{"id":43587,"date":"2026-05-18T09:23:52","date_gmt":"2026-05-18T09:23:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-kota-sukabumi-melonjak\/"},"modified":"2026-05-18T09:23:52","modified_gmt":"2026-05-18T09:23:52","slug":"kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-kota-sukabumi-melonjak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-kota-sukabumi-melonjak\/","title":{"rendered":"Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Melonjak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/18\/1779096072_356fce31c61bdc3518f5.jpg\" alt=\"Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Melonjak\"\/><figcaption>Kabid P2P Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina.(Dok. MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KASUS gigitan hewan penular <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rabies\" title=\"rabies\">rabies<\/a> (HPR) di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kota-sukabumi\" title=\"Kota Sukabumi\">Kota Sukabumi<\/a>, Jawa Barat, cenderung meningkat. Pada triwulan I tahun 2026 \u00a0terdapat sedikitnya 104 kasus.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan pada periode Januari-Maret tahun ini dilaporkan terjadi lonjakan kasus gigitan HPR. Namun, dari hasil pemeriksaan, dari kasus tersebut tak ditemukan yang positif rabies.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tahun ini dilaporkan terjadi 104 kasus gigitan HPR. Jumlahnya cukup melonjak signifikan. Memang, di Kota Sukabumi kurun lima tahun terakhir cukup banyak kasus gigitan HPR,&#8221; kata Denna, Senin (18\/5).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/888176\/kementan-terjunkan-vaksin-darurat-untuk-tangani-kasus-rabies-di-maros\" title=\"Kementan Terjunkan Vaksin Darurat untuk Tangani Kasus Rabies di Maros\" target=\"_blank\">Kementan Terjunkan Vaksin Darurat untuk Tangani Kasus Rabies di Maros<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Semua kasus gigitan HPR ditangani tim medis RSUD Al-Mulk. Sebab, rumah sakit plat merah tersebut merupakan Rabies Center di Kota Sukabumi.<\/p>\n<p>&#8220;Tahun ini, semua kasusnya langsung ditangani di RSUD Al-Mulk sebagai Rabies Center,&#8221; ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tengah \u00a0mempersiapkan peluncuran inovasi terbaru yaiyu Sistem Integrasi Penanganan Rabies (Sinar). Inovasi ini merupakan upaya Kota Sukabumi mewujudkan target nasional Indonesia Bebas Rabies pada 2030.<\/p>\n<p>&#8220;Inovasi ini memuat tata kelola dan tata laksana medis terhadap pasien yang terkena gigitan hewan yang rentan menularkan rabies. Insya Allah akan kita luncurkan pada pekan pertama Juni tahun ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Selain RSUD Al-Mulk, pada inovasi itu berbagai fasilitas layanan kesehatan akan ditetapkan sebagai Rabies Center. Di antaranya Puskesmas Sukabumi, Puskesmas Cipelang, dan Puskesmas Baros. &#8220;Ada tiga puskesmas yang nanti akan menjadi Rabies Center,&#8221; pungkasnya. \u00a0(H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/891347\/kasus-gigitan-hewan-penular-rabies-di-kota-sukabumi-melonjak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabid P2P Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina.(Dok. MI) KASUS gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, cenderung meningkat. Pada triwulan I tahun 2026 \u00a0terdapat sedikitnya 104 kasus. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menjelaskan pada periode Januari-Maret tahun ini dilaporkan terjadi lonjakan kasus gigitan HPR. Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43588,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}