{"id":44581,"date":"2026-05-20T05:58:37","date_gmt":"2026-05-20T05:58:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/20\/arsenal-juara-melampaui-bayang-bayang-era-invicibles\/"},"modified":"2026-05-20T05:58:37","modified_gmt":"2026-05-20T05:58:37","slug":"arsenal-juara-melampaui-bayang-bayang-era-invicibles","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/20\/arsenal-juara-melampaui-bayang-bayang-era-invicibles\/","title":{"rendered":"Arsenal Juara Melampaui Bayang-Bayang Era Invicibles"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/20\/1779256308_edeea735c7f581df369c.jpg\" alt=\"Arsenal Juara Melampaui Bayang-Bayang Era Invicibles\"\/><figcaption>Mikel Arteta sukses membawa Arsenal juara Liga Primer Inggris 2025\/2026 setelah membangun ulang The Gunners dan mengakhiri penantian gelar selama 22 tahun.(Arsenal)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mikel-arteta\" title=\"Mikel Arteta\">MIKEL Arteta<\/a> akhirnya mewujudkan janji yang pernah diucapkan di tengah kekecewaan setahun lalu. Di saat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/arsenal\" title=\"arsenal\">Arsenal<\/a> kembali gagal dalam perburuan gelar dan harus puas finis sebagai runner up untuk musim ketiga beruntun, pelatih asal Spanyol itu berdiri di tengah Stadion Emirates dan meminta suporter percaya Arsenal akan kembali lebih kuat.<\/p>\n<p>Ucapan yang terasa bak angin surga itu sekarang bukan lagi sekadar penghibur. Arsenal keluar sebagai kampiun <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/liga-primer-inggris\" title=\"Liga Primer Inggris\">Liga Primer Inggris<\/a> untuk pertama kalinya sejak era Invincibles 2004. Hasil imbang Manchester City di markas Bournemouth, Rabu (20\/5) dini hari, memastikan trofi 2025\/2026 jatuh ke kubu Meriam London.<\/p>\n<p>Keberhasilan tersebut menjadi puncak perjalanan panjang Arteta membangun ulang Arsenal dari titik terendah mereka di era Liga Primer. Ketika datang pada akhir 2019, Arteta mewarisi skuad yang kehilangan arah, ruang ganti yang rapuh, serta hubungan klub dengan suporter yang mulai renggang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/891960\/arsene-wenger-beri-selamat-arsenal-juara-liga-premier-inggris\" title=\"Arsene Wenger Beri Selamat Arsenal Juara Liga Premier Inggris\" target=\"_blank\">Arsene Wenger Beri Selamat Arsenal Juara Liga Premier Inggris<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Arsenal bahkan hanya finis di peringkat ke-8 pada akhir musim 2019\/2020. Enam setengah tahun ditangani Arteta, the Gunners berubah menjadi tim paling disiplin, paling keras kepala, dan paling sulit ditembus di Inggris.<\/p>\n<p>\u201cMikel Arteta sudah berada di sana dalam waktu lama. Hadiah terbaik untuk manajer bagus adalah waktu,\u201d kata mantan kiper Liga Primer Paul Robinson kepada BBC.<\/p>\n<p>Perjalanan Arsenal menuju gelar musim ini jauh dari mulus. Ketika Manchester City perlahan memangkas jarak saat pergantian tahun, bayang-bayang kegagalan musim-musim sebelumnya kembali muncul. Kekalahan dari City di Etihad bulan lalu juga sempat terasa seperti akhir segalanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/891948\/mikel-arteta-bawa-arsenal-juara-liga-primer-setelah-22-tahun-penantian\" title=\"Mikel Arteta Bawa Arsenal Juara Liga Primer setelah 22 Tahun Penantian\" target=\"_blank\">Mikel Arteta Bawa Arsenal Juara Liga Primer setelah 22 Tahun Penantian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, Arsenal menolak runtuh. Semangat itu tercermin lewat sosok Declan Rice. Gelandang timnas Inggris tersebut menjadi motor penting Arsenal di tengah tekanan besar perburuan gelar. Seusai kekalahan dari City pada April lalu, Rice sempat berteriak &#8220;belum selesai\u201d sambil bangkit dari lapangan. Kalimat itu kini terasa seperti simbol kebangkitan Arsenal musim ini.