{"id":42318,"date":"2026-05-15T12:58:32","date_gmt":"2026-05-15T12:58:32","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/pelemahan-rupiah-cerminkan-kekhawatiran-fundamental-ekonomi\/"},"modified":"2026-05-15T12:58:32","modified_gmt":"2026-05-15T12:58:32","slug":"pelemahan-rupiah-cerminkan-kekhawatiran-fundamental-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/pelemahan-rupiah-cerminkan-kekhawatiran-fundamental-ekonomi\/","title":{"rendered":"Pelemahan Rupiah Cerminkan Kekhawatiran Fundamental Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/15\/1778849449_f35c3ac974d91ddbb3e3.jpg\" alt=\"Pelemahan Rupiah Cerminkan Kekhawatiran Fundamental Ekonomi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nilai-tukar-rupiah\" title=\"Nilai Tukar Rupiah\">NILAI tukar rupiah<\/a> yang melemah hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS dinilai tidak hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek. Pelemahan tersebut juga mencerminkan kombinasi tekanan global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.\u00a0<\/p>\n<p>Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurrahman, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu penguatan dolar AS di tengah tingginya suku bunga global, ketidakpastian geopolitik, serta arus keluar modal dari negara berkembang.\u00a0<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pelemahan-rupiah\" title=\"pelemahan rupiah\">Pelemahan rupiah<\/a> hingga menembus Rp17.600 per dolar AS mencerminkan tekanan global dan domestik yang terjadi bersamaan. Dari eksternal, dolar AS masih sangat kuat akibat suku bunga tinggi global, ketidakpastian geopolitik, dan <em>capital<\/em> <em>outflow<\/em> dari <em>emerging<\/em> <em>markets<\/em>,\u201d kata Rizal saat dihubungi, Jumat (15\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/887013\/rupiah-melemah-ke-rp17400-dunia-usaha-hadapi-tekanan-biaya-dan-arus-kas\" title=\"Rupiah Melemah ke Rp17.400, Dunia Usaha Hadapi Tekanan Biaya dan Arus Kas\" target=\"_blank\">Rupiah Melemah ke Rp17.400, Dunia Usaha Hadapi Tekanan Biaya dan Arus Kas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, dari sisi domestik pasar mulai mencermati sejumlah faktor fundamental, mulai dari kredibilitas fiskal pemerintah, kebutuhan pembiayaan utang yang besar, hingga tren penurunan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN).\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Jadi tekanan rupiah saat ini bukan sekadar sentimen sesaat, tetapi sudah mulai mencerminkan kekhawatiran fundamental,\u201d terang dia.\u00a0<\/p>\n<p>Rizal menilai pelemahan rupiah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional karena Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor pangan, energi, dan bahan baku industri. Menurut dia, depresiasi rupiah akan meningkatkan biaya impor sehingga memicu <em>imported<\/em> <em>inflation<\/em> dan menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/757280\/libur-panjang-dan-kebijakan-tarif-trump-dorong-pelemahan-rupiah-tembus-rp16715-per-dolar-as\" title=\"Libur Panjang dan Kebijakan Tarif Trump Dorong Pelemahan Rupiah, Tembus Rp16.715 per Dolar AS\" target=\"_blank\">Libur Panjang dan Kebijakan Tarif Trump Dorong Pelemahan Rupiah, Tembus Rp16.715 per Dolar AS<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Industri manufaktur juga berisiko menghadapi kenaikan biaya produksi yang dapat menekan ekspansi usaha dan investasi,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Dalam menghadapi tekanan tersebut, Rizal menilai Bank Indonesia (BI) perlu tetap agresif menjaga stabilitas pasar keuangan melalui intervensi di pasar valuta asing, instrumen <em>Domestic<\/em> <em>Non<\/em>&#8211;<em>Deliverable<\/em> <em>Forward<\/em> (DNDF), serta stabilisasi pasar SBN. Namun demikian, langkah tersebut dinilai belum cukup apabila tekanan terhadap rupiah terus meningkat.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;BI juga perlu membuka ruang kenaikan suku bunga apabila tekanan terus meningkat untuk menjaga daya tarik aset domestik,\u201d ungkap Rizal.\u00a0<\/p>\n<p>Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu menjaga kredibilitas fiskal dan memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) guna memperkuat pasokan valas domestik. Selain itu, Rizal menilai bahwa upaya mengurangi ketergantungan impor juga dianggap penting agar rupiah tidak terus rentan terhadap gejolak ekonomi global.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPemerintah harus menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat DHE SDA, dan mengurangi ketergantungan impor agar rupiah tidak terus rentan terhadap gejolak global,\u201d tandasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/890692\/pelemahan-rupiah-cerminkan-kekhawatiran-fundamental-ekonomi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Antara) NILAI tukar rupiah yang melemah hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS dinilai tidak hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek. Pelemahan tersebut juga mencerminkan kombinasi tekanan global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.\u00a0 Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurrahman, mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu penguatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}