{"id":43432,"date":"2026-05-18T02:41:39","date_gmt":"2026-05-18T02:41:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/sejarah-lengkap-gelora-bung-karno-pembangunan-perubahan-nama-fasilitas-terkini\/"},"modified":"2026-05-18T02:41:39","modified_gmt":"2026-05-18T02:41:39","slug":"sejarah-lengkap-gelora-bung-karno-pembangunan-perubahan-nama-fasilitas-terkini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/18\/sejarah-lengkap-gelora-bung-karno-pembangunan-perubahan-nama-fasilitas-terkini\/","title":{"rendered":"Sejarah Lengkap Gelora Bung Karno Pembangunan, Perubahan Nama, Fasilitas Terkini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/18\/1779071076_3f93280890ddef5f0f81.jpg\" alt=\"Sejarah Lengkap Gelora Bung Karno: Pembangunan, Perubahan Nama, Fasilitas Terkini\"\/><figcaption>GBK.(Dok GBK)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMPLEKS\u00a0Olahraga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gelora-bung-karno\" title=\"Gelora Bung Karno\">Gelora Bung Karno<\/a> (GBK) bukan sekadar deretan stadion megah di jantung Jakarta. Ia merupakan monumen hidup yang merekam ambisi, diplomasi, dan semangat bangsa Indonesia untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.<\/p>\n<p>Sejak tiang pancang pertamanya ditanam pada akhir 1950-an, GBK bertransformasi dari rawa-rawa di pinggiran kota menjadi salah satu kompleks olahraga terbaik di Asia, bahkan dunia.<\/p>\n<h2>Sejarah Pembangunan: Ambisi Besar di Balik Asian Games IV<\/h2>\n<p>Pembangunan Gelora Bung Karno bermula dari terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games IV pada 1958. Presiden pertama RI, Soekarno, menginginkan kompleks olahraga yang mampu menunjukkan kemajuan Indonesia kepada dunia internasional. Pembangunan fisik dimulai pada 8 Februari 1960.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/891250\/gbk-raih-pendapatan-tertinggi-fokus-penataan-blok-15\" title=\"GBK Raih Pendapatan Tertinggi, Fokus Penataan Blok 15\" target=\"_blank\">GBK Raih Pendapatan Tertinggi, Fokus Penataan Blok 15<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Proyek raksasa ini didanai melalui pinjaman lunak dari Uni Soviet senilai US$12,5 juta atau sekitar Rp219 miliar untuk kurs saat ini. Pengerjaannya melibatkan ribuan pekerja dan teknisi, baik dari Indonesia maupun konsultan dari Uni Soviet. Lokasi yang dipilih ialah kawasan Senayan.\u00a0Saat itu daerahnya masih berupa perkebunan dan permukiman warga yang kemudian direlokasi ke daerah Tebet dan sekitarnya.<\/p>\n<h2>Keunikan Arsitektur: Atap Temu Gelang<\/h2>\n<p>Salah satu ciri khas paling ikonik dari Stadion Utama GBK ialah desain atapnya yang dikenal dengan istilah Temu Gelang. Desain ini merupakan keinginan khusus Bung Karno agar penonton tidak kepanasan atau kehujanan, sekaligus melambangkan persatuan bangsa yang tidak terputus. Atap baja berbentuk oval ini menyatu tanpa pilar di tengah, pencapaian teknik sipil yang sangat maju pada masanya.<\/p>\n<h2>Dinamika Nama: Dari Politik ke Identitas<\/h2>\n<p>Nama kompleks ini telah mengalami perubahan seiring dengan dinamika politik di Indonesia:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/886787\/pssi-restui-persija-vs-persib-di-sugbk-pengelola-masih-tunggu-hasil-rapat-keamanan\" title=\"PSSI Restui Persija vs Persib di SUGBK, Pengelola Masih Tunggu Hasil Rapat Keamanan\" target=\"_blank\">PSSI Restui Persija vs Persib di SUGBK, Pengelola Masih Tunggu Hasil Rapat Keamanan<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>1962 &#8211; 1969:<\/strong> Dikenal sebagai Kawasan Olahraga Gelora Bung Karno.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>1969 &#8211; 2001:<\/strong> Pada masa Orde Baru, melalui Keputusan Presiden No. 4\/1984, namanya diubah menjadi Kawasan Olahraga Senayan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan de-Soekarnoisasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>2001 &#8211; Sekarang:<\/strong> Di era Reformasi, Presiden Abdurrahman Wahid mengembalikan nama aslinya menjadi Gelora Bung Karno melalui Keputusan Presiden No. 7\/2001, sebagai bentuk penghormatan kepada sang proklamator.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Fungsi dan Manfaat bagi Bangsa<\/h2>\n<p>Sejak awal berdiri, GBK memiliki fungsi yang multifaset:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pusat Olahraga Nasional:<\/strong> Menjadi markas tim nasional sepak bola dan lokasi berbagai kejuaraan atletik, bulu tangkis, hingga renang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Diplomasi Internasional:<\/strong> Menjadi saksi bisu penyelenggaraan Asian Games (1962 &amp; 2018), GANEFO, hingga kunjungan tokoh dunia seperti Paus Fransiskus dan konser musisi global.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Paru-paru Kota:<\/strong> Area hijau di GBK berfungsi sebagai daerah resapan air dan ruang terbuka publik bagi warga Jakarta.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Ekonomi &amp; Budaya:<\/strong> Menjadi lokasi pameran dagang, konvensi politik, hingga pusat kuliner dan gaya hidup sehat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h2>Fasilitas Terkini Pascarenovasi Besar<\/h2>\n<p>Menjelang Asian Games 2018, GBK mengalami renovasi besar-besaran yang mengubahnya menjadi <i>smart stadium<\/i>. Berikut fasilitas terkini yang tersedia:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Fasilitas<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Deskripsi Terkini<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Stadion Utama (SUGBK)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kapasitas ~77.000 kursi tunggal (single seat), pencahayaan LED standar FIFA, dan rumput jenis Zeon Zoysia.