota utama.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Lokasi Penggeledahan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Jumlah Titik<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Hasil Sitaan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jakarta<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">3 Tempat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td rowspan=\"2\" style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dokumen dan Barang Bukti Elektronik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Pontianak (Kalbar)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2 Tempat<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Kejagung menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berkembang. Penyidik tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, terutama dari pihak penyelenggara negara yang diduga ikut memfasilitasi penyimpangan tata kelola IUP PT QSS tersebut. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/892738\/fakta-penagkapan-aseng-bos-tambang-di-kalbar-jadi-tersangka-korupsi-ini-modusnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudianto alias Aseng, tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT QSS di Kalimantan Barat tahun 2017\u20132025, SDT (tengah), digiring oleh petugas menuju mobil tahanan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Kamis (2(ANTARA\/Nadia Putri Rahmani) KEJAKSAAN\u00a0Agung (Kejagung) resmi menetapkan pengusaha tambang Sudianto alias Aseng sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi\u00a0tata kelola Izin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-45637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}