{"id":44611,"date":"2026-05-20T07:04:51","date_gmt":"2026-05-20T07:04:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/20\/konsumsi-anggur-rutin-terbukti-ubah-gen-kulit-dan-tangkal-efek-buruk-sinar-uv\/"},"modified":"2026-05-20T07:04:51","modified_gmt":"2026-05-20T07:04:51","slug":"konsumsi-anggur-rutin-terbukti-ubah-gen-kulit-dan-tangkal-efek-buruk-sinar-uv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/20\/konsumsi-anggur-rutin-terbukti-ubah-gen-kulit-dan-tangkal-efek-buruk-sinar-uv\/","title":{"rendered":"Konsumsi Anggur Rutin Terbukti Ubah Gen Kulit dan Tangkal Efek Buruk Sinar UV"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/20\/1779233716_20bedf1b31bd9ef29525.jpg\" alt=\"Konsumsi Anggur Rutin Terbukti Ubah Gen Kulit dan Tangkal Efek Buruk Sinar UV\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PARA ilmuwan menemukan bahwa mengonsumsi buah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anggur\" title=\"anggur\">anggur<\/a> dapat mengubah cara kerja kulit hingga ke tingkat genetik. Hanya dalam waktu dua minggu konsumsi harian, para sukarelawan menunjukkan tanda-tanda peningkatan perlindungan kulit dan penurunan stres oksidatif akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Para peneliti menyebut efek ini terjadi secara meluas, meskipun respons gen setiap individu sedikit berbeda.<\/p>\n<p>Uji klinis sebelumnya telah menunjukkan makan anggur membantu meningkatkan ketahanan kulit terhadap radiasi UV pada sekitar 30% hingga 50% orang. Kini, penelitian baru yang diterbitkan dalam ACS Nutrition Science menunjukkan bahwa manfaat anggur bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-kulit\" title=\"kesehatan kulit\">kesehatan kulit<\/a> jauh lebih luas dan dapat berdampak pada hampir semua orang dalam beberapa cara.<\/p>\n<p>Dalam studi tersebut, para sukarelawan mengonsumsi buah anggur utuh setara dengan tiga porsi setiap hari selama dua minggu. Peneliti kemudian menganalisis ekspresi gen pada kulit partisipan sebelum dan sesudah mengonsumsi anggur, baik dengan maupun tanpa paparan radiasi UV dosis rendah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890886\/media-sosial-dorong-kesadaran-masyarakat-akan-perawatan-kulit\" title=\"Media Sosial Dorong Kesadaran Masyarakat akan Perawatan Kulit\" target=\"_blank\">Media Sosial Dorong Kesadaran Masyarakat akan Perawatan Kulit<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengubah Aktivitas Gen dan Memperkuat Pertahanan Kulit<\/h2>\n<p>Ilmuwan menemukan perbedaan besar dalam ekspresi gen antar-individu maupun pada individu yang sama dari waktu ke waktu. Setiap partisipan memulai studi dengan pola aktivitas gen kulit yang unik. Pola tersebut kemudian bergeser setelah mereka mengonsumsi anggur dan juga berubah setelah terpapar sinar UV. Perubahan tambahan muncul ketika konsumsi anggur dan paparan UV dikombinasikan. Meskipun setiap partisipan merespons secara berbeda, peneliti mengamati bahwa konsumsi anggur secara konsisten mengubah ekspresi gen pada semua subjek.<\/p>\n<p>Setelah memeriksa data, para peneliti mengidentifikasi efek biologis umum yang terkait dengan konsumsi anggur. Perubahan aktivitas gen tersebut mengarah pada peningkatan proses keratinisasi dan kornifikasi, yaitu proses-proses yang membantu membentuk lapisan pelindung luar kulit terhadap kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>Tim peneliti juga mengukur kadar malondialdehyde, sebuah penanda stres oksidatif, setelah memaparkan kulit pada sinar UV dosis rendah. Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi anggur menunjukkan kadar penanda yang lebih rendah, menandakan berkurangnya stres oksidatif pada kulit mereka.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887534\/kulit-perempuan-di-as-ini-berubah-jadi-biru-kehitaman-setelah-minum-antibiotik\" title=\"Kulit Perempuan di AS ini Berubah Jadi Biru Kehitaman Setelah Minum Antibiotik\" target=\"_blank\">Kulit Perempuan di AS ini Berubah Jadi Biru Kehitaman Setelah Minum Antibiotik<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Anggur Sebagai &#8220;Superfood&#8221;<\/h2>\n<p>Temuan ini memperkuat alasan mengapa buah anggur dapat dikategorikan sebagai makanan super yang berpengaruh besar pada kesehatan organ tubuh.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sekarang yakin bahwa anggur bertindak sebagai makanan super dan memediasi respons nutrijenomik pada manusia,&#8221; kata John Pezzuto, Ph.D., Profesor dan Dekan College of Pharmacy and Health Sciences di Western New England University.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengamati hal ini pada organ terbesar tubuh, yaitu kulit. Perubahan dalam ekspresi gen menunjukkan peningkatan kesehatan kulit. Namun selain kulit, hampir dapat dipastikan bahwa konsumsi anggur memengaruhi ekspresi gen pada jaringan somatik tubuh lainnya, seperti hati, otot, ginjal, dan bahkan otak.&#8221;\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini membantu kita memahami bagaimana konsumsi makanan utuh, dalam hal ini anggur, memengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Sangat mengasyikkan bekerja di era pasca-genomik ini di mana kita akhirnya dapat mulai menerapkan genomik fungsional dan benar-benar memvisualisasikan matriks kompleks yang mengindikasikan respons nutrijenomik.&#8221; (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891945\/konsumsi-anggur-rutin-terbukti-ubah-gen-kulit-dan-tangkal-efek-buruk-sinar-uv\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) PARA ilmuwan menemukan bahwa mengonsumsi buah anggur dapat mengubah cara kerja kulit hingga ke tingkat genetik. Hanya dalam waktu dua minggu konsumsi harian, para sukarelawan menunjukkan tanda-tanda peningkatan perlindungan kulit dan penurunan stres oksidatif akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Para peneliti menyebut efek ini terjadi secara meluas, meskipun respons gen setiap individu sedikit berbeda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-44611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}