{"id":43596,"date":"2026-05-18T09:44:10","date_gmt":"2026-05-18T09:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/rw-kumuh-turun-pramono-peran-puskesmas-pembantu\/"},"modified":"2026-05-18T09:44:10","modified_gmt":"2026-05-18T09:44:10","slug":"rw-kumuh-turun-pramono-peran-puskesmas-pembantu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/rw-kumuh-turun-pramono-peran-puskesmas-pembantu\/","title":{"rendered":"RW Kumuh Turun, Pramono Peran Puskesmas Pembantu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/18\/1779097273_b195efe2232667d3fab3.png\" alt=\" RW Kumuh Turun, Pramono : Peran Puskesmas Pembantu\"\/><figcaption>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI\/M Farhan Zhuhri)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gubernur-dki\" title=\"Gubernur DKI\">GUBERNUR DKI<\/a> Jakarta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pramono\" title=\"Pramono\">Pramono<\/a> Anung mengatakan, penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta salah satunya berhasil akibat penataan puskesmas. Ia menyebut, keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/puskesmas-pembantu\" title=\"Puskesmas Pembantu\">puskesmas pembantu<\/a> akan menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan kembali angka kawasan kumuh di Jakarta.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya mencapai 445 RW, kini tersisa 211 RW kumuh yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cKita ketahui kemarin Badan Pusat Statistik sudah mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis dari 445 menjadi 211,\u201d ujar Pramono di Jakarta Barat, Senin (18\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/881894\/pramono-tinggalkan-jakarta-selama-9-hari-ini-agendanya\" title=\"Pramono Tinggalkan Jakarta Selama 9 Hari, Ini Agendanya\" target=\"_blank\">Pramono Tinggalkan Jakarta Selama 9 Hari, Ini Agendanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pramono menilai, fasilitas kesehatan tingkat lingkungan memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas hidup warga di kawasan padat dan rentan.<\/p>\n<p>Kehadiran layanan kesehatan yang mudah dijangkau diyakini dapat membantu menekan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di wilayah kumuh.<\/p>\n<p>\u201cMaka puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/880167\/antisipasi-el-nino-pramono--kita-gunakan-pendekatan-preventif\" title=\"Antisipasi El Nino, Pramono : Kita Gunakan Pendekatan Preventif\" target=\"_blank\">Antisipasi El Nino, Pramono : Kita Gunakan Pendekatan Preventif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penanganan RW kumuh, lanjut dia, bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut akses layanan dasar masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin Jakarta tentunya semakin baik, semakin bersih, dan mudah-mudahan persoalan RW kumuhnya juga semakin kecil,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Di lokasi yang sama, Pramono meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18\/5).<\/p>\n<p>Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II melayani sekitar 20.113 jiwa dengan rata-rata kunjungan 80 hingga 100 pasien per hari pada 2025.<\/p>\n<p>\u201cPuskesmas ini setiap hari melayani antara 80 sampai 100 orang. Hampir semua fasilitas yang dimiliki kondisinya sangat baik dan respons masyarakat rata-rata mengapresiasi pelayanan yang ada,\u201d ujar Pramono.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi inovasi layanan seperti Teras Sehat, Gym Lansia Aktif Mandiri, dan Area Moana untuk tumbuh kembang anak. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi juga ruang interaksi warga.<\/p>\n<p>\u201cBaru pertama kali saya melihat ada kelompok lansia sampai usia 83 tahun memanfaatkan puskesmas ini sebagai tempat berkumpul, berolahraga, dan bersilaturahmi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Saat ini Pemprov DKI memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit tambahan juga akan dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat Jakarta. (Far\/P-3)\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/891359\/-rw-kumuh-turun-pramono--peran-puskesmas-pembantu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI\/M Farhan Zhuhri) GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta salah satunya berhasil akibat penataan puskesmas. Ia menyebut, keberadaan puskesmas pembantu akan menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan kembali angka kawasan kumuh di Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43597,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43596"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43596\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}