<\/p>\n<p>Evolusi Cara Bermain<\/p>\n<p>Kesuksesan Arsenal juga memperlihatkan evolusi besar dalam cara bermain. Jika generasi Arsene Wenger dikenang karena sepak bola menyerang yang indah, Arsenal era Arteta justru dibangun lewat ketangguhan bertahan dan efisien.<\/p>\n<p>The Gunners baru saja mencatatkan empat clean sheet beruntun. Laga kontra Burnley sehari sebelum pertandingan City melawan Bournemouth menjadi clean sheet ke-19 Arsenal di Liga Primer musim ini dan ke-32 di semua kompetisi. Statistik pertahanan mereka bahkan melampaui City dalam hampir seluruh aspek.<\/p>\n<p>Dalam 18 dari 37 pertandingan Liga Primer musim ini, Arsenal sukses membatasi lawan menciptakan expected goals di bawah angka 0,50. Sebagai perbandingan, City hanya mampu melakukannya dua kali sepanjang musim.<\/p>\n<p>Arteta sejak awal memang ingin menanamkan budaya baru di skuadnya. Bukan hanya menyerang tetapi juga menikmati proses bertahan.<\/p>\n<p>\u201cKuncinya semua pemain berlari 100 mil per jam untuk setiap bola. Penyerang, winger, gelandang serang, semuanya harus mencintai bertahan,\u201d kata Arteta kepada Sky Sports pada 2024 lalu.<\/p>\n<p>Fondasi itu diperkuat duet William Saliba dan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan serta konsistensi David Raya di bawah mistar. Namun, kekuatan Arsenal juga terletak pada kolektivitas. Para pemain depan mereka ikut menekan tanpa henti sedangkan lini tengah terus bekerja menjaga keseimbangan.<\/p>\n<p>Selain pertahanan, Arsenal musim ini juga tampil mematikan lewat bola mati. Sentuhan Nicolas Jover sebagai pelatih set-piece menjadi pembeda besar. Gol tandukan Kai Havertz ke gawang Burnley menjadi gol ke-18 Arsenal dari situasi sepak pojok musim ini yang menjadi rekor baru Liga Primer.<\/p>\n<p>Ketajaman bola mati tersebut membantu Arsenal selamat ketika sejumlah pemain kunci seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Havertz silih berganti mengalami cedera. Menariknya, trio itu baru kembali menjadi starter bersama saat melawan Burnley setelah hampir satu setengah tahun.<\/p>\n<p>Liverpool sempat menarik perhatian lewat belanja besar musim ini namun Arsenal memilih memperkuat kedalaman skuad mulai dari depan sampai belakang dengan mendatangkan Viktor Gyokeres, Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Noni Madueke, Piero Hincapie, Cristhian Mosquera, hingga kiper cadangan Kepa Arrizabalaga. Keputusan itu terbukti krusial saat badai cedera kerap datang sepanjang musim.<\/p>\n<p>Arteta juga berkembang sebagai pelatih setelah sebelumnya kerap dikritik soal rotasi dan keputusan pergantian pemain. Kedalaman skuad menjadi salah satu pembeda terbesar mereka dibanding musim-musim sebelumnya. Arsenal mencatat keterlibatan gol terbanyak dari pemain pengganti dengan total 22 kontribusi gol.<\/p>\n<p>The Gunners sepanjang musim memang tidak selalu menang meyakinkan. Sebanyak 13 dari 25 kemenangan Arsenal hanya diraih dengan margin satu gol. Namun kemampuan mereka menjaga keunggulan menjadi senjata utama.<\/p>\n<p>Pelatih City Pep Guardiola bahkan menyebut Arsenal sebagai salah satu tim paling kompetitif yang pernah dihadapi. Semua proses panjang itu sekarang terbayar dan berujung manis. Proyek tim Arteta pun resmi menuntaskan penantian panjang pendukung the Gunners selama 22 tahun. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/891999\/arsenal-juara-melampaui-bayang-bayang-era-invicibles\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mikel Arteta sukses membawa Arsenal juara Liga Primer Inggris 2025\/2026 setelah membangun ulang The Gunners dan mengakhiri penantian gelar selama 22 tahun.(Arsenal) MIKEL Arteta akhirnya mewujudkan janji yang pernah diucapkan di tengah kekecewaan setahun lalu. Di saat Arsenal kembali gagal dalam perburuan gelar dan harus puas finis sebagai runner up untuk musim ketiga beruntun, pelatih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":44582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-44581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}