{"id":43122,"date":"2026-05-17T09:18:12","date_gmt":"2026-05-17T09:18:12","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/17\/orkestra-nusantara-gregah-nusa-gaungkan-kebangkitan-budaya\/"},"modified":"2026-05-17T09:18:12","modified_gmt":"2026-05-17T09:18:12","slug":"orkestra-nusantara-gregah-nusa-gaungkan-kebangkitan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/17\/orkestra-nusantara-gregah-nusa-gaungkan-kebangkitan-budaya\/","title":{"rendered":"Orkestra Nusantara, Gregah Nusa Gaungkan Kebangkitan Budaya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/17\/1779009245_2fe1872f38627e5acc64.jpeg\" alt=\"Orkestra Nusantara, Gregah Nusa Gaungkan Kebangkitan Budaya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keraton-ngayogyakarta-hadiningrat\" title=\"KERATON Ngayogyakarta Hadiningrat\">KERATON Ngayogyakarta Hadiningrat<\/a> membawa konser <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yogyakarta-royal-orchestra\" title=\"Yogyakarta Royal Orchestra\">Yogyakarta Royal Orchestra<\/a> (YRO) ke Jakarta sebagai seruan kebangkitan budaya dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional. Tajuk \u201cGregah Nusa\u201d dipilih sebagai simbol ajakan bangkitnya kesadaran kolektif bangsa melalui musik.<\/p>\n<p>Konser ini akan digelar pada Sabtu (16\/5) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat mulai pukul 17.00 WIB. Yogyakarta Royal Orchestra akan menampilkan keberagaman musikal Nusantara dalam balutan orkestra modern dan instrumen tradisi.<\/p>\n<p>Ketua Panitia, GKR Bendara menjelaskan bahwa \u201cGregah Nusa\u201d bukan sekadar tema artistik. Istilah tersebut merepresentasikan semangat bangkit, bergerak dan terjaga untuk kembali meneguhkan identitas bangsa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/649677\/cucu-sultan-hamengkubuwono-x-tunjukkan-sejarah-keraton-ke-alam-ganjar\" title=\"Cucu Sultan Hamengkubuwono X Tunjukkan Sejarah Keraton ke Alam Ganjar\" target=\"_blank\">Cucu Sultan Hamengkubuwono X Tunjukkan Sejarah Keraton ke Alam Ganjar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cGregah dalam bahasa Jawa berarti bangkit dan Nusa merujuk pada tanah air sehingga konser ini menjadi seruan aksi untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap identitas bangsa,\u201d kata GKR Bendara.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa konser ini menjadi medium pelestarian budaya yang relevan dengan konteks modern.\u00a0<\/p>\n<p>Musik dipilih sebagai bahasa universal untuk menggugah rasa kepemilikan terhadap keberagaman Indonesia. \u201cMelalui musik, kami ingin memantik semangat pemulihan dan kemajuan bangsa ditengah tantangan global,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/639435\/yogyakarta-gelar-pesta-kembang-api-saat-libur-natal-dan-tahun-baru\" title=\"Yogyakarta Gelar Pesta Kembang Api saat Libur Natal dan Tahun Baru  \" target=\"_blank\">Yogyakarta Gelar Pesta Kembang Api saat Libur Natal dan Tahun Baru  <\/a><\/strong><\/p>\n<p>GKR Bendara juga menjelaskan alasan pemilihan Jakarta sebagai lokasi konser YRO. Menurutnya, ibu kota menjadi ruang strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.<\/p>\n<p>\u201cJakarta adalah pusat pertemuan berbagai latar belakang sehingga nilai-nilai budaya Jawa dapat diakses secara lebih inklusif oleh masyarakat nasional,\u201d ujarnya. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan berarti meninggalkan Yogyakarta sebagai\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nakar budaya.\u00a0<\/p>\n<p>Justru, Keraton ingin membawa nilai-nilai luhur tersebut ke panggung yang lebih luas. \u201cIni adalah bentuk kontribusi aktif Keraton dalam merajut keberagaman nasional,\u201d katanya. Dalam konsep pertunjukan, YRO menggabungkan orkestra Barat dengan instrumen tradisi Nusantara.\u00a0<\/p>\n<p>Pendekatan yang digunakan bukan sekadar tempelan, melainkan penyelarasan sistem musikal yang berbeda. \u201cPenggabungan ini melibatkan konversi titi laras antara instrumen diatonis dan pentatonis, sehingga tercipta harmoni yang utuh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa konsep tersebut membuka ruang eksplorasi baru bagi musik tradisi. Hal ini sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap alat musik lokal dalam skala pertunjukan besar.<\/p>\n<p>\u201cIni membuktikan bahwa batas musikal dapat dilebur dan menghasilkan identitas baru yang khas Indonesia,\u201d katanya. GKR Bendara menilai Yogyakarta Royal Orchestra juga berperan sebagai agen diplomasi budaya.<\/p>\n<p>Orkestra ini tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperkenalkan budaya Jawa ke tingkat global. \u201cYRO menjadi wajah modern tradisi Yogyakarta yang dapat diterima oleh publik internasional melalui format orkestra,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Project Manager konser, Bagus Pradipta menyebut tajuk \u201cGregah Nusa\u201d sebagai metafora kebangkitan nasionalisme Indonesia. Ia mengaitkan semangat tersebut dengan momentum sejarah berdirinya Boedi Oetomo.<\/p>\n<p>\u201cGregah Nusa bermakna bangkitnya bangsa dari keterpurukan, yang menjadi simbol awal pergerakan modern melawan kolonialisme,\u201d ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Keraton berharap konser ini memberi dampak nyata terutama bagi generasi muda. Tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan dan dorongan untuk melestarikannya.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891105\/orkestra-nusantara-gregah-nusa-gaungkan-kebangkitan-budaya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) KERATON Ngayogyakarta Hadiningrat membawa konser Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) ke Jakarta sebagai seruan kebangkitan budaya dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional. Tajuk \u201cGregah Nusa\u201d dipilih sebagai simbol ajakan bangkitnya kesadaran kolektif bangsa melalui musik. Konser ini akan digelar pada Sabtu (16\/5) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat mulai pukul 17.00 WIB. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43123,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}