{"id":42874,"date":"2026-05-16T16:23:13","date_gmt":"2026-05-16T16:23:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/16\/tere-suarakan-kemanusiaan-palestina-lewat-maqdisy-heroes-long-march-di-lapangan-banteng\/"},"modified":"2026-05-16T16:23:13","modified_gmt":"2026-05-16T16:23:13","slug":"tere-suarakan-kemanusiaan-palestina-lewat-maqdisy-heroes-long-march-di-lapangan-banteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/16\/tere-suarakan-kemanusiaan-palestina-lewat-maqdisy-heroes-long-march-di-lapangan-banteng\/","title":{"rendered":"Tere Suarakan Kemanusiaan Palestina lewat Maqdisy Heroes Long March di Lapangan Banteng"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div id=\"\">&#13;<\/p>\n<p>MERAWAT ingatan dan menjaga kepedulian kemanusiaan terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/palestina\" title=\"Palestina\">Palestina<\/a> menjadi misi yang terus konsisten digaungkan oleh mantan musisi, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/annisa-theresia\" title=\"Annisa Theresia\">Annisa Theresia<\/a>, yang akrab disapa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tere\" title=\"Tere\">Tere<\/a>. Melalui aksi nyata, ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan terus menyuarakan keadilan.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Pada Sabtu (16\/5) pagi, suasana Taman Lapangan Banteng, Jakarta, tampak bergelora. Sekitar 150 peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berkumpul dalam aksi <strong>Maqdisy Heroes Long March 02<\/strong>. Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Wasilah (Wadah Silaturahmi Ummat) sebagai bentuk solidaritas nyata bagi rakyat Palestina.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Pekikan\u00a0&#8220;Palestina Merdeka&#8221; dan &#8220;Free Palestina&#8221; menggema di sepanjang jalur pawai. Menurut Tere, semangat kepedulian ini harus terus disuarakan karena genosida dan penjajahan oleh zionis Israel masih berlangsung hingga saat ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890784\/kisah-abu-najjeh-dan-nakba-ketiga-pengusiran-berulang-komunitas-badui-di-tepi-barat\" title=\"Kisah Abu Najjeh dan Nakba Ketiga: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat\" target=\"_blank\">Kisah Abu Najjeh dan Nakba Ketiga: Pengusiran Berulang Komunitas Badui di Tepi Barat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>&#8220;Kita semua tahu perbuatan biadab ini melanggar konstitusi negara kita, bahwa penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,&#8221; tegas Tere yang saat itu mengenakan busana muslim berwarna hitam.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2>Mengenang Nakba dan Belajar dari Gaza<\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Aksi kali ini mengusung tema <em>Mengenang Nakba dan Belajar dari Gaza yang tak Pernah Menyerah<\/em>. Tere menjelaskan bahwa peristiwa Nakba yang terjadi pada Mei 1948 adalah luka sejarah di mana ratusan ribu rakyat Palestina terusir dari tanah leluhur mereka.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #ccc; margin: 20px 0;\"><strong>Catatan Sejarah Nakba:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Zionis Israel mencaplok 77% wilayah Palestina.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hampir 500 kampung dibumihanguskan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sekitar 15 ribu rakyat Palestina gugur dalam peristiwa tersebut.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Tere menekankan bahwa di tengah genosida yang telah berlangsung hampir tiga tahun terakhir, peristiwa serupa Nakba masih terus terjadi di Gaza maupun Tepi Barat. Rakyat Palestina masih hidup dalam kengerian akibat kekejaman tentara IDF.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890724\/israel-tembak-mati-remaja-palestina-pemukim-ilegal-bakar-masjid-di-tepi-barat\" title=\"Israel Tembak Mati Remaja Palestina, Pemukim Ilegal Bakar Masjid di Tepi Barat\" target=\"_blank\">Israel Tembak Mati Remaja Palestina, Pemukim Ilegal Bakar Masjid di Tepi Barat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2>Maqdisy Talent Hunt 1448 H: Melahirkan Pejuang Literasi<\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Kegiatan <em>long march<\/em> ini juga menjadi pembuka dari rangkaian perhelatan <strong>Maqdisy Talent Hunt 1448 H<\/strong>. Ini merupakan ajang pencarian bakat bagi anak dan remaja usia 5-19 tahun yang digagas oleh Tere.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Program ini berkomitmen menjawab pesan dalam Al-Quran Surat Al-Anfal ayat 65, dengan target melahirkan 20 anak berjiwa sabar setiap tahun. &#8220;Insya Allah mereka akan terus dibina agar bertransformasi menjadi pejuang kebenaran yang berani bersuara dan menyerukan pentingnya literasi tentang Baitul Maqdis sejak dini,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Dalam aksi di Lapangan Banteng, peserta dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing dipimpin oleh lima besar pemenang Maqdisy Talent 1447 H. Mereka bertugas menyuarakan yel-yel dan membagikan stiker edukasi kepada pengunjung umum.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<h2>Membangun Kesadaran Kolektif<\/h2>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Sejumlah tokoh dan <em>influencer<\/em> turut hadir memberikan dukungan, di antaranya pegiat dakwah digital @mosfeed_id, penulis buku Gia Josie, aktivis seni Gita Hastarika, Annisa &#8216;Ketupatkartini&#8217;, hingga aktivis buruh Kristen pro-Palestina. Kehadiran warga Palestina bernama Zhiyad juga menambah semangat emosional dalam aksi tersebut.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Tere meyakini bahwa <em>long march<\/em> adalah metode syiar yang efektif, mencontoh teladan Rasulullah SAW saat di Mekah. Ia berharap kegiatan edukatif dan kreatif ini mampu membangun <em>collective consciousness<\/em> (kesadaran kolektif) yang kuat.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>&#8220;Kesadaran kolektif ini penting untuk menguatkan <em>collective action<\/em> (aksi kolektif) menuju gerakan global. Setiap langkah kecil memiliki arti besar. Kita tidak akan sampai pada kekuatan berskala global tanpa memulainya dari gerakan sederhana seperti ini,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p>Dukungan juga datang dari para orangtua peserta. Yanuar, salah satu orangtua yang hadir bersama anak dan istrinya, mengaku sengaja meluangkan waktu sebagai bentuk simpati. &#8220;Kami hadir untuk mendoakan dan menunjukkan kepedulian atas penderitaan saudara kita di Palestina akibat kekejaman zionis,&#8221; tuturnya. (I-2)<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890989\/tere-suarakan-kemanusiaan-palestina-lewat-maqdisy-heroes-long-march-di-lapangan-banteng\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#13; MERAWAT ingatan dan menjaga kepedulian kemanusiaan terhadap Palestina menjadi misi yang terus konsisten digaungkan oleh mantan musisi, Annisa Theresia, yang akrab disapa Tere. Melalui aksi nyata, ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan terus menyuarakan keadilan. &#13; &#13; Pada Sabtu (16\/5) pagi, suasana Taman Lapangan Banteng, Jakarta, tampak bergelora. Sekitar 150 peserta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42874"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42874\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}