{"id":43021,"date":"2026-05-17T04:53:56","date_gmt":"2026-05-17T04:53:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/17\/di-tengah-konflik-geopolitik-prabowo-sebut-banyak-negara-minta-pupuk-dari-indonesia\/"},"modified":"2026-05-17T04:53:56","modified_gmt":"2026-05-17T04:53:56","slug":"di-tengah-konflik-geopolitik-prabowo-sebut-banyak-negara-minta-pupuk-dari-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/17\/di-tengah-konflik-geopolitik-prabowo-sebut-banyak-negara-minta-pupuk-dari-indonesia\/","title":{"rendered":"Di Tengah Konflik Geopolitik, Prabowo Sebut Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/17\/1778992885_874bb8217716c460a312.jpg\" alt=\"Di Tengah Konflik Geopolitik, Prabowo Sebut Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia\"\/><figcaption>Presiden Prabowo Subianto mengungkap banyak negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia di tengah krisis global dan terganggunya rantai pasok akibat konflik Timur Tengah.(sekretariat negara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PRESIDEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> mengatakan Indonesia kini mulai dipercaya berbagai negara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah ketidakpastian global. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari upaya Indonesia yang berhasil memperkuat sektor pertanian nasional.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cSekarang saja sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup. Dua puluh persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas,\u201d kata Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16\/5), dikutip dari keterangan resmi.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nMenurut Prabowo, kondisi global tersebut membuat banyak negara mulai menghadapi tekanan terhadap pasokan pupuk dan pangan. Namun di tengah situasi tersebut, Indonesia justru berada pada posisi yang mampu membantu negara lain.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cSekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,\u201d ujar Presiden.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nPresiden Prabowo menyebut sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Australia, Filipina, India, Bangladesh hingga Brasil.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cAustralia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,\u201d katanya.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nPresiden Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cBayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2>Ekspor Pupuk<\/h2>\n<p>Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) senilai total Rp7 triliun di Pelabuhan Bontang, Kamis (14\/5).<\/p>\n<p>Mentan Amran merinci bahwa pengiriman tahap awal ini mencapai 47.250 ton urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar. Secara bertahap, volume ekspor akan ditingkatkan hingga mencapai target 500.000 ton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/852797\/prabowo-resmikan-peran-indonesia-di-dewan-keamanan-gaza-apa-itu-dewan-perdamaian-trump\" title=\"Prabowo Resmikan Peran Indonesia di Dewan Keamanan Gaza, Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?\" target=\"_blank\">Prabowo Resmikan Peran Indonesia di Dewan Keamanan Gaza, Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cRencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,\u201d ujar Mentan Amran di sela peninjauan pelepasan ekspor tersebut.<\/p>\n<p>Keberhasilan menembus pasar Australia melalui skema government-to-government (G2G) ini segera diikuti oleh ekspansi ke negara-negara strategis lainnya. Mentan mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menyatakan minat besar terhadap pupuk produksi Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cDubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton. Beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brasil, Bangladesh, dan ada beberapa negara lagi. Ini yang kita syukuri dan banggakan,\u201d ungkapnya. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/891074\/di-tengah-konflik-geopolitik-prabowo-sebut-banyak-negara-minta-pupuk-dari-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto mengungkap banyak negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia di tengah krisis global dan terganggunya rantai pasok akibat konflik Timur Tengah.(sekretariat negara) PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Indonesia kini mulai dipercaya berbagai negara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah ketidakpastian global. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari upaya Indonesia yang berhasil memperkuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-43021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43021"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43021\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}