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Stadion Akuatik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Memiliki 4 kolam standar olimpiade dengan sistem pemanas air otomatis dan atap ikonik yang terbuka di sisi samping.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Istora Senayan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Gedung serbaguna yang menjadi rumah bagi turnamen bulu tangkis dunia dengan sistem akustik yang diperbarui.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Hutan Kota by Plataran<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Area hijau terbuka yang digunakan untuk bersantai, piknik, dan kegiatan komersial kelas atas.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Area Ring Road<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Lintasan lari (jogging track) dengan permukaan sintetis yang nyaman bagi publik.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #2196F3; margin-top: 20px;\">\n<h3>Practical Checklist: Berkunjung ke GBK<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gunakan transportasi umum (MRT Istora Mandiri\/Senayan atau TransJakarta).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Siapkan kartu uang elektronik (e-money) untuk akses masuk kendaraan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gunakan pakaian olahraga yang nyaman jika ingin beraktivitas fisik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Patuhi aturan dilarang merokok di seluruh kawasan inti olahraga.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cek jadwal acara melalui situs resmi atau media sosial GBK untuk menghindari penutupan area.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>People Also Ask: 10 FAQ Mengenai GBK<\/h2>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kapan GBK pertama kali diresmikan?<\/strong> Diresmikan pada 21 Juli 1962.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Siapa arsitek utama GBK?<\/strong> Dirancang oleh tim arsitek dari Uni Soviet dengan masukan langsung dari Presiden Soekarno dan arsitek Indonesia seperti Frederich Silaban.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Berapa luas total kawasan GBK?<\/strong> Luasnya mencapai sekitar 279 hektar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah masyarakat umum boleh masuk ke dalam stadion utama?<\/strong> Masyarakat umum bisa masuk saat ada acara tertentu atau melalui tur resmi yang dijadwalkan pengelola.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa jenis rumput yang digunakan di SUGBK?<\/strong> Rumput Zeon Zoysia, yang merupakan standar terbaik untuk lapangan sepak bola internasional.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Bagaimana cara menuju GBK dengan MRT?<\/strong> Turun di Stasiun MRT Istora Mandiri atau Stasiun MRT Senayan, lalu berjalan kaki sekitar 5-10 menit menuju pintu masuk terdekat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah area jogging di GBK buka setiap hari?<\/strong> Ya, area Ring Road dan kawasan luar stadion umumnya buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB (jadwal dapat berubah jika ada acara khusus).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Berapa kapasitas penonton SUGBK sekarang?<\/strong> Setelah renovasi kursi tunggal (single seat) untuk Asian Games 2018, kapasitasnya menjadi sekitar 77.193 penonton.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa itu Temu Gelang?<\/strong> Istilah untuk desain atap stadion yang menyambung melingkar tanpa putus, melambangkan persatuan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah masuk ke kawasan GBK gratis?<\/strong> Masuk ke kawasan luar (pedestrian) untuk pejalan kaki umumnya gratis, namun kendaraan bermotor dikenakan tarif parkir per jam dan fasilitas tertentu (seperti kolam renang atau lapangan tenis) memerlukan biaya sewa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Sejarah Gelora Bung Karno adalah cerminan perjalanan bangsa Indonesia. Dari simbol kekuatan politik di era Perang Dingin hingga menjadi pusat gaya hidup sehat masyarakat modern, GBK tetap berdiri kokoh sebagai identitas nasional yang tak tergantikan.<\/p>\n<p><em>Informasi mengenai fasilitas dan jadwal operasional dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ppkgbk\" title=\"PPKGBK\">PPKGBK<\/a>). Pastikan untuk memverifikasi melalui kanal resmi sebelum berkunjung.<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/891252\/sejarah-lengkap-gelora-bung-karno-pembangunan-perubahan-nama-fasilitas-terkini\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GBK.(Dok GBK) KOMPLEKS\u00a0Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) bukan sekadar deretan stadion megah di jantung Jakarta. Ia merupakan monumen hidup yang merekam ambisi, diplomasi, dan semangat bangsa Indonesia untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia. Sejak tiang pancang pertamanya ditanam pada akhir 1950-an, GBK bertransformasi dari rawa-rawa di pinggiran kota menjadi salah satu kompleks olahraga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43432\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}