{"id":42320,"date":"2026-05-15T13:07:23","date_gmt":"2026-05-15T13:07:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/13-bahaya-korek-kuping-pakai-cotton-bud\/"},"modified":"2026-05-15T13:07:23","modified_gmt":"2026-05-15T13:07:23","slug":"13-bahaya-korek-kuping-pakai-cotton-bud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/13-bahaya-korek-kuping-pakai-cotton-bud\/","title":{"rendered":"13 Bahaya Korek Kuping Pakai Cotton Bud"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/15\/1778849964_94d951d9f8845bbf9d28.jpg\" alt=\"13 Bahaya Korek Kuping Pakai Cotton Bud\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Korek Kuping Pakai Cotton Bud(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cotton-bud\" title=\"Cotton Bud\">COTTON Bud<\/a> adalah alat kecil berbentuk stik yang di kedua ujungnya terdapat kapas lembut. Cotton bud biasanya digunakan untuk membersihkan bagian luar telinga, merapikan makeup, atau membersihkan area kecil yang sulit dijangkau.<\/p>\n<p>Meskipun sering dipakai sehari-hari, cotton bud sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan bagian dalam telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan berisiko melukai saluran telinga.<\/p>\n<h3><strong>1. Kotoran telinga makin terdorong ke dalam<\/strong><\/h3>\n<p>Alih-alih keluar, kotoran bisa terdorong lebih dalam dan menumpuk.<\/p>\n<h3><strong>2. Sumbatan telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Penumpukan kotoran bisa menyebabkan telinga terasa penuh dan pendengaran menurun.<\/p>\n<h3><strong>3. Luka pada saluran telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Dinding telinga dalam sangat sensitif, mudah lecet atau terluka.<\/p>\n<h3><strong>4. Infeksi telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Luka kecil bisa menjadi jalan masuk bakteri.<\/p>\n<h3><strong>5. Gendang telinga bisa robek<\/strong><\/h3>\n<p>Jika terlalu dalam, cotton bud dapat merusak gendang telinga.<\/p>\n<h3><strong>6. Nyeri pada telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Cedera ringan hingga serius bisa menimbulkan rasa sakit.<\/p>\n<h3><strong>7. Pendengaran menurun sementara atau permanen<\/strong><\/h3>\n<p>Jika terjadi kerusakan serius pada telinga bagian dalam.<\/p>\n<h3><strong>8. Pusing atau vertigo<\/strong><\/h3>\n<p>Karena telinga berhubungan dengan keseimbangan tubuh.<\/p>\n<h3><strong>9. Iritasi kulit telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Gesekan cotton bud bisa membuat kulit telinga meradang.<\/p>\n<h3><strong>10. Telinga berdenging<\/strong><\/h3>\n<p>Bunyi denging terus-menerus bisa muncul setelah cedera.<\/p>\n<h3><strong>11. Mendorong bakteri masuk lebih dalam<\/strong><\/h3>\n<p>Meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius.<\/p>\n<h3><strong>12. Ketergantungan membersihkan telinga berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Telinga jadi terlalu sering dibersihkan padahal sebenarnya bisa membersihkan sendiri.<\/p>\n<h3><strong>13. Menghilangkan lapisan pelindung alami telinga<\/strong><\/h3>\n<p>Serumen sebenarnya melindungi telinga dari debu dan bakteri, jadi kalau dibersihkan berlebihan justru merugikan.<\/p>\n<p>Telinga sebenarnya punya sistem pembersih alami. Jika terasa kotor atau tersumbat, lebih aman dibersihkan oleh tenaga medis atau cukup dibersihkan bagian luar saja. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>hellosehat, ciputrahospital<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890698\/13-bahaya-korek-kuping-pakai-cotton-bud\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Korek Kuping Pakai Cotton Bud(magnific) COTTON Bud adalah alat kecil berbentuk stik yang di kedua ujungnya terdapat kapas lembut. Cotton bud biasanya digunakan untuk membersihkan bagian luar telinga, merapikan makeup, atau membersihkan area kecil yang sulit dijangkau. Meskipun sering dipakai sehari-hari, cotton bud sebaiknya tidak digunakan untuk membersihkan bagian dalam telinga karena dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}