{"id":4531,"date":"2024-06-30T16:09:10","date_gmt":"2024-06-30T16:09:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/06\/30\/tekan-emisi-karbon-sosialisasi-ac-hemat-energi-perlu-ditingkatkan\/"},"modified":"2024-06-30T16:09:10","modified_gmt":"2024-06-30T16:09:10","slug":"tekan-emisi-karbon-sosialisasi-ac-hemat-energi-perlu-ditingkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/06\/30\/tekan-emisi-karbon-sosialisasi-ac-hemat-energi-perlu-ditingkatkan\/","title":{"rendered":"Tekan Emisi Karbon, Sosialisasi AC Hemat Energi Perlu Ditingkatkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/06\/9dedaafe6f1e9071231a847b7b055117.jpeg\" alt=\"Tekan Emisi Karbon, Sosialisasi AC Hemat Energi Perlu Ditingkatkan\"\/><figcaption>Penggunaan AC hemat energi membantu pengurangan emisi karbon.(Dok. Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/air-conditioner\" title=\"air conditioner\" rel=\"dofollow\">AIR conditioner<\/a><\/em> (AC) menjadi salah satu kebutuhan yang penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. AC menjadi sarana untuk meningkatkan kenyamanan hidup. Namun di sisi lain, penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lingkungan\" title=\"Lingkungan\" rel=\"dofollow\">lingkungan<\/a>, karena konsumsi listriknya tinggi sehingga meninggalkan banyak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jejak-karbon\" title=\"Jejak Karbon\" rel=\"dofollow\">jejak karbon<\/a> (<em>carbon footprint<\/em>).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kebijakan penyematan label <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hemat-energi\" title=\"Hemat energi\" rel=\"dofollow\">hemat energi<\/a> yang diterapkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-esdm\" title=\"Kementerian ESDM\" rel=\"dofollow\">Kementerian ESDM<\/a>\u00a0untuk memperluas penggunaan produk AC hemat energi patut didukung. Namun, untuk meningkatkan efektivitasnya, kebijakan itu perlu disokong dengan penguatan sosialisasi AC hemat energi kepada masyarakat. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum memahami makna label tersebut.\n<\/p>\n<p>Hal tersebut\u00a0diungkapkan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ylki\" title=\"YLKI\" rel=\"dofollow\">YLKI<\/a>), Tulus Abadi, pada <em>talkshow<\/em> bertajuk Kesadaran Konsumen Terhadap Manfaat Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) pada AC Rumah Tangga, beberapa waktu lalu. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/592070\/sosialisasi-tanda-label-hemat-energi-perlu-digencarkan\" title=\"Sosialisasi Tanda Label Hemat Energi Perlu Digencarkan\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Sosialisasi Tanda Label Hemat Energi Perlu Digencarkan<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, ia memaparkan hasil survei yang dilakukan YLKI\u00a0pada responden yang berasal dari masyarakat Jakarta. Hasilnya, masih sedikit responden yang paham arti dan maksud dari label hemat energi pada produk AC. Mereka mengatakan, ketika melakukan proses pembelian di toko dan pemasangan di rumah, tidak ada sosialisasi dan edukasi baik dari pemilik toko ataupun teknisi yang memasang AC di rumah tentang arti dari label bertanda bintang itu.\n<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan hasil survei, responden yang mengetahui adanya label hemat energi adalah 54%. Namun, ketika kami lakukan wawancara mendalam, para responden tersebut masih belum mengetahui apa makna dari label hemat energi,\u201d ujar Tulus.\n<\/p>\n<p>Survei tersebut juga menunjukkan bahwa pertimbangan terbesar responden ketika hendak membeli AC adalah besaran daya listrik yang dibutuhkan dan harga yang lebih murah. Idealnya, konsumen lebih kritis saat memilih produk dengan mempertimbangkan pemilihan AC berlabel hemat energi demi mengurangi tingkat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/emisi-karbon\" title=\"emisi karbon\" rel=\"dofollow\">emisi karbon<\/a>.\n<\/p>\n<p>\u201cPeran konsumen sangat penting dalam upaya menekan emisi. Konsumen juga perlu memperhatikan suhu saat menyalakan AC, jangan terlalu rendah agar tidak boros energi dan menjaga dampak negatif terhadap lingkungan. Sedangkan untuk pelaku usaha, perlu lebih aktif lagi dalam mempromosikan AC hemat energi. Label AC harus lebih jelas agar konsumen lebih mudah memahaminya. Kepada pemerintah sebagai regulator, harus proaktif dalam pengawasan di pasaran, agar produk AC yang beredar benar-benar mematuhi aturan,\u201d pungkas Tulus. (B-1)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/681677\/tekan-emisi-karbon-sosialisasi-ac-hemat-energi-perlu-ditingkatkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan AC hemat energi membantu pengurangan emisi karbon.(Dok. Freepik) AIR conditioner (AC) menjadi salah satu kebutuhan yang penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. AC menjadi sarana untuk meningkatkan kenyamanan hidup. Namun di sisi lain, penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap lingkungan, karena konsumsi listriknya tinggi sehingga meninggalkan banyak jejak karbon (carbon footprint). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-4531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}