{"id":43501,"date":"2026-05-18T05:07:14","date_gmt":"2026-05-18T05:07:14","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/anggaran-proyek-anti-rudal-golden-dome-as-tembus-us12-triliun-ini-komponennya\/"},"modified":"2026-05-18T05:07:14","modified_gmt":"2026-05-18T05:07:14","slug":"anggaran-proyek-anti-rudal-golden-dome-as-tembus-us12-triliun-ini-komponennya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/anggaran-proyek-anti-rudal-golden-dome-as-tembus-us12-triliun-ini-komponennya\/","title":{"rendered":"Anggaran Proyek Anti-Rudal Golden Dome AS Tembus US1,2 Triliun, Ini Komponennya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/18\/1779080261_122157873d8fb44c176f.jpg\" alt=\"Anggaran Proyek Anti-Rudal Golden Dome AS Tembus US$1,2 Triliun, Ini Komponennya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DEPARTEMEN Pertahanan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> (AS) menghadapi tantangan finansial raksasa dalam merealisasikan proyek pertahanan udara ambisius mereka, <em>Golden<\/em> <em>Dome<\/em> (Kubah Emas). Berdasarkan analisis terbaru dari Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) yang dikutip oleh <em>RIA<\/em> <em>Novosti<\/em>, total biaya pengembangan, operasi, dan pemeliharaan sistem pertahanan ini diproyeksikan menembus angka fantastis US$1,2 triliun\u00a0(sekitar Rp21,2 kuadriliun)\u00a0untuk jangka waktu 20 tahun.<\/p>\n<p>Tingginya estimasi ini didorong oleh mahalnya teknologi pencegat berbasis ruang angkasa yang menjadi komponen paling menguras anggaran dalam proyek tersebut.<\/p>\n<h2>Rincian Total Biaya Eksekusi Program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/golden-dome\" title=\"Golden Dome\">Golden Dome<\/a><\/h2>\n<p>Untuk memahami ke mana saja alokasi dana raksasa tersebut mengalir, CBO membaginya ke dalam beberapa sektor krusial:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/776981\/trump-tawarkan-kanada-gabung-sistem-pertahanan-golden-dome-gratis-asal-jadi-negara-bagian-as\" target=\"_blank\" title=\"Trump Tawarkan Kanada Gabung Sistem Pertahanan &quot;Golden Dome&quot; Gratis, Asal Jadi Negara Bagian AS\">Trump Tawarkan Kanada Gabung Sistem Pertahanan &#8220;Golden Dome&#8221; Gratis, Asal Jadi Negara Bagian AS<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Lapisan Pencegat Berbasis Ruang Angkasa:\u00a0Menelan biaya US$743 miliar\u00a0(sekitar Rp13 kuadriliun)\u00a0selama 20 tahun. Sektor ini menyumbang 60% dari total pengeluaran keseluruhan dan memakan 70% dari biaya akuisisi awal yang sebesar US$1 triliun\u00a0(sekitar Rp17,6 kuadriliun).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sektor Regional (Pertahanan Darat):\u00a0Dialokasikan sebesar US$187 miliar\u00a0(sekitar Rp3,2 kuadriliun)\u00a0untuk 35 sektor regional guna membangun pertahanan terminal terhadap ancaman rudal jelajah dan hipersonik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Situs Pertahanan Luas: Pembangunan tiga situs pertahanan luas atas membutuhkan dana US$46 miliiar\u00a0(Rp812 triliun), sedangkan empat situs pertahanan luas bawah memerlukan US$29 miliar\u00a0(sekitar Rp512 triliun).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Satelit Pelacak Khusus: Konstelasi satelit yang spesifik untuk fungsi pelacakan diperkirakan memakan biaya US$90 miliar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Riset dan Integrasi:\u00a0Proses penelitian, pengembangan, serta integrasi seluruh sistem membutuhkan anggaran sebesar US$92 miliar.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Estimasi total dari CBO ini melonjak tajam dan jauh melampaui prediksi awal yang pernah dikemukakan oleh direktur Kantor Golden Dome, yang sebelumnya memperkirakan arsitektur obyektif sistem ini hanya akan menghabiskan US$185 miliar\u00a0(sekitar Rp3,2 kuadriliun)\u00a0untuk periode 10 tahun ke depan.<\/p>\n<h2>Mengapa Biaya Lapisan Antariksa Sangat Mahal?<\/h2>\n<p>Tingginya biaya pada sektor ruang angkasa terjadi karena AS harus meluncurkan konstelasi masif berisi 7.800 satelit. Jumlah luar biasa ini diperlukan hanya untuk mencegat serangan terbatas dari 10 rudal yang diluncurkan secara bersamaan.<\/p>\n<p>Satelit-satelit tersebut harus beroperasi di orbit rendah bumi (LEO) dengan ketinggian 300 hingga 500 km agar bisa mencegat rudal pada fase awal (<em>boost<\/em> <em>phase<\/em>) yang durasinya sangat singkat, yaitu sekitar 3-5 menit saja. Karena satelit di orbit rendah terus bergerak dalam jalur tertentu dan tidak bisa diam menetap di atas satu lokasi peluncuran, ribuan unit harus disiagakan agar selalu ada pencegat yang posisinya cukup dekat dengan target.<\/p>\n<p>Namun, berada di orbit rendah memicu hambatan atmosfer yang memperpendek masa pakai satelit menjadi hanya sekitar lima tahun. Akibatnya, demi menjaga kuota 7.800 satelit tetap aktif, AS berkewajiban meluncurkan sekitar 1.600 satelit pengganti setiap tahun, atau setara dengan 30.000 peluncuran dalam kurun waktu 20 tahun. Dengan proyeksi biaya peluncuran masa depan sebesar US$500\u00a0per kilogram, rata-rata biaya per unit satelit diperkirakan bertahan di angka US$22 juta. (Ant\/E-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/891283\/anggaran-proyek-anti-rudal-golden-dome-as-tembus-us12-triliun-ini-komponennya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Magnific) DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan finansial raksasa dalam merealisasikan proyek pertahanan udara ambisius mereka, Golden Dome (Kubah Emas). Berdasarkan analisis terbaru dari Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) yang dikutip oleh RIA Novosti, total biaya pengembangan, operasi, dan pemeliharaan sistem pertahanan ini diproyeksikan menembus angka fantastis US$1,2 triliun\u00a0(sekitar Rp21,2 kuadriliun)\u00a0untuk jangka waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}