{"id":43559,"date":"2026-05-18T08:13:37","date_gmt":"2026-05-18T08:13:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/rupiah-melemah-dpr-pertanyakan-efektivitas-intervensi-bi\/"},"modified":"2026-05-18T08:13:37","modified_gmt":"2026-05-18T08:13:37","slug":"rupiah-melemah-dpr-pertanyakan-efektivitas-intervensi-bi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/rupiah-melemah-dpr-pertanyakan-efektivitas-intervensi-bi\/","title":{"rendered":"Rupiah Melemah, DPR Pertanyakan Efektivitas Intervensi BI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/18\/1779091539_cc943f7f1bcd04d6e966.jpg\" alt=\"Rupiah Melemah, DPR Pertanyakan Efektivitas Intervensi BI\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nilai-tukar-rupiah\" title=\"Nilai Tukar Rupiah\">NILAI tukar rupiah<\/a> kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu sorotan dari parlemen yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah stabilisasi yang telah ditempuh Bank Indonesia (BI), mulai dari intervensi pasar hingga penyesuaian instrumen moneter.<\/p>\n<p>Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino menilai, BI sudah mengerahkan berbagai instrumen, namun pelemahan rupiah tetap berlanjut. Ia menyebut sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari intervensi besar-besaran di pasar valas hingga pembelian surat berharga negara dalam jumlah signifikan.<\/p>\n<p>\u201cSemua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan. Tetapi, kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi,\u201d kata Harris dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan Gubernur Bank Indonesia secara daring, Senin (18\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/890692\/pelemahan-rupiah-cerminkan-kekhawatiran-fundamental-ekonomi\" title=\"Pelemahan Rupiah Cerminkan Kekhawatiran Fundamental Ekonomi\" target=\"_blank\">Pelemahan Rupiah Cerminkan Kekhawatiran Fundamental Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia memaparkan, intervensi tersebut antara lain tercermin dari penurunan cadangan devisa dari sekitar US$156 miliar\u00a0menjadi US$146 miliar per akhir April 2026. Lalu kenaikan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 6,41%, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp332 triliun pada 2025 dan tambahan Rp133 triliun. BI juga memperketat transaksi pembelian dolar dari US$50 ribu\u00a0menjadi US$25 ribu.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menilai tekanan eksternal dan internal tetap membebani rupiah. Harris mengakui tekanan global memang besar, namun menurutnya terdapat pula persoalan domestik yang tidak bisa diabaikan.<\/p>\n<p>\u201cIni memang diakui tekanan global sangat besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889862\/rupiah-menguat-ke-rp17476-per-dolar-as-dipicu-aksi-ambil-untung-dan-data-inflasi-as\" title=\"Rupiah Menguat ke Rp17.476 per Dolar AS, Dipicu Aksi Ambil Untung dan Data Inflasi AS\" target=\"_blank\">Rupiah Menguat ke Rp17.476 per Dolar AS, Dipicu Aksi Ambil Untung dan Data Inflasi AS<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, ia menyoroti adanya persoalan di dalam negeri, seperti defisit transaksi berjalan, arus modal keluar, serta melemahnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Harris menegaskan stabilitas rupiah tetap menjadi tanggung jawab BI, meski bank sentral tidak menganut kebijakan target nilai tukar secara langsung.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung kondisi saat ini berbeda dengan krisis 1998, meski tetap menilai tekanan terhadap rupiah perlu diwaspadai. Menurutnya, pola pergerakan modal asing menunjukkan adanya isu kepercayaan di pasar.<\/p>\n<p>\u201cMaka ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar,\u201d tudingnya.<\/p>\n<p>Dalam pandangannya, investor asing seharusnya melakukan penyesuaian portofolio di pasar keuangan domestik, namun hal itu tidak sepenuhnya terjadi sehingga tekanan terhadap rupiah masih berlanjut.<\/p>\n<p>Ia pun menyoroti pentingnya penguatan komunikasi dan pengawasan pasar oleh BI, termasuk melalui kebijakan moral suasion dan pengawasan transaksi valas perbankan.<\/p>\n<p>\u201cSehingga orang yang long dolar bisa menjual dolar. Orang yang short dolar bisa nanti membeli dolarnya pada kurs yang sudah disepakati,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Anggota Komisi XI dari Fraksi NasDem Charles Meikyansah memberikan apresiasi terhadap kinerja BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Ia menilai inflasi yang terjaga, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, serta stabilitas sistem keuangan menjadi capaian penting.<\/p>\n<p>\u201cIni kami sampaikan sebagai suatu hal yang mesti terus dijaga oleh Bank Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, ia juga menyoroti pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp17.600 per dolar AS. Ia mempertanyakan indikator stabilitas yang digunakan BI dalam menilai kondisi rupiah.<\/p>\n<p>\u201cBI menyatakan stabilitas rupiah tetap terjaga, namun secara fakta rupiah telah melemah hingga menembus Rp17.000 lebih. Pertanyaannya, indikator stabilitas yang digunakan BI ini bagaimana?\u201d ucapnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/891313\/rupiah-melemah-dpr-pertanyakan-efektivitas-intervensi-bi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar) NILAI tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu sorotan dari parlemen yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah stabilisasi yang telah ditempuh Bank Indonesia (BI), mulai dari intervensi pasar hingga penyesuaian instrumen moneter. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino menilai, BI sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43559"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43559\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}